
"Aku mau ikut di mobil grandma!"
Dominique yang menolak masuk mobil Haiden ataupun Willy.
"Ayo grandma,"
Dominique langsung menggandeng tangan Grandma.
Haiden dan Willy sudah tak bisa menolak lagi kemauan Dominique.
CEKLEK.
Mata Dominique membulat lebar ketika sesorang memberi tanda menutup mulut, hampir saja Dominique berteriak.
BRAK.
Pintu tertutup.
"An-anda sedang apa disini, Tuan Richard! Rich-ard."
Dominique bengong saat mengulangi nama yang terakhir dan menengok kearah grandma.
"Maaf sayang, Richard memaksa Grandma untuk bertemu dengan-mu. Grandma tidak punya cara lain selain menyembunyikannya di dalam mobil. Kau tahu sendiri, dua suami itu pencemburu!" jelas Grandma Rose.
"Aku juga pecemburu Grandma, dan sayangnya aku kalah cepat dari mereka!"
Dominique membalikkan tubuhnya menatap Richard, dia bahkan tidak menyangka bisa bertemu dengan tunangan-nya dalam situasi seperti ini.
"Bagaimana bisa anda? Jangan-jangan saat di hotel kemarin anda sudah mengenal saya?"
"Bukan anda, Richard. Aku kan sudah bilang namaku Richard"
Richard menarik hidung Dominique karena gemas.
__ADS_1
"Aw, sakit!"
"Jadi apakah kau akan menerima tawaran ku menjadi model ku atau mungkin kau sadar lalu menceraikan kedua suami-mu dan kembali memutuskan untuk menikah dengan tunanganmu yang tampan ini"
"Hahaha Richard, kau lucu sekali"
Dominique terkekeh renyah.
"Uhm, padahal aku yang seharusnya jadi suamimu satu-satunya!" keluh Richard.
"Grandma ...,"
Dominique langsung bergelayut manja di lengan grandma.
"Richard jangan mengodanya, kau kan hanya bilang ingin menemui, bukan menggodanya"
"Duh... Grandma, aku hanya mencari kesempatan barangkali aku beruntung kali ini dan Dominique akan memilihkumemilihku jadi suami ketiganya"
Dominique yang mendengar menautkan alis dan mendelikan matanya.
Dominique mode on pura-pura terisak.
"Astaga, astaga, dia memang bisa di jadikan model papan atas,"
Richard yang tersenyum melihat tingkah lucu Dominique.
Bisa-bisa dia tanpa sadar menggodaku. Apa dia tak tahu kalau aku masih sangat berharap padanya. Batin Richard.
"Kapan kita bisa bertemu lagi?"
ucap Richard sambil membenarkan anak rambut Dominique yang keluar.
"Seperti tidak akan bertemu lagi"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku akan segera kembali ke kotaku. Hari ini akan berangkat,"
"Secepat itukah?"
Wajah Richard terlihat kecewa.
"Iya sayang, padahal Grandma ingin kau pulang ke rumah dulu, Grandma ingin di masa kehamilan-mu, kau berada di sisi Grandma, Grandma ingin merawatmu dan melihat cicit Grandma lahir," pinta Grandma.
"Kalian bisa berkunjung. Aku sangat ingin makan ketoprak dan cilok!" ceplos Dominique.
"Ketoprak, cilok? Apa itu?"
Richard yang kebingungan dengan ucapan Dominique, menebak artinya.
"Itu makanan dengan saus kacang, pokoknya aku sedang ingin makan itu!"
ucap Dominique sambil mengelus perutnya.
Richard menatap Dominique yang terlihat bahagia dengan rencana kepulangan-nya.
Aku bahkan bersedia merawat dan membesarkan janin orang lain, asalkan aku bisa tetap bersamamu Dominique. Batin Richard yang berharap besar Dominique bisa merubah sikapnya, menceraikan kedua suaminya dan memiliki dirinya sebagai pelabuhan terakhir.
"Bolehkah, aku menyentuhnya? Sepertinya sangat menyenangkan!"
"Uhm, tapi ini masih terlalu kecil karena menurut hasil pemeriksaan dokter baru berjalan sekitar delapan minggu"
"Tidak apa-apa, aku pun ingin merasakan kebahagiaan-mu ..., "
Dominique tersenyum dan mengeserkan tangannya, membiarkan Richard menyentuh perutnya yang belum terlihat buncit.
Hallo calon bayi, semoga kau tumbuh dan sehat. Bahagia selalu dengan ibumu. Dan kalau bisa kau berikan-lah aku juga kesempatan untuk menyayangimu.
__ADS_1
Doa Richard setulus hati dalam batin sebagai tunangan Dominique...