
Justin menghentikan motornya di persimpangan jalan, tampak sebuah mobil telah menunggunya disana, pintu mobil terbuka seseorang bersetelan jas dan berbadan tegap keluar,
"Tuan" sapanya membungkuk memberi hormat kepada Justin.
"Mana yang kuminta Jack" Orang yang bernama Jack tadi mengeluarkan amplop coklat dari dalam jas dan memberikan kepada Justin.
"Kapan anda akan pulang Tuan, Tuan Besar dan Nyonya akan segera kembali"
"Entahlah, seperti ada perubahan rencana" ucap Justin saat melihat isi amplop coklat yang diberikan Jack tadi.
"Sepertinya kali ini Tuan dan Nyonya Besar akan kembali bersama Nona Monica"
"Huh, mereka masih saja mengatur hidupku, beritahu aku kalau mereka kembali"
"Baik Tuan"
"Oke, aku pergi dulu, Terima kasih Jack" motor Justin pun menghilang dari pandangan Jack.
. . . .
Dominique mondar mandir didalam kamar, ia memikirkan caranya lolos dari jebakan brutal Haiden. Malam ini dia tidak ingin jadi santapan buas Haiden. . .
"Kau belum mengganti pakaianmu?" Haiden yang tiba-tiba muncul keluar dari kamar mandi.
"Aku tidur pakai ini saja, tidak perlu ganti" Dominique mencoba memasang senyum semanis mungkin.
"Kau lupa dengan ucapanku tadi, kalau kau besok ingin bekerja jangan harap malam ini kau__"
"Stop!!" Dominique menutup kedua telinganya, tidak ingin mendengar ucapan Haiden, "Bisakah aku tidur di sofa malam ini idenn, please__" Dominique memelas dan memohon.
ah, sial wajah imut itu lagi, bagaimana aku bisa menahannya.
"Idennn, aku mohon" Haiden menghampiri Dominique dan membuang tubuh Dominique diranjang.
"Berhentilah bekerja, malam ini kau bisa tidur dengan nyenyak" Haiden yang sudah mengkungkung tubuh Dominique.
"Tapi kau kan sudah janji iden, aku tetap boleh bekerja" wajah Dominique memelas.
"Aku tidak suka mendengar kau diperintah orang, apalagi kau ini istriku"
"Mereka kan tidak tahu, jadi tolong mengertilah, yahhh__" Dominique menebar senyum termanis lagi.
"Kalau begitu, besok kau katakan, atau aku yang memberitahu_nya" Haiden yang menjatuhkan tubuhnya di samping Dominique.
cih, itu sama saja menyuruhku mengundurkan diri.
"Idenn" Dominique membalikkan tubuhnya menghadap Haiden yang sudah memejamkan mata, dan Dominique bergelayut manja didadanya.
"Hemm" mata Haiden terbuka.
"Kau sungguh sayang padaku bukan?"
"Hemm"
"jadi aku mohon turuti permintaanku"
"Baiklah, tidur, kau pasti lelah kan?" ucap Haiden mengelus rambut Dominique.
"Benarkah" Dominique langsung memeluk tubuh Haiden, "Terima kasih idennn" Dominique mengecup pipi Haiden, Haiden merona, "sayang__" ucapnya, "ayo, ulangi" perintah Haiden.
cih. Dominique.
__ADS_1
"Iyaa, Terima kasih sayang" Dominique yang terpaksa mengucapkan.
kalau tidak demi besok, aku tidak akan sudi melakukannya.
Dominique pun mulai memejamkan matanya, tidur di pelukan Haiden.
Pagi harinya,
Dominique merasakan sesuatu yang hangat di selangkangannya, tubuh Dominique mengeliat kepanasan, saat dia sadari tubuhnya sudah tidak mengenakan kemeja Haiden,
"Akhh, ideenn" Dominique berteriak, dan kepala Haiden menyumbul keluar dari balik selimut yang menutupi, "Selamat pagi sayang" ucapnya lalu Haiden kembali melanjutkan serangan fajarnya__
"Idenn" ucap Dominique setelah serangan fajar, masih dalam pelukan Haiden.
"Hemm"
"Kau Bohong, katanya__"
"Ssttt" Haiden mengecup lembut kembali bibir Dominique, setelah beberapa saat ia pun melepaskannya, Dominique kembali memasukkan wajahnya kepelukan Haiden karena malu.
ah, lebih baik tidak usah banyak bicara lagi Domi, daripada serigala ini tidak akan berhenti mengerjaimu.
Dominique melirik jam,
jam delapan pagi, ia segera melepaskan pelukan dan beringsut turun dari ranjang, "Aku ikut" Haiden menarik tangan Dominique.
Hah, lagi, apa tadi masih belum puas dia.
Dominique menautkan kedua alisnya, "Sudah aku bilang aku tidak akan pernah puas denganmu, kau seperti candu bagiku" Haiden langsung mengangkut tubuh Dominique di pundaknya.
Satu jam lebih mereka di kamar mandi, dan saat keluar dari kamar mandi Dominique sudah melihat seragam kerjanya di atas sofa__
sial, pemberianku semalam disentuh pun tidak, dan harus kalah dengan seragam lusuhnya ini.
Haiden yang menatap Dominique begitu bahagia saat mengenakan seragam kerjanya, dan Haiden pun ikut bersiap-siap.
Dominique keluar kamar, "Selamat pagi Tuan, Nyonya" John yang mulai merubah panggilan terhadap Dominique.
"Ah, selamat pagi John" balas Dominique tersenyum bahagia dan langsung duduk di meja makan.
akhirnya hari ini aku bebas, bebas tanpa harus melihatnya. pekik Dominique dihati.
"Aku naik ojek online saja, tidak perlu diantar ya iden__eh, sayang" Dominique meringis merayu.
"Hemm"
eh, tumben, langsung diizinkan, jangan-jangan ada jebakan batman lagi nih.
"Sungguh, aku boleh naik ojek online" Dominique mengulangi pertanyaan sambil menahan suapan ke mulutnya.
"John"
"Ini uang saku anda Nyonya" John memberikan satu amplop coklat.
Dominique menerima dan membukanya, mulutnya hampir tersedak, melihat uang saku Dominique. Jiwa kemiskinan Dominique berteriak, uang saku sebanyak ini, apa tidak salah.
"Apa masih kurang Nyonya" John akan mengeluarkan lagi amplop coklat.
"Kau gila!" pekik Dominique dan dia hanya mengambil satu lembar uang lalu sisanya dia kembalikan.
"Satu lembar ini lebih dari cukup" Dominique berdiri dari meja makan, meraih tasnya yang tergeletak tidak jauh dari meja makan.
__ADS_1
"ehem" Haiden berdehem.
"Apalagi" Dominique yang tidak sabar ingin keluar dari penjara Haiden.
"Kau tidak lupa sesuatu" Haiden yang berdiri menyilangkan kedua tangannya menatap Dominique yang akan mengambil langkah seribu.
Dominique menggeleng polos, Haiden yang kesal dan gemas langsung menarik tangan Dominique, Haiden memegang wajah Dominique dengan kedua tangannya dan memberikan ciuman disertai dengan gigitan diujung bibir Dominique.
"Aw, sakit" teriak Dominique.
"Lain kali kalau kau lupa lagi, hukumannya lebih berat" Haiden membukakan pintu untuk Dominique dan secepat kilat Dominique melesat, menghilang dari wajah Haiden, Haiden hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan istrinya.
"Hah" Haiden membuang nafasnya, "Kau lihat, dia sudah seperti burung lepas dari sangkar" John hanya tersenyum melihat tingkah Tuan dan Nyonya_nya.
"Saya sudah meminta salah satu staff untuk merapikan barang-barang Nyonya Tuan, dan Apa anda akan ke kantor hari ini?" ucap John.
"Tidak, aku mau melanjutkan cutiku dan kau ikut denganku" perintah Haiden.
"Baik Tuan"
. . . .
Suasana loker sepi, mungkin karena tidak ada yang masuk middle, saat Dominique akan keluar dari pintu loker tiba-tiba Justin masuk dan mendorong Dominique masuk loker lagi.
"Kau, sedang apa disini" Dominique yang panik melihat Justin yang menatapnya tajam.
"Jadi, sampai kapan kau akan memberikan penjelasan kepadaku?" Justin menyilangkan kedua tangannya kesal di hadapan Dominique.
Dominique menarik nafasnya, mencoba mengatur detak jantungnya yang tidak beraturan, "Ok, aku minta maaf, maaf karena aku memutuskan semua secara sepihak" ucap Dominique, "Lalu" Justin yang masih belum puas dengan penjelasan Dominique, "Iya__maaf karena aku__",
" sudah menikah! Itu yang mau kau jelaskan, hah" Dominique menatap Justin, "Kau kaget, dari mana aku tahu, iya kan, sampai kapan kau akan menyembunyikannya?" tatapan Justin yang penuh amarah.
"A_a-aku tidak bermaksud menyembunyikan, kau kan tahu, aku tidak suka dengan hal ini" Dominique yang terbata saat menjelaskan kepada Justin.
"Tidak, aku tidak tahu, yang aku tahu kau menikah dengan_nya hanya untuk menguras harta dan kau berpura-pura polos dihadapanku kan?" Justin menuduh Dominique bagai panah yang tepat menusuk jantung Dominique, hati Dominique sakit mendengarnya,
"Sudah, aku tidak ingin membahas masalah ini lagi, terserah pemikiran-mu, aku tidak perduli" Dominique mencoba berlalu, namun Justin memepetkan tubuh Dominique ke tembok.
"Kenapa, kenapa kau lakukan ini, aku sungguh-sungguh sayang dan sangat mencintaimu Domi" suara Justin bergetar hebat, satu sisi dia membenci Dominique tapi hatinya tidak bisa berbohong kalau cintanya masih sangat tulus untuk Dominique__
...
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Silence
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca
__ADS_1