MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 95, Swalayan


__ADS_3

Real World


"Jangan lupa sikat gigi." Kevin mengingatkan.


"Aku bukan anak kecil senior!" Berbalik Yuri dan berteriak karena sangat tidak suka di perlakukan seperti anak kecil sebelum kembali berjalan ke arah kamar nya sambil menghentak hentakkan kaki nya.


Dak! Dak! Dak!


"Nah begitu lebih terlihat bersemangat kan." Gumam Kevin.


"Sebaik nya kau tidak selalu menjahili nya di jam segini, itu mengganggu tetangga." Karin mengingatkan.


"Jam segini seharus nya swalayan masih buka kan?" Bertanya Kevin mengabaikan peringatan Karin.


"Biasa nya buka sampai jam dua belas malam." Jawab Karin.


"Aku ke swalayan dulu sebentar." Kevin ingin membeli beberapa bahan makanan termasuk cairan gizi yang sudah habis.


"Titip sikat gigi, sudah saat nya aku ganti sikat gigi." Ucap Karin yang teringat sikat gigi saat Kevin mengingatkan nya tadi pada Yuri.


"Masih ada yang lain?" Kevin menanyakan nya sekaligus saja.


"Aku juga sikat gigi senior!" Ucap Yuri dari balik pintu yang hanya memperlihatkan kepala nya saja.


"Kau belum tidur." Ucap Kevin.


"Yuri ingin sikat gigi dulu." Balas Yuri.


"Oh sekalian juga belikan cola dan snack kentang, aku ingin sedikit begadang ada film drama yang ingin ku lihat." Ucap Karin.


"Oke itu saja kan?" Kevin bersiap untuk keluar.


"Lagi senior." Panggil Yuri menghentikan langkah Kevin.


"Apa lagi?" Kevin mulai kesal sendiri.


"Pasta gigi, milik Yuti sudah di habis kan kak Karin." Ucap Yuri memicu perang.

__ADS_1


"Itu pasta gigi ku!" Ucap Karin.


"Jelas jelas Yuri yang lebih dulu membuka nya!" Yuri tidak mau kalah.


"Aku yang membawa nya!" Karin pun masih berusaha membela diri.


"Oke cukup, aku yang membeli nya." Kevin memberikan akhir yang baik untuk kedua nya.


"..."


"..."


Karin dan Yuri langsung diam.


"Aku akan membeli dua pasta gigi, dasar setidak nya beli sensiri dong-"


Tok! Tok! Tok!


Tiba tiba ucapan Kevin terhenti dengan suara ketukan pintu.


"Ah pasti tetangga." Ucap Kevin segera membuka pintu. 'Satpam rupanya.' Batin Kevin saat melihat satpam komplek di depan pintu nya.


"Iya maaf maaf." Kevin meminta maaf dengan tulus karena memang mereka lah yang bersalah.


"Tolong sebisa mungkin jangan di ulangi mas yah, saya pamit dulu." Ucap satpam tersebut sebelum kembali berpatroli.


"Iya baik, maaf mengganggu pak." Kevin masih meminta maaf sebelum satpam tersebut tidak lagi terlihat.


Berbalik Kevin dan melihat baik Karin maupun Yuri sudah melarikan diri dan entah bersembunyi di mana.


"Haih sudahlah." Kevin menarik satu sweater yang kemudian ia gunakan dan keluar setelah mengunci pintu karena tetap saja meskipun di kunci dari luar, orang di dalam tetap bisa membuka nya menggunakan kata sandi.


Kevin sudah sangat lama tidak berjalan jalan seperti ini saat malam hari jadi Kevin sedikit menikmati suasan malam ini di mana lampu jalan yang menerangi jalan serta angin yang berhembus ke wajah Kevin membuat Kevin dapat mendengar suara angin malam.


Kevin melihat ke arah atas di mana langit tertutupi oleh awan, Kevin sedikit berharap dapat melihat bintang namun sayang nya malam ini bukan keberuntungan bagi Kevin di atas nya hanya ada awan yang menghalangi pandangan saja.


Suara malam yang di iringi oleh suara jangkrik dan kodok, meskipun ini area perkotaan bukan berarti tidak ada jangkrik dan kodok yah meskipun suara nya tidak seramai di sebuah pedesaan yang dekat dengan hutan atau gunung.

__ADS_1


Berjalan Kevin melewati malam yang hanya di terangi oleh lampu jalan serta lampu lampu dari setiap rumah warga yang membuat Kevin terkadang rindu akan sebuah keluarga karena Kevin yakin, di balik setiap lampu yang menyinari jalan nya menuju swalayan, di sana ada sebuah keluarga yang hangat.


Tapi setidak nya Kevin bersyukur orang tua nya masih menyisahkan rumah untuk nya dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah nya karena Kevin yakin tidak semua anak indonesia mendapatkan ke beruntungan yang sama dengan nya.


Saat Kevin terus berjalan, tanpa sadar ia sudah tiba di swalayan dan langsung memasuki nya, meskipun di luar sudah dingin entah kenapa swalayan ini masih tetap menyalakan pending yang membuat Kevin merasakan suhu panas dalam tubuh jya naik untuk menyeimbangkan kekebalan tubuh nya.


"Selamat datang." Ucap kasir dengan wajah mengantuk.


Yah sudah jelas lah, Kevin mengenal kasir ini adalah seorang mahasiswa dan bekerja paruh waktu di sini saat jam malam, sudah capek saat siang hari sementara malam harus bekerja.


Dengan melihat nya saja entah kenapa membuat Kevin berpikir kembali untuk kuliah, dia sudah memiliki uang yang cukup untuk kuliah sementara masih tetap bisa mencari rupiah di game.


"Aku pikirkan nanti saja." Kevin segera mengambil keranjang dan membeli apa saja yang ia butuhkan termasuk pesanan Karin dan Yuri.


Setelah Kevin mengambil semua yang perlu ia ambil entah kenapa mata nya tertuju pada rak buah buahan terutama nya apel.


"Benar juga yah.. terakhir kali ada buah buahan di kulkas itu saat ayah masih ada, mungkin sebaik nya aku membeli beberapa." Kevin berjalan kearah rak buah dan mengambil beberapa buah yang ia pilih dengan baik.


Kevin tidsk berhenti di sana, ia mulai ketagihan dan malah membeli banyak makanan ringan yang dapat ia simpan di kulkas.


Setelah nya Kevin berjalan ke arah Kasir dan bersiap untuk membayar tagihan nya, kasir mulai menghitung seluruh jumlah belanjaan Kevin dan itu berlangsung cukup lama.


"Semua nya dua juta dua ribu seratus rupiah, apakah ingin membeli tas belanja?" Ucap kasir sebelum bertanya.


"Masukan ke tas semua nya." Ucap Kevin. 'Aku terlalu banyak membeli makanan ringan.' Batin Kevin mengeluarkan ponsel nya dan membayar semua nya.


"Tiga tas belanja lima belas ribu, total semua nya adalah dua juta tuju belas ribu seratus rupiah, empat ratus rupiah nya mau di donasikan atau permen aja atau ingin di kembalikan ke rekening nya?" Kembali si kasir bertanya.


"Donasikan aja." Kevin sudah cukup banyak membeli makan ringan bahkan ada juga dua pak permen selain itu Kevin juga terlalu malas melihat jumlah saldo nya yang penuh cacat, arti nya memiliki jumlah kurang lima puluh ribu di belakang nya.


"Baik." Kasir memberikan Kevin tiga tas belanjaan nya yang penuh.


"Oke." Kevin membawa nya dengan mudah.


"Terima kasih banyak, silahkan datang lagi." Ucap kasir tersebut.


Ini lah yang juga di sukai Kevin saat malam, kasir yang bertugas di malam hari itu sedikit lebih sopan dari pada yang siang hari karena tidak banyak pelanggan saat malam hari.

__ADS_1


Saat Kevin menginjakkan kaki nya di luar swalayan, ia langsung merasakan suhu tubuh nya yang panas karena perubahan suhu di mana tadi suhu ruangan sangat dingin membuat suhu tubuh nya otomatis meningkat, di tengah tengah panas nya tubuh Kevin, ia keluar dari ruangan dan menuju yang suhu nya tidak terlalu dingin membuat suhu tubuh nya menjadi sangat terasa.


__ADS_2