
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Dulldys City
Bod menyimpulkan bahwa point Intelligence Kevin pasti sangat rendah karena sampai saat ini ia masih menyimpan skill nya yang arti nya ia ketakutan kehabisan mana.
Yang paling Bod waspadai untuk saat ini adalah tangan kiri Kevin yang terus mengeluarkan aura hijau gelap, ia beranggapan bahwa itu adalah skill yang membutuhkan waktu lama untuk aktif dan akan langsung menghabiskan mana Kevin jadi Bod hanya perlu menghindari serangan itu untuk menang.
"Aku memiliki kepercayaan diri pada pertahanan ku." Ucap Kevin.
"Baiklah seperti nya aku memang harus serius." Bod kembali bersiap untuk menyerang.
"Datang lah." Ucap Kevin. 'Seperti nya sudah saat nya mengakhiri ini.' Batin nya.
Ting!
"Attack Stun!" Begitu pedang Bod mengenai pedang Kevin barulah ia mengaktifkan skill stun nya yang membuat Kevin berada dalam kondisi stun selama tiga detik.
"Gawat! aku lengah." Kevin benar benar tidak menyangka hal tersebut dan sampai saat ini ia tidak memiliki skill apapun yang bisa meloloskan nya dari kondisi stun kecuali immortal karena selama ini Kevin selalu mengandalkan Fani untuk menghilangkan efek Debuff.
"Sword Dance! Fire Sword!" Bod menggunakan kombo nya dan menebas Kevin dengan cepat selama tiga detik tersebut.
-9.100
-8.995
-8.995
Hp Kevin terus menurun hingga akhir nya berhasil terlepas dari efek stun tersebut, untung nya ia memiliki devense yang tinggi sehingga tidak kehilangan seluruh hp nya meskipun hanya tersisa dua puluh persen.
"Cepat juga kau menghabiskan hp ku." Ucap Kevin setelah melompat mundur untuk mengambil napas.
"Cih! Seharus nya kau mati saja tadi." Kesal Bod karena damage nya tidak cukup tinggi untuk membunuh Kevin.
"Sudah lah langsung ku akhiri saja." Ucap Kevin bersiap dengan kuda kuda khas nya dan mengganti pedang nya menggunakan Demon Sword yang muncul entah dari mana.
"Akhiri? Hng dengan hp serendah itu kau bisa apa?" Bod kemudian berlari ke arah Kevin.
"Sword Dance, Water Sword." Kevin terlebih dahulu mengaktifkan dua skill nya.
__ADS_1
Tak!
Satu hentakan kaki Kevin membawa nya langsung kedepan Bod dan langsung menebas nya dan berpindah kebelakang nya.
Sret!
-32.000
+Hp 2,3%
"Apa!?" Terkejut Bod saat Kevin sudah berada di belakangan nya.
Bod menebaskan pedang nya kearah belakang namun Kevin menghindari nya dengan mudah dan memberikan dua tebasan pada perut Bod kembali.
-32.000
+Hp 2,3%
-32.000
+Hp 2,3%
"Sekarang hp kita sudah setara kan? Oh maaf seperti nya hp ku lebih tinggi." Ucap Kevin yang tiba tiba sudah berada di jarak tuj7h meter di depan Bod.
"Kau mempermainkan ku, terima lah ini Flame Sword!" Teriak Bod mengeluarkan skill nya karena sudah snagat emosi ia menyerang secara asal asalan.
Sebuah api yang sangat panas terbentuk di pedang Bod yang bahkan sedikit demi sedikit melelehkan pedang nya yang arti nya itu sangat panas dan bersiap menebas Kevin.
"Itu skill yang sangat bagus aku menginginkan nya." Ucap Kevin membuang satu skill di slot penyimpanan skill Demon Sword nya dan ingin mengisi nya menggunakan skill milik Bod.
Slash!
"Sial!?" Bod hanya mampu mengumpat saat sebuah pedang menusuk perut nya.
+Soul 1
[Skill - Flame Sword berhasil di dapatkan.]
"Ternyata mengalahkan player saat duel seperti ini juga mendapatkan jiwa." Gumam Kevin tersenyum saat melihat karakter Bod menghilang dan hadi battle ia terima.
{Selamat kepada player Kevin! Berhasil memenangkan pertarungan.}
"Dia menang?"
__ADS_1
"Dia mengalahkan player berlevel seratus loh."
"Bukan kah karakter nya itu terlalu kuat? Memiliki kecepatan yang aneh, pertahanan yang kuat serta damage yang tinggi, apa apaan itu?"
"Bagaimana cara dia mengatur stat point nya?"
Sementara pada player berdebat, beberapa player berlevel seratus bajkan ada yang berlevel seratus sepuluh yang mengisi kebosanan mereka karena level mereka telah maksimal dan sekuat apapun mereka meningkatkan level tetap saja mereka tidak mendapatkan exp apapun.
Beberapa di antara mereka adalah player dari berbagai guild kuat mulai menyadari dan mengenal Kevin, meskipun mereka telah melihat video nya di kedua event namun baru kali ini mereka melihat kekuatan Kevin secara langsung.
Keinginan untuk merekrut Kevin tentu ada karena jika bergabung dengan guild lain apa lagi guild yang bermusuhan dengan mereka tentu itu akan sangat merepotkan untuk melawan player berpotensi seperti Kevin.
"Bod bodoh itu, dia salah memilih lawan." Seorang player mulai mengumpati Bod karena ia juga berasal dari guild yang sama namun saat ini ia merasa sangat sungkan untuk mengajak Kevin bergabung.
Beberapa perwakiln guild lain mulai turun ke arena saat karakter Bod sudah kembali di bangkitkan di tempat ia mati.
"Sudah tidak ada urusan sebaik nya aku pergi saja, Leap!" Kevin menggunakan skill nya dan melompat ke tempat kursi penonton tepat nya di dekat Karin.
"Untung banyak nih, teraktir dong." Ucap Karin.
"Kan sudah tadi." Balas Kevin karena ia lah yang membayar daging panggang sebelum nya.
"Lain di dunia game lain di dunia nyata." Ucap Karin karena ingin sedikit memanfaatkan hasil Kevin yaitu sebesar seratus juta rupiah.
"Hey Kevin, lama tidak berjumpa." Seseorang datang menyapa Kevin dan itu adalah dua orang yang dulu pernah mengundang Kevin ke guild nya namun tidak menyebut nama dan nama guild.
"Siapa?" Kevin berpura pura bingung.
"Haih.. tidak kusangka kau langsung melupakan wajah ku, aku Dred dan dia Niar, kau harus mengingat nya loh, setelah beberapa hari saja tidak bertemu level mu sudah setinggi ini." Ucap Dred.
"Lalu?" Bertanya Kevin akan tujuan mereka.
"Ketua kami ingin mengundang mu-"
"Merasa terhormat lah, kami dari guild Garuda menginginkan mu menjadi anggota." Ucap Niar memotong ucapan Dred dengan sombong nya, Niar adalah seorang perempuan yang memiliki job warrior sedangkan Dred memiliki job Assassin.
"Tapi aku merasa terhina." Baru saja Kevin ingin mengatakan akan mempertimbangkan nya namun saat melihat Niar drngan sombong nya mengatakan demikian Kevin langsung jengkel sendiri dan menolak secara terang terangan.
"Kau! Kau baru saja di undang oleh anggota inti guild Garuda, player rendah seperti mu memiliki kesempatan seperti ini adalah hal langkah." Ucap Niar yang juga kesal mendengar balasan dari Kevin.
"Ahhaha.. maaf Kevin." Dred segera memisahkan. "Niar memang seperti itu dia yang paling berjuang keras untuk masuk keguild Garuda jadi aku rasa dia sedikit iri padamu." Bisik Dred segera menenangkan Kevin.
"Ada apa Karin?" Kevin mengalihkan diri dengan bertanya pada Karin meskipun dari tadi Karin hanya bengong dan memperhatikan saja.
__ADS_1