MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 24, Menusuk dan ..mm ah!


__ADS_3

Rumah Kevin


Kevin menyempatkan diri untuk mengisi perutnya sebelum kembali kekamar. Tapi Karin terlihat belum memakan sedikitpun bubur.


"Kevin!" Terkejut Karin.


"Aih sudahlah biar aku membantumu." Kevin meletakkan kotaknya dimeja dan mulai menyuapi Karin seperti baisanya.


"Maaf merepotkanmu." Ucap Karin setelah meminum segelas air.


"Ini tanggung jawabku karena salah memberikan pelatihan." Kevin sungguh meminta maaf akan hal itu.


"Aku juga memang memerlukan pelatihan yang kau berikan." Karin jelas tahu keuntungan dari pelatihan yang diberikan oleh Kevin tapi malah tidak bisa ditampung oleh tubuhnya yang akhirnya malah menerima efek samping demam.


"Kalau begitu tiaraplah." Kevin meminta Karin untuk tiarap setelah menyimpan mangkuk dan membuka kotak yang ia bawa.


"Untuk apa?" Karin mwnyempatkan untuk bertanya karena tidak mungkin kan Kevin malah tertarik dengan yang dibelakang dari pada yang didepan.


"Lakukan saja oh iya sekalian lepas bajumu yah." Ucap Kevin.


"Ba-baiklah tapi pelan pelan yah." Karin mengikuti instruksi Kevin.


Saat Karin berbaring dan melihat kearah Kevin sesuatu terlihat dibawa ditangan Kevin. "Jarum?" Ucap Karin dengan nada bertanya saat melihat beberapa jarum yang tertata rapi dikain yang ada ditangan Kavin.


"Oh jarum ini adalah peninggalan ayahku. Dia sering mengajariku beberapa tekhnik akupuntur juga sering menggunakannya kepada ayahku untuk meningkatkan kakuatannya ayah juga sering memggunakannya padaku jadi kamu tenang saj ini aman." Ucap Kevin mengusap punggung halus Karin yang walaupun hanya beberapa kali diusap menggunakan handuk hangat saja tapi tetap jika ada nyamuk yang hinggap pasti akan terpeleset.


".mm.." seperti biasa Karin merasa sensitif dibagian kulit punggungnya tapi kali ini Kevin melakukannya sedikit lebih lembut.


"Aku mulai yah." Ucap Kevin setelah menandai beberapa titik akupuntur ditubuh Karin saat mengusapnya tadi.


"Baik." Karin menjawab. "Mm.. ah!" Karin sedikit menahan sakit karena jelas itu terasa sakit tanpa obat bius atau penghilang rasa sakit.


Keras Karin menggigit bantal sampai ia merasakan sebelas jarum tertancap dipunggungnya.


"Apa kau bisa menahan napasmu selama sepuluh detik?" Bertanya Kevin.


"Baiklah." Karin menarik napas dapam dapam sebelum menahannya selama sepuluh detik.


Selama sepuluh detik pula Kevin manfaatkan untuk memijat beberapa bagian punggung Karin untuk mengubah beberapa jalur selnya.


Waktu Kevin habis pas setelah saat Karin menghembuskan napasnya.


"Bagaimana selanjutnya?" Bertanya Karin.


"Tahan lagi aku harus melakukannya keseluruh bagian tubuhmu." Kevin mencabut semua jarumnya tapi Karin tidak merasakan apa apa.

__ADS_1


"Baiklah."


Mereka melakukannya cukup lama karena Kevin harus menangani beberapa bagian aset Karin dan itu memerlukan konsentrasi tinggi.


Tentu saja Kevin mencari titik lain yang dapat menghubungkan ketitik aset milik Karin sehingga dia tidak perlu secara langsung menusuknya disana.


Setelah semuanya selesa Karin juga merasakan jika pernapasannya lancar dan dapat dengan mudah mengalirkan tekhnik pernapasannya kebagian tubuh lainnya.


"Aku merasa lebih baik." Ucap Karin.


"Ya setelah ini kau akan tertidur selama sepuluh jam." Kevin mengeluarkan jarum yang tidak pernah ia pakai.


"Apa itu?" Bertanya Karin.


"Ntah jarum ini terbuat dari pa tapi jika ditusukkan kebagian titik akupuntur manusia maka mereka akan tertidur salama sepuluh jam." Jelas Kevin.


"Kenapa aku harus tertidur selama sepuluh jam?" Karing bertanya.


"Karena setelah itu kau akan melupakanku dan emnajalani hidup baru." Ucap Kevin memasang ekspresi sedih.


"Eh! Kenapa bisa begitu lalu lalu-" Karin 0anik dan menjauh dari jarum yang ada ditangan Kevin.


"Aku bercanda haha." Kevin benar benar puas melihat ekspresi Karin.


"Bueek tidak lucu." Karin kembali berbaring tapi kali ini dalam posisi yang siap untuk tidur.


"Baiklah aku mengerti." Karin menjawab.


"Selamat malam."


"Ya selamat malam." Ucap Karin sebelum tertidur karena jarum sudah mengenai titik akupunturnya.


...


Keesokan harinya tepat setelah sepuluh jam Karin tertidur.


"Mm? Kenapa aku tidur dilantai?" Bertanya Karin saat melihat sekitarnya dia tidur dilantai kamar Kevin tanpa menggunakan bantal.


"Eh!? Apa ini? Lengket lengket jijik banget." Karin berusaha menghilangkan bebagai cairan hitam lengket ditubuhnya.


"Oh kau sudah bangun." Kevin tiba tiba masuk melewati pintu kamar mandi tapi tidak terlihat seperti habis mandi.


"Apa ini?" Karin fokus pada sesuatu yang melengket pada tubuhnya.


"Itu adalah racun tubuh yang bercampur dengan berbagai sel kotor ditubuhmu, sekuanya dikeluarkan dalam sepuluh jam." Kevin menjawab. "Kau memiliki cukup banyak racun ditubuhmu, apa kau selalu memakan masakanmu sebelumnya?" Bertanya Kevin bercanda.

__ADS_1


"Berhenti berpikir jika makananku adalah racun!" Berteriak Karin.


"Aku sudah menyiapkan bak mandi khusus kau bisa berendam disana untuk kau berendam." Ucap Kevin.


"Baiklah." Karin berdiri dan berjalan menuju kedalam kamar mandi. "Jangan mengintip."


'Aku sudah melihat semua bagian tubuhmu dan baru sekaran kau mengatakan jangan mengintip.' Batin Kevin.


...


Sementara didalambak kamar mandi.


Karin agak kebingungan karena jelas selain airnya yang hangat bak mandi tersebut hanya memiliki batu hitam didalamnya dan Kevin juga tidak menjelaskan apa tapi Karin memiliki firasat jika yang dimaksud Kevin telah siap adalah batu itu mungkin itu adalah sesuatu yang dapat berfungsi seperti pewangi.


Begitulah pikir Karin karena mencium bau wangi dan sedikit aroma mint yang ia suka dari dalam bak mandi padahal Kevin memang sengaja menambahkan arome kesukaan Karin kedalamnya dan untuk batu itu ayahnya juga merendamnya saat Kevin disuruh berendam didalm bak mandi.


Saat Karin berendam dan menghadap kearah atas dia melihat surat tepat diatas bak mandi dan dia bisa membacanya saat berendam dengan tanpa busana.


"Lakukan tekhnik pernapsan selama tiga puluh menit dibak mandibusahakan memperkuat titik akupuntur dibagian dadamu dulu aku yakin kau sudah dapat merasakan tempat dan cara mengalirkannya. Berjuanglah :)." Karon membaca tulisan diatas bak mandi. "Lakukan apa yang dia katakan saja." Karin mengikuti intruksi Kevin.


...


Siang hari meja makan


"Bagaimana latihanmu?" Bertanya Kevin pada Karin saat sedang makan siang.


"Aku merasakan peningkatan dikekuatan fisikku." Karin sangat takjub dengan metode Kevin.


"Aku baru saja mendapatkan uang banyak lagi jalan yo!" Ajak Kevin yang memang baru saja login dan mengambil item dari guild sebelum menjualnya dirak itemnya dengan harga dua kali lipat.


Tujuannya mengadakan lelang dulu adalah untuk menentukan harga yang tepat untuk daging wind wolf nya jadi dia bisa menjualnya dengan dagang normal.


Walaupun itemnya tidak langsung terborong habis tapi para ketua guild tetap saja berlomba lomba membelinya apa lagi Kevin kali ini menyediakan stok yang banyak karena baru login setelah empat hari didunia nyata dan delapan hari didunia game bahkan hp karakternya hanya tinggal satu persen.


Itu adalah hal wajar karena efek kelaparan tidak membunuh karakter sebelum satu bulan tapi akan menyisahkan satu persen setelah lima hari tidak login.


Kembali kecerita dimana Kevin mengajak Karin keluar tepat setelah Karin sembuh.


"Aku baru saja sembuh dan sekarang mendapatkan ajakan dari reman sekamar untuk keluar dihari minggu." Ucap Karin mentindir tapi jelas dia juga merasakan tubuhnya sudah sehat sepenuhnya bahkan lebih baik dari pada sebelumnya.


"Hari ini kita tidak akan jogging tapi kita ketaman bermain, aku belum pernah kesana sekalian juga merayakan kesembuhanmu." Ucap Kevin saat melihat diinternet bahwa banyak perempuan yang suka diajak ketaman bermain sayangnya Kevin belum pernah kesana.


"Baiklah." Karin langsung setuju karena baru kali ini ada sesuatu yang ia tahu tapi Kevin tidak tahu yaitu taman bermain dimana Kevin belum pernah kesana sama sekali.


...----------------...

__ADS_1


like Vote juga guys biar bisa up perhari kayak novel sebelah


__ADS_2