
Kevin melihat api yang mulai berkumpul di depannya membentuk seseorang yang sedang duduk dikursi api bagaikan raja yang sedang duduk di singgasanannya.
"Oh pengunjung asing? Tidak, pewaris terpilih kah." Ucap sosok tersebut tersenyum melihat Kevin.
"Siapa?" Kevin bertanya sambil memasang waspada karena sama sekali tidak bisa melihat status dari makhluk di depannya, bisa di katakan makhluk tersebut adalah makhluk yang tidak bisa di kalahkan di game ini.
"Aku benci memperkenalkan diriku untuk kedua kalinya tapi, aku Lucifer." Ucapnya tanpa ekspresi.
"Lucifer?" Kevin baru mengingat bahwa meskipun ia selalu melihat bentuk dan sosok Lucifer namun Kevin sama sekali tidak mengetahui wajahnya. 'Event sial apa lagi ini?' Batin Kevin.
"Ya Lucifer, kau mewarisi sebagian kekuatanku tapi tidak mengenaliku, haih.. apa aku seburuk itu?" Lucifer tampak membuang napas lesu.
"Tidak, maafkan saya namun tempat apakah ini?" Kembali Kevin bertanya.
"Hmm... ini adalah neraka tapi ini hanyalah bagian paling luarnya saja, aku sampai harus datang dari neraka terdalam kesini karena merasakan ada pengunjung yang tidak asing." Ucap Lucifer menjelaskan.
Kevin mulai menyimpulkan bahwa neraka ini memiliki banyak tingkat dan Lucifer berada di tingkat yang sangat dalam namun keluar untuk menjumpainya.
'Jika bagian terluar panasnya sudah melebihi kompor gas seperti ini bagaimana neraka terdalam?' Batin Kevin.
"Aku ingin bertanya bagaimana caramu masuk tapi sepertinya jawabannya ada di tanganmu." Ucap Lucifer menunjuk tangan Kevin yang sedang memegang batu kunci tadi.
"Ah ini.. tiba tiba sebuah gerbang terbuka saat saya mengaktifkan ini." Jawab Kevin.
"Itu bisa membawa jiwa ku keluar dari neraka bersamamu tapi.." Lucifer seakan sedih. "Aku masih ingin berada di sini lebih lama lagi, ambil ini sebagai hadiah pertemuan kita." Sambung Lucifer seakan masih ingin merenungkan dosanya.
Sebuah api terbang kearah Kevin dan menyelimuti tubuhnya, api tersebut berwarna hijau hingga sebuah notifikasi muncul di depan Kevin.
"Apa ini?" Kevin reflek bertanya.
"Hanya hadiah kecil, untuk batu ini akan kusita dan jangan pernah datang lagi." Lucifer mengambil batu kunci ti tangan Kevin dan membuka gerbang untuk Kevin keluar. "Keluarlah tempatmu bukan di sini anak muda."
"Baiklah.." Kevin bingung ingin bereaksi apa karena ini berterima kasih namun ia juga hanya di tarik paksa untuk masuk.
Setelah Kevin keluar dari gerbang tersebut, gerbang tersebut pun tertutup dan menghilang bersamaan dengan api hijau yang menyelimuti David tadi.
"Hm.. ini tempat tadi dan percepatan waktu masih normal." Kevin langsung melihat situasi termasuk jam di hologramnya.
[Green Flame berhasil di dapatkan.
Sebuah api neraka yang selalu di bawa oleh Lucifer, membuat penggunanya kebal terhadap segala jenis api dan pengguna dapat mengendalikan Flame Verdant untuk menyerang target.
__ADS_1
Mana Cost: 100/detik.
(Melekat pada jiwa pengguna).]
"Haruskah aku berterima kasih tadi? Tapi sudahlah, Green Flame." Kevin langsung menggunakan skillnya.
Namun hanya ada kobaran api hijau yang menyelimuti tubuhnya saat mananya mulai tersedot dengan cepat.
"Hiaa!t." Kevin mengarahkan pukulannya kearah depan.
Saat itu juga seluruh api yang ada di tubuh Kevin langsung berpindah kearah depan pukulannya, namun tidak terjadi apa apa padan dinding gua yang coba ia serang.
"Ha? Hanya segini?" Kevin bingung karena mana yang di konsumsi sangar bajyak namun hasilnya hanya seperti ini.
Kevin mematikan skillnya dan mulai memikirkannya karena menurut Kevin skill ini seharusnya memiliki damage yang sangat tinggi.
"Hm biar kucoba." Kevin menyadari sesuatu dan kembali mengaktifkan skillnya namun ia memfokuskan mana pada telapak tangannya.
Perlahan sebuah kobaran api kecil muncul di telapak tangan Kevin dan mulai berbuah bentuk sesuai keinginan Kevin.
"Ternyata ini jauh lebih mudah dari pada yang aku bayangkan." Senang Kevin saat api di tangannya dapat berubah bentuk sesuai yang ia inginkan.
Kevin mulai memfokuskan apinya kesatu titik sebelum memukulkannya kedinding gua.
Suara ledakan yang sangat besar membuat Kevin terpental sangat jauh hingga keluar dari gua sementara gue yang di tempati oleh Kevin tadi mulai runtuh dan tertutup.
"Uwaa' ngeri banget sebaiknya aku tidak usah bergantung pada skill ini terus." Kevin tidak terkejut pada daya ledaknya malah fokus pada mananya yang hanya tinggal tujuh puluh persen karena mana regennya yang sangat lambat.
"Aku pikir siapa player yang begitu bodoh dan berisik di tengah malam ternyata hanya waarior bodoh berlevel enam puluh saja." Ucap seseorang yang muncul dari belakang Kevin.
"Warrior berlevel tuju puluh, bisa di coba." Kebetulan sekali Kevin ingin mencoba api barunya.
"Mau bertarung? Kusarankan sebaiknya jangan, lebih baik kau pasrah saja dan biarkan aku memenggal kepalamu jangan melakukan perlawanan yang sia sia." Ucap player tersebut.
Kevin tidak memperdulikannya dan segera mengeluarkan Demon Swordnya.
"Oh kau ingin melawan.. jika begitu terimalah ini! Step Speedy! Sword Attack!" Player tersebut langsung melaju kearah Kevin dan menebaskan pedangnya menggunakan skill.
Ting!
Buk!
__ADS_1
-2.000
"Ukh- sial!"
Kevin berhasil menangkis pedangnya dan menendang perut player tersebut.
"Green Flame." Kevin menyelimuti Demon Swordnya dengan api hijaunya sebelum menebas kearah depan.
"Hng! Tebasan lambat seperti itu siapa yang tidak bisa menangkisnya!" Berteriak player tersebut dan menangkis serangan Kevin.
Ting!
-25.000
+Hp 2,3%
"Apa?" Segera player tersebut melompat mundur karena tebasan Kevin tidak mengenainya namun api hijaunya tiba tiba melaju kearah tubuhnya dan memberikan damage yang sangat besar. "Apa yang terjadi?"
"Apa kau pikir tebasanku lambat? Aku hanya ingin melihat seberapa efektif skillku." Ucap Kevin tersenyum mengejek.
"Akan kubunuh kau!" Player tersebut kembali menyerang dengan skill yang sama.
"Oh kalau begitu matilah, Full Attack!" Kevin menebas player tersebut bersamaan dengan skill dan api hijaunya.
-40.000
+ Hp 2,3%
[Mendapatkan 10 point
Total Point\= 210.]
"Aa.. manaku sisa dua puluh persen." Kevin melihat bar mananya dimana hanya tersisa dua puluh persen. "Sebisa mungkin aku tidak akan menggunakannya." Kevin ingin menyegel skillnya untuk sementara.
Sementara itu di tempat Karin di mana Karin mulai kewalahan untuk mengurus beberapa player yang bersatu untuk mengejarnya.
"Sial, magenya memiliki skill stun yang parah sedangkan tanknya terus melindungi mage." Karin mulai kehabisan cara untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Karin terus belari dan bersembunyi karena saat ini mode ghostnya sedang coldown, meskipun Karin menggunakannya itu hanya mampu menghilangkan hawa keberadaannya sepenuhnya dan mengabaikan lima puluh persen damage yang di terima tapi tetap dapat di lihat oleh musuh.
Saat Karin berlari secara tidak sengaja ia menginjak sesuatu membuatnya tidak dapat bergerak dan sebuah rune sihir terbentuk dibawah kakinya.
__ADS_1
"Sial! Jebakan mage kah!?" Berteriak Karin namun tiba tiba ia di teleportasikan kedalam sebuah peti yang sangat gelap.
Karin tidak bisa bergerak leluasa karena peti tersebut bagaikan sebuah peti mati yang di tempati oleh mayat namun Karin bingung kenapa ia bisa di teleportasikan kepeti ini.