MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Sudah Jatuh Ketiban Tangga


__ADS_3

Bu Ririn yang melihat kejadian segera mendatangi meja,


"Ada apa Domi?" tanya Bu Ririn cemas melihat kemarahan wanita tadi.


"Sa-saya juga tidak tahu Bu" Dominique berbisik lirih sambil mengusap rambut dan baju seragamnya yang basah.


"Ah, Ibu__, tolong ajarkan staffnya, tolong catat pesanan dengan benar" wanita tadi mulai bicara aneh.


ah, sial, wanita ini tadi saat memesan tidak bersuara, sekarang dia berbicara, benar-benar ingin menjebakku.


"Domi__" Bu Ririn mendelikkan mata, "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya Kak, semua pesanan kakak akan dicatat ulang dengan staff lain kami, dan untuk pesanan itu kakak tidak perlu membayarnya__" Wanita tadi tersenyum, menyeringai puas saat Bu Ririn menarik Dominique ikut bersamanya.


Table pria disebelah terus menatap Dominique, dia pun ikut geram melihat perlakuan tidak adil tadi.


Menarik. Guma Pria tadi dihati sambil tersenyum menakutkan.


Di dalam ruangan order taker,


"Ada apa sebenarnya Dominique"


"Bu, benaran Domi sudah mencatat pesanannya, dia itu menunjuk pesanannya saja, Domi juga sudah repeat ulang orderan sebelum Domi masukkan pesanan dia ke pastry bu, itu orang memang kayaknya modus bu, minta gratisan" emosi Dominique membludak.


"Ibu percaya kamu, cuma service tetap nomor satu, pesanan yang di cancel tadi kamu yang bayar ya, soalnya kan kamu yang handle pesanannya"


"Yaa__ampun bu__


sudah jatuh ketiban tangga pula__" Dominique yang kesal sudah keubun-ubun, yang kena musibah yang tak terduga.


"Sudah, sudah, ganti seragam kamu, dan bersihkan dulu wajahmu"


"Yasudah Bu, saya langsung break saja, karena saya mau keringkan seragam saya dulu"


"Oke, oke" usir Bu Ririn.


Dominique berjalan keluar ruangan order taker dengan malas naik ke loker untuk mengeringkan seragamnya.


Kemarin dicekik dan lutut besut, sekarang mimpi apa sampai disiram orang, mana seragam cuma satu lagi.


Saat Dominique melirik ruang pastry,


"Bebeb Justin hari ini tidak masuk Domi" teriak salah seorang staff pastry.


Dominique langsung menunduk, segera ke loker, menggantung baju seragamnya yang basah, membasuh wajah dan kepalanya yang disiram minuman tadi.


Dominique mengenakan jaketnya,


turun lagi akan mencari makan, saat diparkiran, baru saja beberapa langkah, wanita yang menyiram Dominique menghampiri,


"Bagaimana rasanya, aku peringatkan kau, jauhi barang yang memang bukan milikmu" seringai wanita tadi mendorong tubuh Dominique hampir terjatuh, untungnya ada seseorang yang menangkap tubuh Dominique dari belakang, hingga tubuh Dominique dipeluk dari belakang,


"Akhh!!"


Beberapa orang dibelakang orang tadi siap maju, namun tangan orang tadi memberi isyarat tidak boleh, mereka pun mundur kembali dibelakang tubuh pria tadi.

__ADS_1


Dominique memalingkan wajahnya, sesaat melihat wajah orang yang menangkap tubuhnya, ternyata dia adalah pria kemarin yang dia tolong saat ada pot yang akan menjatuhkan ke kepalanya.


"Terima kasih, Tuan" Dominique segera membenarkan posisinya, agar tidak lagi dipeluk oleh pria tadi.


Dominique berjalan menghampiri wanita tadi tanpa takut,


"Maaf Nona, apa saya mengenal anda? Kenapa anda bersikap kasar padaku"


"Tentu saja aku mengenalmu, kau wanita jalang" ucapnya dengan penuh amarah akan menampar wajah Dominique, namun tangan Dominique segera menangkapnya,


"Maaf Nona, saya tidak mengenal Anda, jangan sembarang menuduh"


"Aku tidak sembarang menuduh, kau memang wanita murahan, jalang__" mendelikkan mata.


ah, sial, perutku lapar sekali, meladeni wanita ini, menghabiskan waktu makanku.


Dominique menghempaskan tangan wanita yang tidak jelas tadi, malas mencari ribut,


"Ah, baiklah, saya memang jalang, murahan, sudah ya Nona, saya lapar" Dominique berlalu, meninggalkan wanita tadi yang spicles dengan jawabanku.


Pria di belakang Dominique, tersenyum puas, tidak mengira jawaban dari Dominique.


benar-benar wanita yang menarik, tampaknya aku dapat mainan baru.


Wanita tadi berbalik, marah, akan mengejar Dominique, namun pria tadi menarik lengan wanita tadi,


"Jangan ganggu lagi, berani ganggu, kau berurusan denganku" ucap pria tadi tajam dan dingin, membuat tubuh wanita tadi bergetar, lalu pria tadi menghempaskan tangan wanita tadi hingga jatuh tersungkur.


"Dasar pria brengsekkk" teriak wanita tadi kesal.


"Kalian ikut denganku" kedua pria dibelakangnya hanya mengangguk dan mengikuti Tuannya.


Pria tadi mengikuti Dominique ke warung tenda, dan dia melihat Dominique sedang memesan makanan, lalu duduk kembali ke mejanya, ia menghampiri meja Dominique, dan berdiri dihadapan Dominique,


"Tuan, Anda__" ucap salah seorang dari dua orang yang mengikuti Tuannya tadi, dia hanya mengangkat tangan yang berarti diam.


Dominique masih sibuk dengan ponselnya, dia tidak perduli dengan apapun yang ada disekitarnya, termasuk pria tadi yang sudah berdiri di hadapannya,


"Ehem" akhirnya pria tadi berdeham, Dominique melirik,


lho, pria ini, mau apa dia??


"Ada yang bisa dibantu Tuan" berbarengan dengan pesanan Dominique yang datang,


"Iya mas, terima kasih" Dominique tersenyum ramah kepada pelayan yang mengantarkan makanan tadi,


pria dihadapan Dominique langsung menatap tajam pelayan tadi, tatapan yang mematikan, pelayan pun langsung pergi.


Pria tadi langsung duduk berhadapan dengan Dominique,


"Maaf Tuan, meja yang lainnya masih kosong jika Tuan ingin makan" Dominique yang mengusir secara halus sambil menatap wajah pria tadi.


apa lagi ini, Aku lapar, lapar, aku ingin makan, daritadi banyak sekali gangguannya.

__ADS_1


berani sekali wanita ini berbicara tidak sopan padaku, seperti_nya dia sudah bosan hidup.


Pria tadi hanya diam, dia hanya terus menatap wajah Dominique.


ah-hh, akuuu laparrr.


Dominique punn tidak perduli, ia mulai menyantap makanannya, dan makan dengan lahap dihadapan pria tadi.


Sesekali menatap pria tadi, ia melihat Dominique yang makan dengan tangan sambil mencolek sambal dan lalap, membuat perutnya berbunyi tanpa sadar,


Dominique tersenyum,


haduh, ternyata banyak orang kaya hari ini minta aku traktir makan.


"Mas" panggil Dominique, melambaikan tangan kepada salah seorang pelayan tadi.


Pelayan tadi menghampiri Dominique, "Iya mbak, ada yang bisa saya bantu" Pria tadi langsung menatap pelayan tadi dengan tajam, "pesan satu porsi lagi ya mas" pelayan tadi menatap Dominique, "Eh, iya mbak, segera" berbalik segera membuatkan pesanan Dominique, tidak berapa lama, pesanan dihidangkan di meja Dominique.


"Tuan, saya yang traktir, silahkan dimakan" ucap Dominique mendorong makanan dengan tangannya yang penuh sambal.


Wanita ini, benar-benar__


"Ini layak dimakan kok Tuan, saya saja bisa nambah dua kali loh, sambal terasi disini pedas dan muantap deh" ucap Dominique polos tanpa malu, membuat dua orang yang dibelakang pria tadi menatap heran,


Nona ini, sepertinya sudah bosan hidup, berani sekali dia berbicara seperti itu pada Tuan.


Pria tadi masih menatap Dominique,


"Anda tidak percaya, nih coba" Dominique mengambil makanannya, menyuapi pria tadi dengan tangannya, "Ayo, dicoba Tuan, sekali coba anda pasti ketagihan deh, aaa__, ayo buka mulutnya" sepertinya pria tadi tidak tahan dengan godaan ucapan Dominique, tanpa sadar dia membuka mulutnya, dan menerima suapan dari tangan Dominique, membuat kedua orang dibelakang pria tadi melonjak tidak percaya__


"Enakan kan Tuan, ayo dimakan" pria tadi mengunyah makanan di mulutnya, dan dia begitu menikmati makanan dimulutnya, lalu menatap Dominique yang makan tanpa rasa malu di hadapannya.


Wanita ini, apapun caranya, harus aku miliki__


🌼🌼🌼


Bersambung


Hallo semua Aku Aleena,


baca cerita lainku ya yang berjudul :


βœ” Elegi Cinta Yuki


βœ” Dua Hati


βœ” Silence


βœ” Mr. Billionaire's Love Prison


βœ” Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentar-nya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terima kasih dan selamat membaca πŸ™πŸ™


__ADS_2