MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Pesankan Aku Ice Chocolate


__ADS_3

"Malam ini kamu pulang sendiri kan?" tanya Chef Justin disela makan kami.


Dominique hanya mengangguk.


"Aku antar pulang ya" pintanya.


"Memangnya bisa pulang cepat nanti, biasanya kan Aku duluan yang pulang" sapaan Dominique diluar Cake shop.


"Bisa dong, stok barang dan yang lain sudah aku maksimalkan, tinggal beberapa point yang belum, nanti setelah break bisa aku kejar, dan pulang tepat waktu" Justin meyakinkanku sambil memegang tanganku dan tersenyum.


"Baiklah, aku tunggu di luar saja yah, tidak enak sama yang lainnya" walau Dominique tahu pedekate mereka sudah bukan rahasia, buatnya di dalam lingkup kerja Dominique harus menghormati Justin sebagai atasannya.


"Oya, kau sudah dengar belum kalau saham Toko kita sudah beralih tangan, Toko kita sekarang pemegang kuasa tertingginya seorang pengusaha terkenal dan sukses di Inggris"


"hmm, aku baru dengar,


tidak masalah siapa pemegangnya,


yang penting tiap bulan tidak ada keterlambatan gaji__yahh, lebih baik lagi ada Kenaikan" canda Dominique yang tidak perduli siapapun atasannya sekarang, baginya yang penting salary tiap bulan tetap mengalir ke rekeningnya.


***


ARAMGYAN COORPOTARE.


John menatap Tuannya yang gelisah dan tidak tenang, berulang kali dia dengar dengusan kesal dari mulut Tuannya.


Mood Tuannya sedang tidak baik setelah peristiwa gandengan tangan tadi.


Pekerjaan dan beberapa janji langsung ditolaknya, John tidak pernah melihat sikap Tuannya selama sepuluh di Inggris seperti ini. Tuannya terus mondar-mandir di ruangan seperti setrikaan.


Cih, Tuan, Tuan, cemburu sampai segitunya.


"John" ucapnya, sepertinya dia habis mendapatkan ide.


John meliriknya.


"Mau saya pesankan sesuatu Tuan, mungkin Ice Chocolate di siang hari, ini pasti akan terasa segar" tawar John sambil tersenyum menggoda Tuannya.


"Cih, Kau punya telepati,


kenapa kau tidak katakan daritadi" umpatnya kesal menendang kaki John.


"ini saya katakan Tuan, apa Ada pesanan lainnya" seringai John lagi menggoda Tuannya dengan alis yang dia naikkan


Tuannya tampak berpikir.


"Suruh dia yang antar,


Aku penasaran melihat wajahnya ketika melihatku,


ah__atau Aku bersembunyi dan menggagetkannya,


dia pasti senang melihatku kembali" celoteh Tuannya yang terlihat seperti anak kecil.


hmm.. Tuan Haiden bertemu dengan Nona Dominique, Aku jadi tak sabar melihat pertunjukkannya. Nona Dominique pasti__


"Baik Tuan segera saya laksanakan" John yang melihat Tuannya sudah berkacak pinggang dan mendelikkan matanya, kesal menunggu jawaban John.


"Lambat sekali kerjamu" Haiden berjalan ke meja kerjanya, duduk sambil menggoyakan kursinya, membayangkan suatu hal.


John hanya melihat tingkah Tuannya seperti Anak Baru Gede tersebut.


. . . .


"Domi, kamu di panggil Bu Natalie" teriak Ajeng pelan saat Dominique akan turun ke area.

__ADS_1


Dominique mengerutkan dahi.


"Ada apa ya Jeng?" Dominique yang penasaran.


"Jiah, Aku mana tahu Dom, tadi pas lewat di depan ruangannya, Bu Natalie cuma bilang itu"


Ajeng yang berlalu segera turun ke area.


Ada apa Yaa? Kok tiba-tiba bulu kudukku merinding Yaa? Ah, sudah temui saja dulu dia.


Dominique berjalan malas ke ruangan Bu Natalie.


Dominique mengetuk pintu.


"Masuk" sautan dari dalam terdengar, kubuka pintu.


"Duduk" perintah Bu Natalie.


"Siang Bu, Ada apa ya Bu? Ibu panggil saya? " Dominique penasaran dan tidak ingin berlama-lama di ruangan Bu Natalie.


"Siang Domi, Tolong, Kamu antarkan pesanan Ice Chocolate ke__" Bu Natalie memberikan secarik kertas kepadaku.


"Ice Chocolate Bu? Bukannya kita Ada Pak Nanang, delivery kita" Dominique terkejut karena dia merasa ini bukan tugasnya.


"Sudah jangan membantah, cepat antarkan, nanti kelamaan, dan ingat jangan buat masalah" pesan Bu Natalie.


Dominique tertegun sesaat.


"Eh, kok malah bengong, cepat pergi Sana" usir Bu Natalie.


Dominique mengkrejapkan matanya, "Maaf Bu, berapa banyak yang harus Saya kirim" Dominique yang tidak bisa membantah lagi.


"Satu saja, kamu cukup antarkan dan segera kembali, mengerti!" ucap Bu Natalie


"Ice Chocolate sudah dibawah, dan ini uang transportnya, pakai ojek online biar cepat" Bu Natalie menyerahkan uang seratus ribu kepada Dominique.


Dominique menerima uang tadi dan segera keluar ruangan Bu Natalie.


"Domi, nih" Rissa order taker menyerahkan Ice Chocolate tadi ke tangan Dominique.


"Serius cuma satu Ris? Orang yang pesan tidak Ada kerjaan apa, dan Kenapa harus Aku yang antar sih__ kan Ada Pak Nanang" Dominique setengah cemberut menerima Ice Chocolate tadi.


"Sudah, cepat antarkan, nanti keburu cair tuh es__nya, ojek onlinenya sudah menunggu didepan, Aku tadi disuruh pesankan sama Bu Natalie" Dorong Rissa agar Aku segera pergi.


"Iya, iya" Dominique menyeret malas kakinya menghampiri tukang ojek online yang sudah menungguku.


Ojek online langsung melesat ke alamat tujuan.


Ojekku berhenti didepan gedung yang cukup tinggi.


Lantai berapa tadi ya. Dominique mengeluarkan kertas tulisan Bu Natalie.


"Lantai 50, hah, yang benar cuma ini doang tulisannya" Dominique yang baru menyadari tulisan Bu Natalie.


Dominique celingak celinguk di depan pintu gedung, Dominique tidak sadar tulisan "ARAMGYAN COORPOTARE" terpapang besar di matanya,


seorang pengawal berbadan besar langsung menghampiriku.


Ah, itu dia Aku tanya sama dia saja. batin Dominique.


"Selamat siang Pak, Pak Saya mau ke lantai 50 lewat mana ya?" tanya Dominique ramah.


Pengawal tadi seperti sudah mendapatkan perintah, segera membawa Dominique untuk mengikutinya, menuju lift khusus.


"Pak, mau tanya lantai 50 ruangan apa yah?" Dominique yang tidak sabar bertanya siapa orang iseng yang pesan satu Ice Chocolate Dan menyuruhnya datang kemari.

__ADS_1


Dominique merasa tidak punya teman apalagi kenalan di gedung semewah ini. Pengawal tadi hanya melirik dan tidak menjawab.


Pintu lift terbuka, kulihat Ada satu ruangan besar dengan meja sekretaris di bagian pojok.


"Sudah sampai Nona, silahkan" ucapan Pengawal tadi membuat kerutan di dahi Dominique.


Nona? Apa Aku tidak salah dengar?


Dominique berjalan menghampiri meja sekretaris.


"Selamat siang mbak, saya mau mengantarkan pesanan Ice Chocolate" sapa Dominique saat didepan meja. Dominique melihat wanita itu sedang asik dengan peralatan tempurnya, mengoles bedak dipipinya.


Wanita sexy dihadapan Dominique menatapnya dari ujung rambut sampai kaki.


"Oh, Ice Chocolate" sautnya kesal dan sinis.


cih, apalagi ini, kenapa jawabannya seperti itu, apa Aku bikin salah, kenal juga tidak. Kenapa dia tidak ambil saja sih nih Ice Chocolate, harus sekali apa Aku yang antar sendiri__eh, eh__ kok bulu kudukku berdiri yaah, Ada apa nih, kok merinding___


Wanita tadi berdiri dengan kesal, meletakkan alat tempurnya di meja.


"Ikut Aku" ucapannya, Dominique mengekorinya dari belakang.


Wanita tadi membuka Handle pintu.


"Tuan, Ice Chocolate__nya sudah datang" ucap wanita tadi berjalan menghampiri meja, diikuti dari belakang olehku.


Ah, Pertunjukkannya dimulai. John tersenyum diam.


Haiden langsung berdiri, dia tidak sabar melihat reaksi Dominique.


ah, ini kenapa makin dingin dan merinding ya, apa AC nya terlalu dingin buatku.


Dominique merasakan Ada yang tidak beres, apalagi setelah wanita tadi menggeserkan tubuhnya, mempersilahkan Aku untuk memberikan Ice Chocolate yang kubawa.


"Terima kasih mbak" ucapku ramah pada wanita tadi, "Ini Pak pesanan Ice Chocolate__nya" ucapku sambil menyerahkan Ice Chocolate tadi kepada orang dihadapanku sambil menunduk,


Apalagi ini kok diam, kenapa tidak diambil sih?


"Pak, maaf Ice Chocolate__nya" Aku menarik wajahku, penasaran melihat wajah orang dihadapanku.


Belagu amat sih. umpatku kesal.


Saat Mata kami bertatapan, mataku langsung membulat kaget__


"Aakkhhh___SETAANNNN____!!!! " Teriakku, tanganku tidak sengaja menekan gelas plastik yang berisi Ice Chocolate tadi, sehingga menyiram wajah dan mengotori bajunya__


***


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2