MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 32, Pria Pelarian


__ADS_3

Kota pemula


Kritgar Town


"Tenang saja, harga item bola kabut dan pure liquid ungu tidak lah mahal karena sangat mudah ditemukan dan tidak banyak kegunaannya, kita bisa mendapatkannya dengan mudah." Jelas Kevin.


"Baiklah.. ... oh iya aku baru saja meningkatkan pisauku lagi dan sekarang sudah mencapai tingkat Rare." Karin mengeluarkan pisau berwarna ungu gelap ditangannya.


"Bukankah ukurannya semakin panjang?" Kevin bertanya karena bentuk pisau Karin sangatlah simpel dan hanya memiliki satu bilah saja selain itu ukurannya semakin memanjang yang mana sekarang panjangnya sudah mencapai dua puluh lima centimeter.


"Akupun terkejut saat tiba tiba naik tingkat kelevel Rare ukurannya juga semakin panjang, apa pisau ini nantinya akan menjadi katana yah." Ucap Karin yang terlihat sangat senang karena memiliki item unique.


"Mungkin.. ... keluarkan tiga koin gold Karin." Ucap Kevin karena melihat gate of hall didepannya memerlukan tiga koin emas untuk menuju kekota berikutnya yang ingin Kevin tuju.


"Huhh hanya untuk berpindah kota saja aku harus mengeluarkan tiga ratus ribu." Karin sangat sedih untuk mengeluarkan tiga koin gold.


[Kota tujuan Liden City


Pergi sekarang : Ya / Tidak.]


Karin dan Kevin kangsung menekan opsi ya saat sudah berada diatas gate of hall dan siap untuk diteleportasikan.


Swing swoshh...


Pandangan Kevin dan Karin langsung memutih sebelum tiba disebuah kota yang terlihat lebih ramai dan banyak petualang level atas yang berlalulalang.


"Woaaa benar benar dunia fantasy!" Karin langsung melompat lompat takjub.


"Bukankah dikota Kritgar juga sama." Kevin agak terkejut melihat reaksi Karin karena rumah dan bangunan disini semuanya bergaya sama dengan Kota Kritgar hanya saja disini lebih ramai.


"Tetap berbeda, disini bahkan lebih ramai juga semuanya terlihat persis seperti di film Knights of the Round Table." Ucap Karin berjalan mengikuti Kevin sambil berputar putar melihat sekitar.


"Oh kau menyukai film itu." Sebagai pecinta film romawi abat pertengahan Kevin tentu tahu akan film tersebut.


"Ya terutama saat mengisahkan Sir Lancelot salah satu kesatria pedang meja bundar dalam fraksi Holly Grail dan cawan suci." Karin menjelaskan dengan mata karakternya yang berbinar, itu adalah emot karakter yang otomatis muncul saat pengguna merasa dipuncak ketertarikan.


"Cih! Kesatria apanya, bukankah dia hanya pria pelarian saja bahkan istri raja sendiri pun diembat." Entah kenapa Kevin tidak terlalu menyukai kesatria satu ini.


"Eeh tapi kisa cinta mereka sangat bagus loh, 'andai aku terjebak disebuah istana lalu datang seorang kesatri yang mendorong gerobak dan menyelamatkanku' begitu." Karin mulai memperagakan.

__ADS_1


"Hehh salah satu kesatria meja bundar, Sir Lancelot, disebut sebagai kesatria gerobak dan biang perselingkuhan karena bers*tubuh dengan ratu Guniever yang notabelnya adalah istri raja Arthur, kau pikir romantis dari mana!?" Kevin tidak mengerti dengan pemikiran perempuan.


Bagi orang yang telah melihat film dan kisah lancelot tentu tahu dimana kejadian saat ratu Guniever dikurung dan Lancelot datang membawa gerobak dengan menyamar menjadi kusir dan masuk keistana melawan semua perajurit.


"Tapi ak-" Karin tidak dapat melanjutkan perkataannya karena menabrak seorang pelayer dengan tubuh besar serta pedang besar.


"Oi cibiki! Apa kau berjalan menggunakan mata kaki? Kau berani menabrakku." Pelayer tersebut langsung marah karena memang dari awal Karin yang salah.


Apa lagi saat pelayer berlevel tujuh puluh lima tersebut melihat level Karin dan tubuhnya yang kecil dan rendah membuatnya menjadi merasa diatas angin.


"Maaf maaf." Untuk sekarang Kevin lebih memilih untuk meminta maaf karena memang mereka lah yang bersalah.


"Oh kalau begitu ganti rugi, sepuluh gold." Ucapnya memeras tapi dari nada bicaranya Kevin yakin dia adakah orang jepang yang menggunakan auto teranslite sama seperti Kevin dan Karin.


"Tapi kami tidak memiliki begitu banyak uang." Tapi Kevin mencoba untuk merendah.


"Kalau begitu matilah!" Pedang besar langsung mengayung kearah tubuh Kevin.


Saat Kevin melihatnya jelas laki laki didepannya tidak tahu cara mengayungkan pedang dan sembarang menebas saja, cepat Kevin menarik pedangnya dan siap untuk menepis pedang besar tersebut dan membelokkannya karena jelas kalau dia menangkisnya secara langsung maka akan berakibat fatal.


Ting!..


"Dilarang menggunakan kekerasan didalam kota, selesaikan dalam pertarungan resmi, tapi anda telah melanggar peraturan, anda akan kami tangkap dan penjarakan selama tiga hari sesuai dengan peratusan yang berlaku." Itu adalah perajurit yang langsung meringkus petualang tadi tanpa melirik kearah Kevin yang juga sudah mengeluarkan pedangnya siap untuk menepis serangan tadi.


Setelah petualang tadi dibawa pergi yang mana dia sama sekali tidak dapat melawan karena jika melawan didalam kota maka hukuman terhadap karakternya mungkin akan semakin tinggi.


"Apa itu tadi?" Karin bertanya atas apa yang terjadi.


"Itu adalah hukum peraturan kota ini, setiap kota memiliki peraturannya masing masing dan konsekuensi untuk karakter, kebanyakan untuk pelayer seperti kita setelah dipenjara selama tiga hari maka akan langsung dibunuh karena kita masih dapat hidup kembali tapi berbeda dengan NPC yang hanya akan dipenjarakan saja." Ucap Kevin menjelaskan.


Kevin mendapatkan informasi dari internet.


Untuk kota pemula sendiri peraturanya juga tidak terlalu ketat tapi memang beberapa kerajaan ada yang menerapkan peraturan yang terlalu ketat sehingga mengunci kebebasan para player, entah apa yang dipikirkan oleh sistem game ini tapi itu membuat banyak pelayer yang perotes saat memasuki kota tersebut atau memang karakter mereka muncul disana sebagai kota pemula karena ada beberapa pelayer yang tidak ingin kesulitan dalam memilih dan menggunakan sistem role dimana mereka akan dikirim kekota pemula secara acak.


"Aku mengerti." Karin langsung mengangguk paham.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanannya menuju guild untuk mengambil misi karena jika menyelesaikan misi dari guild maka bukan hanya mendapatkan exp dari memburu monster saja tapi juga mendapatkan exp saat misi terkonfirmasi telah selesai.


Datang keguild saat mendatangi kota baru adalah pilihan yang tepat dimana mereka dapat mengumpulkan informasi sekalian mencari misi yang bisa mereka dapatkan.

__ADS_1


Setelah sampai digedung guild petualangan jelas sekali bahwa guild tersebut lebih besar dari pada kota pemula dan pengunjungnya pun lebih ramai.


Kevin dan karin langsung menuju kesebuh dinding hologram yang tertera misi didalamnya.


Satu persatu misi Kevin dan Karin lihat untuk menyeleksi semua misi yang lebih menguntungkan dan dapat mereka selesaikan untuk saat ini.


[Misi


Dapatkan sepuluh Fang Goblin.


Reward :


-Gold ×1


-Health Potion I ×1


-Exp ×200


Time Limit : 24 jam.


Hukuman jika gagal : Fame -10, -1 level.


Terima / Tidak.]


"Untuk kali ini kita bisa mendapatkan misi masing masing jadi kita tidak akan memburu secara Party kali ini tapi tetap akan saling membantu." Ucap Kevin menjelaskan.


Dengan begitu Kevin akan tetap mendapatkan hadiah dan Karin pun juga akan sama karena mereka tidak lagi satu perty dan mengambil misi masing masing dengan misi yang sama.


"Baiklah." Karin menekan opsi terima setelah Kevin menekannya.


[Status Misi


Fang goblin : 0/10


Time Limit : 23:59/24:00.]


Waktu misi kangsung berkurang mengikuti waktu dunia Virtual.


"Ayo." Kevin berjalan meninggalkan Guild menuju kehutan dimana tempat biasanya para petualang berburu Goblin.

__ADS_1


"Nn." Mengangguk Karin sebelum mengikuti Kevin.


__ADS_2