
Keesokan harinya,
Saat akan berbelok ke koridor kelas,
Dominique bertabrakan kembali dengan Haiden, kali ini Dominique menumpahkan jus strawberry di baju Haiden__
"Ah, maaf__maaf" Dominique yang merasa bersalah mencoba membersihkan baju Haiden dengan tissue,
namun Haiden yang merasa kesal mencengkram kedua tangan Dominique dengan keras Dan kasar,
"Kali ini kau harus bertanggung jawab penuh, Aku tidak akan melepaskanmu lagi" tatap Haiden penuh dengan kemarahan.
Dominique binggung, sesaat tersadar peristiwa tabrakan kemarin__
"Aw, sakit, maaf, ka__kamu, yang kemarin kan?" Dominique yang merasa bersalah.
ow, kalau Aku bersikap kasar padamu, baru kau mengingatku, baiklah sesuai permintaanmu. Batin Haiden.
Haiden menghempaskan cengkaram kuat tangannya pada Domi, berjalan meninggalkan Domi diikuti oleh John.
Domi terus memegani tangannya yang sakit, Dan saat masuk kelas, matanya langsung tertuju pada Haiden yang tentu saja sedang menatapnya dengan tajam, bulu kuduk Domi berdiri kembali.
ah, ternyata ini "Setan" nya. umpat Domi.
"Kenapa tanganmu Domi" tanya Bella saat Domi duduk di bangku nya.
"Ah, tidak apa-apa Bel" sautku.
"Benar tidak apa-apa, ini bukan kamu lagi cari alasan buat rencana nonton double date kita nanti sore kan" Goda Bella.
"Nonton, ah__tentu saja tidak dong" Domi merasakan kursi belakangnya seperti ditendang, dan bulu kuduknya berdiri.
apa cuma perasaanku saja ya.
Sorenya, Domi, Bella, Kevin Dan Damar pergi kebioskop, seharian dijalani dengan penuh kegembiraan.
Besoknya,
Di sekolah
Ketua Osis dan beberapa anggota Osis masuk ke kelas, memberi pengumuman, penggalangan Dana untuk Kevin yang kecelakaan dan masuk rumah sakit, Kaki Dan tangan Kevin patah memerlukan Bantuan untuk biaya operasi.
saat mendengar berita dari ketua Osis Domi Dan Bella saling menatap,
mereka tidak percaya kalau Kevin kecelakaan, karena baru saja kemarin mereka habis double date.
Saat istirahat makan di kantin bersama Bella Dan Damar.
"Gimana kejadiannya Dam, kok bisa Kevin kecelakaan, kalian bukannya pulang bareng" Dominique yang penasaran.
"Aku berpencar, karena harus jemput mama di stasiun, jadi peristiwa jelasnya bagaimana hanya Kevin sendiri yang tahu"
Domi hanya terdiam mendapat jawaban dari Damar, sambil mengaduk-aduk makanannya.
Sepulang sekolah, Domi Dan Bella berjalan berbarengan keluar gerbang sekolah,
Dan
Saat berjalan sebuah mobil van berhenti dihadapan mereka, pintu mobil terbuka, seseorang membekap mulut juga members mereka.
Ketika terbangun Domi mendengar suara tangisan,
Domi terkulai dilantai ruangan yang lembab, dan gelap.
Lampu menyala Domi mencari sumber suara tangisan, Domi ingat kalau Bella bersamanya, hanya suara tangisan saja yang dia dengar dan tentu saja dia melihat Haiden yang bersandar disebuah meja menatap Dominique tajam dan John di belakangnya.
__ADS_1
"Kau mencari ini?"
Ucap Haiden menyalakan sebuah layar,
Dominique melihat Bella, kedua tangan di ikat disebuah tempat tidur, matanya tertutup dan bajunya Bella terlihat kotor dan rok sekolahnya sudah di robek di bagian tengah.
seketika tubuh Dominique bergetar penuh ketakutan.
"apa yang kau lakukan, cepat lepaskan Bella" Teriak Dominique bergetar melawan rasa takutnya.
"Lepaskan, boleh saja, asalkan kau memohon dengan benar" Seringai Haiden.
Dominique berdiri menghampiri Haiden, dengan berani dia menatap tantangan Haiden.
"apa salahku hah, kenapa kau mencelakai temanku" Dengan suara bergetar.
"Kau tanya kesalahanmu, oww__berani sekali kau bertanya seperti itu" Haiden yang sudah dihadapan Dominique memegang dagu Dominique dengan kasar.
Dominique membalas tatapan Haiden dengan kasar, "Kau pikir Aku takut, Aku tidak takut denganmu"
"John, beritahu dia cara memohon yang benar" Teriak Haiden
Dia sudah gila ya, menohon padanya, memang apa salahku.
"Lihat baik-baik Dan memohonlah sebelum kau menyesalinya" Tubuh Dominique di balik, Dan dicengkaram erat oleh Haiden dari belakang,
Dominique melihat seseorang pria berwajah seram Dan bertubuh besar dengan luka sayatan di wajahnya,
membuka pintu ke ruangan dimana Bella di ikat, pria tadi membuka baju Dan melemparnya sembarangan, lalu dia
merobek seragam Bella membuat Bella berteriak Dan menangis histeris ketakutan meminta tolong.
"aakkhh" Teriakan histeris pun keluar dari mulut Dominique,
seketika Dominique menangis melihat pertunjukan dihadapannya, dia membayangkan bagaimana dirinya Ada di posisi Bella, jika benar terjadi, Bella tidak mengetahui orang yang menjamah tubuhnya karena matanya di tutup.
"Aku bilang tadi memohonlah dengan benar" Bisik Haiden penuh ancaman ditelinga Dominique.
"baiklah, baiklah, Aku mohon maafkan Aku" Ucap Dominique sekali lagi
"Kau masih tidak dengar, hah, memohonlah dengan benar"
Ucap Haiden dengan penekanan lebih berat ditelinganya.
Aku sudah memohon, apalagi ini kenapa dia masih Marah, apa Aku harus__
"baiklah, Aku berjanji akan menuruti apapun kemauanmu, asalkan jangan sentuh Dan lukai Bella"
akhirnya meluncur juga ucapan yang Haiden harapankan.
Seringai Haiden penuh kemenangan Dan melepaskan cengkaram tubuh Dominique.
"John" Teriak Haiden, John langsung memberi kode kepada pria tadi untuk berhenti, pria tadi sudah berada di atas tubuh Bella.
Setelah mendapat kode dari John pria tadi mengambil bajunya yang sudah dia buang ke lantai, lalu keluar dari ruangan Bella.
Haiden memberi kode untuk membereskan ruangan Bella Dan meninggalkan Haiden berdua dengan Dominique.
Dominique bernafas lega, ketika melihat Bella di papah keluar oleh John yang masih ketakutan Dan matanya di tutup.
"Kemarilah" Perintah Haiden, dengan langkah kaki bergetar Dominique menghampiri Haiden.
Haiden memberi kode agar Dominique duduk dipangkuannya Haiden.
Dominique terlihat ragu, Haiden langsung menarik tangan Dominique agar duduk dipangkuannya.
__ADS_1
Bulu kuduk Dominique tidak berhenti bergidik, hati Dominique kalut, penuh ketakutan.
Apa lagi yang akan dia lakukan. Batin Dominique.
Dominique merasakan tangan Haiden berjalan disekitar tubuhnya, Dominique menolak dan segera berdiri.
"Pergi lah, biar kan sisanya John yang melakukannya pada Bella" Ancaman Haiden.
Dominique terkulai lemas, duduk kembali di pangkuan Haiden, meletakkan kembali tangan Haiden di pinggangnya, pasrah tidak kuasa menghadapi ancaman Haiden.
"Maaf" Dominique bersuara lirih
"Pergi, Aku tidak suka kalau kau terpaksa"
"Tidak, Aku tidak terpaksa" Dominique merayu dengan putus asa.
"baiklah kalau begitu, karena kau sudah memohon dengan tulus__"
Cih, itu bukan memohon, kau mengancamku.
"kau lihat kertas disampingmu" Ucap Haiden dengan harga dirinya yang tinggi. Dominique melihat selembar kertas kosong yang sudah berisi dengan materai, pulpen dan sebuah lipstick.
Hah, apalagi ini, dia mau menyuruhku apalagi.
"ayo, ambil, dengarkan ucapanku lalu kau tulis_lah" Perintah yang mulia sultan Haiden.
Dominique mengambil kertas Dan pulpen bersiap menulis, saat akan menulis, Haiden memeluk tubuh Dominique dengan erat, tangannya meyapu rambut Dominique yang Terurai agar berada disatu bahu, lalu wajah Haiden maju ke telinga Dominique, berbisik di telinga Dominique__
"Aku, Dominique Delisha tanpa paksaan bersedia menjadi pacar Haiden Aramgyan. Berjanji akan selalu setia seumur hidup dan menuruti apapun kemau Haiden Aramgyan"
Dominique menyeringitkan dahinya, tidak percaya dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Haiden.
"Tanda tangan diatas materai, Dan berikan cap bibirmu disampingnya" Lanjut Haiden tersenyum penuh kemenangan.
"Sudah, sekarang antarkan Aku pulang, ayah Dan ibuku pasti khawa__" Haiden langsung menutup mulut Dominique dengan mulutnya, mencium Dominique dengan hangat dan lembut.
sekarang kau sah menjadi milikku.
Ah, ciuman pertamaku. Renggek batin Dominique yang tidak rela memberikan ciuman nya.
Haiden melepaskan ciumannya, dan mengelap bibir Dominique yang basah bekas lumatannya.
Haiden menurunkan Dominique dari pangkuannya, mengandeng tangan Dominique Dan membawa kertas yang sudah ditulis tangan oleh Dominique tadi.
Haiden membukakan pintu untuk Dominique, bahkan John yang melihat tidak percaya sampai mengucek kedua matanya.
Ternyata bukan cinta monyet.
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca.