
{Gaoo!!! Selamat pada setiap player sepuluh besar! Di antara kalian hanya ada tiga player yang mengalami pergeseran posisi tapi hadiah tetap sama untuk sepuluh player teratas. Baiklah semuanya event telah berakhir dan kalian akan di teleportasikan keluar area Event. Happy new year!}
Maskot game dengan bentuk boneka kelinci memberikan pemberitahuan seperti sebelumnya.
"Uh akhirnya berakhir." Karin langsung terduduk.
"Peringkat kita naik ke peringkat tiga dan empat sementara peringkat tiga yang tadi turun ke peringkat lima." Ucap Kevin melihat namanya berada pada peringkat tiga.
"Mungkin mereka fokus melarikan diri." Ucap Karin.
"Kurasa tidak lihat peringkat satu dan dua, point mereka bertambah banyak kurasa mereka juga memanfaatkan satu jam terakhir untuk memburu player yang memburunya." Ucap Kevin memperlihatkan layar peringkat.
"Ah sudahlah dengan point lebih dari seribu ini aku sudah bisa menjalani tahun baru tanpa kekurangan uang." Ucap Karin.
"Seribu point setara dengan seratus juta sih yah.." Ucap Kevin.
"Btw kau dapat berapa Vin?" Bertanya Karin.
"Seribu lima ratus dua puluh, a' sepertinya kita akan segera di teleportasikan." Jawab Kevin saat tubuh karakter mereka mulai bersinar.
"Aku yang Assassin tapi kenapa kamu yang mengambil semua last hit." Gerutu Karin sebelum mereka berdua berteleportasi kekota Liden.
Liden City
Town Centre
"Aku akan langsung logout." Ucap Karin bersiap untuk menekan tombol logout.
"Aku juga." Kevin pun ingin segera logout karena sedikit khawatir pada Yuru yang tidak tau wilayah sekitar.
...
Rumah Kevin
Setelah Logout Kevin langsung melihat jam yang menunjukkan bahwa ia hanya login selama dua puluh empat jam saja padahal di dalam event berlangsung selama lima hari.
"Mungkin aku harus mengurangi waktu bermain gameku untuk beberapa hari." Ucap Kevin yang sedikit khawatir pada kesehatannya sendiri.
Kevin kemudian berjalan keluar kamar menuju dapur untuk mengambil cairan gizi namun Kevin melihat Yuri yang sedang sibuk dengan Laptopnya di ruang tamu.
"Apa yang kau lakukan Yuri?" Bertanya Kevin.
"Senior! Yuri hanya melihat beberapa magic item di beberapa toko game." Jawab Yuri yang seakan mencari sesuatu.
"Apa yang kalian lakukan?" Bertanya Karin yang baru saja datang dari arah kamarnya.
__ADS_1
"Bukan apa apa." Kevin menjawab.
"Oh begitukah." Karin tidak terlalu perduli dan lanjut berjalan menuju dapur.
"Ah Karin!" Panggil Kevin menghentikan lankah Karin.
"Apa?" Berbalik Karin bertanya.
"Tolong sekalian ambilkan satu cairan gizi A yah." Ucap Kevin mengangkat telunjuknya.
"Baiklah." Karin kembali berjalan menuju dapur.
"Jadi apa yang kau cari?" Bertanya Kevin duduk di sebelah Yuri.
"Item pedang yang memiliki magic power tinggi." Jawab Yuri masih terus men scroll toko toko game MMORPG World For Adventure.
"Iya ya meskipun kamu bisa menggunakan pedang tapi kamu hanya memfokuskan pointmu pada agility dan Intelligence, jika menggunakan pedang pasti damagenya rendah." Ucap Kevin.
"Sayangnya tidak banyak yang memiliki class seperti Yuri jadi jarang sekali ada magic sword item." Keluh Yuri.
"Aku akan membantumu mencarinya lewat koneksi toko online ku nanti." Ucap Kevin.
"Terima kasih senior." Ucap Yuri.
"Besok kamu sudah masuk sekolah kan?" Kevin memastikan karena besok adalah tanggal dua januari yang merupakan hari pertama siswa masuk sekolah setelah libur akhir tahun.
"Apa kamu sudah punya seragam sekolah?" Kevin memastikan karena sepertinya Yuri belum pernah membelinya sejak tiba di rumahnya.
"Sudah kemarin Yuri ke expenses center untuk berbelanja beberapa kebutuhan." Ucap Yuri menjawab.
"Sudah kubilang kan jangan keluar terlalu jauh." Kevin menegur.
"Yuri hanya ingin berbelanja saja." Yuri membela diri dejgan nada rendah.
"Kan bisa pesan online." Kevin terdiam sejenak melihat ekspresi Yuri. "Sudahlah lain kali jika ingin keluar minta Karin atau aku temani saja, kamu belum kenal bagaimana itu jakarta." Sambung Kevin.
"Yuri mengerti." Jawab Yuri dengan suara kecil.
Ting! Tong! Ting! Tong!
"Aku buka pintu dulu." Ucap Kevin berjalan menuju pintu.
Kevin membuka kunci pintu dan melihat siapa yang membunyikan bell rumahnya di pagi begini meskipun Kevin sudah dapat menebak dari irama cara menekan bell nya.
"Ada apa Alka pagi pagi begini?" Bertanya Kevin melihat Alka berdiri di depan pintunya dengan membawa empat kantong plastik penuh di kedua tangannya.
__ADS_1
"Selamat tahun baru." Ucap Alka dan menerobos masuk. "Tadi malam aku menelponmu berkali kali tapi tidak ada jawaban sama sekali kamu ngapain?" Bertanya Alka sementara melepas sepatunya.
"Aku ikut event battle royal tahun baru MMORPG World For Adventure." Jawab Kevin membantu membawa bawaan Alka.
"Ternyata benar saat aku melihat rangking event tadi aku melihat namamu dan Karin, karena aku berpikir kau belum makan makanya aku membawa makanan kita rayakan hari pertama tahun baru ini di sini saja."Ucap Alka langsung menuju keruang tamu.
"Kalau begitu terima kasih." Kebetulan sekali entah kenapa akhir akhir ini Kevin jadi malas untuk memasak.
Berjalan mereka berdua menuju ruang tamu dan melihat Yuri di sana masih sibuk dengan laptopnya.
"Siapa?" Alka bertanya dengan wajah datar kearah Kevin.
"Tamu enggak di undang." Ucap Kevin menyinggung Yuri.
"Senior!" Berteriak Yuri yang merasa sangat tersinggung.
"Tidak kusangka kau ternyata mulai ngeharem terlebih dengan anak SMA." Ucap Alka menatap datar Kevin karena meskipun Alka bisa di katakan cukup baj*ngan tapi dia tidak memiliki selera sama sekali pada gadis SMA.
"Sudah kubilang dia tamu kan, kenalkan dia Hirokata Yuri pindahan dari jepang dan akan sekolah di SMA kita.., juga dia player." Kevin memperkenalkan dan menambahkan status pada akhirnya.
"Lalu kenapa dia berada di rumahmu? Jangan bilang dia adalah anak lain dari ayahmu yang baru kau tahu, mungkin nanti aku akan menulis sebuah novel 'ternyata aku punya adik tiri yang manis' pasti akan disukai banyak siscon." Ucap Alka.
"Tidak lah." Kevin memberikan sedikit pukulan pada kepala Alka. "Kau tanya saja padanya." Kevin langsung duduk setelah meletakkan beberapa makanan yang di bawa oleh Alka di atas meja.
"Hai Yuri chan, kenapa kamu tinggal di rumah Kevin?" Alka bertanya dengan senyum super manis bagaikan cokelat seperti warna kulit Alka.
"Rahasia -_-." Yuri langsung menjawab dengan nada datar.
"Pfu pfu sayang sekali." Alka tidak bertanya lagi.
"Kevin." Karin datang dan langsung melempar cairan gizi pada Kevin.
"Thank you." Kevin menangkapnya dan langsung meminumnya sampai habis.
"Hy Karin." Sapa Alka.
"Buat apa kamu kesini Alka?" Karin bertanya.
"Hanya ingin menyambut hari pertama tahun ini saja." Jawab Alka mengeluarkan beberapa kaleng bir.
"Kuharap kau berhenti membawa bir saat ingin berpesta di rumahku." Ucap Kevin.
"Tidak masalahkan sesekalikan?" Alka selalu mengabaikan ucapan Kevin di saat seperti ini.
"Saat ingin login aku hanya makan pizza kenapa sekarang pizza lagi?" Terkejut Kevin saat membuka salah satu plastik.
__ADS_1
"Di situ ada roti yang kubeli di swalayan." Alka menunjuk plastik lain.