
Real World
Hotel Excaliber
"Bagaimana kalau lain kali kita main bareng." Ucap Kevin.
"Aku baru ingin mengajak mu." Ucap Herman.
"Selama pembagian drop oke." Ucap Khairul.
"Kau juga kan Gus?" Ucap Kevin pada Agus.
"Aku hanya di perpustakaan saat di dalam game, aku tidak akan berguna dalam pertarungan loh." Ucap Agus.
"Apa lagi aku, aku hanya Blacksmith, aku lebih suka menciptakan sesuatu dan meneliti item menarik." Ucap Alka.
"Oh iya sebenar nya aku berniat membangun guild tapi sampai sekarang tidak tau mulai dari mana." Ucap Kevin.
"Kalau itu tenang saja, kita mulai dari merekrut semua player kelas kita." Ucap Alka tiba tiba bersemangat.
"Eh semua nya main game ini?" Terkejut Kevin.
"Hanya kau yang paling lambat memainkan nya Kevin." Ucap Herman.
"Lalu kita akan membangun markas di suatu kota di dalam game." Ucap Alka seakan sudah menyusun rencana.
"Membangun markas, hmm... aku memang belum punya tempat tinggal selain penginapan." Ucap Kevin.
"Setelah semua sistem guild terbentuk kita akan membuat markas di real world." Ucap Alka.
"Dengan kata lain kau ingin kita hanya fokus bekerja dan mencari penghasilan di game ini begitu." Ucap Kevin mengatakan inti nya.
"Kita sudah mendapatkan pasar di online menggunakan toko mu Kevin, kita juga sudah mendapat nama baik dari karakter mu, dalam waktu singkat kita bisa menjadi guild besar loh, ini kesempatan terbaik." Ucap Alka.
"Nm aku setuju." Ucap Herman.
"Kurasa ini akan jauh lebih baik dari pada bekerja sendiri." Ucap Khairul.
"Ya.. aku akan berusaha." Agus juga berniat bergabung.
"Tinggal memberitahu semua nya." Ucap Alka selesai menyusun nya.
"Aku harap itu tidak mengganggu reuni." Gumam Kevin.
__ADS_1
"Perhatian semua nya guys!" Alka langsung mengambil perhatian.
Alka mulai menjelaskan rencana yang ia buat, meskipun banyak yang ia tambahkan dalam rencana tanpa persetujuan Kevin tapi memang begitu lah cara Alka berbisnis.
Beberapa teman sekelas Kevin memang sudah ada yang sukses di game ini jadi lebih mudah untuk mengajak nya tapi beda lagi yang memiliki kesuksesan di reall wolrd dan sedang berkarir.
Tapi dengan kemampuan pasaran Alka dapat merekrut nya dengan membuat nya tetap fokus pada Real World dan akan foksu sebagai agen real world saja.
Yah meskipun ajuan dan debat berlangsung selama satu jam dan kadang Kevin juga harus turun tangan untuk menjelaskan beberapa hal namun Alka memang yang terbaik dalam hal ini karena berhasil meyakinkan seratsu persen teman sekelas untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
"Seperti biasa Alka masih bisa di andalkan yah." Ucap Bilqis datang mendekati Kevin.
"Dia memang terlatih untuk melakukan hal ini." Ucap Kevin.
"Aku memang sudah menduga nya tapi aku baru yakin setelah melihat berita di tv, ternyata kau memang Angel Of Death." Ucap Bilqis dapat mengenali wajah Kevin di dalam game meskipun menggunakan kacamata atau pun warna rambut nya yang berubah.
"Tapi aku yakin kau juga melakukan hal yang sama." Ucap Kevin.
"Maaf lah yah aku hanya menggunakan nama ku saja tapi tidak menggunakan wajah ku." Ucap Bilqis.
"Sama saja." Kevin tidak ingin kalah.
"Jelas berbeda lah kau menyamakan semua nya Kevin." Ucap Bilqis juga tidak ingin kalah.
"Baiklah aku memang tidak akan menang melawan mu dalam debat, selalu dari dulu." Ucap Kevin mengalah.
"Tentu saja, sekarang aku sudah memiliki uang dan tidak perlu kalian lagi yang kumpul uang buat belikan aku Lks." Ucap Kevin tidak memahami maksud dari ucapan Bilqis.
"Kau memang sudah berubah di bidang keuangan tapi bukan itu maksud ku Vin." Ucap Bilqis.
"Jadi apa maksud mu?" Bertanya Kevin.
"Bukan apa apa oh iya btw Vin, di dalam game aku cukup kuat loh." Ucap Bilqis mengubah alur pembicaraan.
"Apa class mu?" Kevin tidak lagi menanyakan job tapi langsung class.
"Kau masih langsung terang terangan pada ku Vin." Ucap Bilqis.
"Mm.. tidak masalah kan hanya menanyakan class saja." Ucap Kevin sedikit malu malu.
"Tapi aku menyukai nya loh Vin." Ucap Bilqis sengaja menggoda Kevin.
"Jangan menggoda ku Bilqis." Ucap Kevin menutup mulut nya menggunakan tangan lalu menengok ke arah lain.
__ADS_1
"Class ku Queen Blossom." Ucap Bilqis menjawab pertanyaan Kevin sebelum nya.
"Nama nya sangat cocok untuk mu Bilqis." Puji Kevin.
"Baik lah semua sudah sepakat untuk memilih Kevin sebagai leader dalam guild jadi silahkan kepada leader Kevin untuk memberikan arahan pada anggota." Ucap Alka setelah melalui diskusi sekelas.
"Eh aku?" Bertanya Kevin.
Kevin pernah menjadi ketua kelas saat kelas satu semester satu pas SMA itu karena wajah nya membuat banyak yang langsung menunjuk nya, terlebih di antara tiga puluh siswa murid laki laki hanya ada sepuluh biji.
Namun itu hanya bertahan empat bulan sebelum di gantikan karena tidak pernah menghadiri rapat ketua kelas sama sekali.
Sekarang semua kembali setuju menunjuk nya sebagai pemimpin mereka apakah mereka ini bodoh? Tapi mereka teman teman nya sendiri jadi Kevin pun paham alasan mereka menunjuk nya.
"Tentu saja, guild kita akan jauh lebih berkembang jika di ketuai oleh Angel Of Death." Ucap Alka.
"Di dunia pertarungan kami percaya pada kemampuan lu Vin!"
"Jangan khawatir kami akan mengikuti mu." Ucap yang lain.
"Ini kalian yang pilih yah." Ucap Kevin berjalan ke arah panggung kecil di ruangan.
"Silahkan kata sambutan nya leader." Ucap Alka memberikan mik.
"Teman teman sekalian saya sangat tersanjung saat kalian memilih saya sebagai ketua kalian karena itu arti nya kalian mempercayai saya, dalam kepercayaan kalian kali ini tidak akan saya sia sia kan seperti dulu, saya akan memastika guild kita menjadi guild top di dunia." Ucap Kevin.
"Oh Rina silahkan." Alka melihat salah satu teman perempuan nya mengangkat tangan untuk bertanya atau mungkin mengajukan pendapat.
"Apa nama guild kita leader?" Rina langsung menanyakan point penting nya.
"Nama belum kalian putuskan?" Bertanya Kevin pada Alka.
"Mana mungkin kami memutuskan nya saat leader sibuk berpacaran." Ucap Alka.
"Ouhhui!"
"Fiuit!"
"Baik lah bagi kalian yang memiliki saran bagus silahkan mengajukan kita akan memilih nama bersama nanti, teman teman undangan yang ingin berpartisipasi dalam guild juga boleh memberika nama." Ucap Kevin.
Akhir nya mereka mulai memberikan nama lalu memilih salah satu nya, tentu itu di lakukan bukan hanya sekali karena sering kali ada perombakan dan itu terus terjadi hingga lima belas menit kemudian.
"Strayderer, nama nya sudah di putuskan dan semua nya setuju kan." Ucap Kevin setelah diskusi yang lama.
__ADS_1
"Setuju!" Jawab semua nya.
"Biar kutanyakan lebih awal, nama ini tidak kalian pilih karena aku yang menentukan nya kan?" Bertanya Kevin.