
Justin mendorong tubuh Dominique hingga ke tembok, matanya tak luput melihat bibir Dominique yang menonjol bekas gigitan,
"Katakan padaku, pernahkah kau menyukai_ku? lalu apa semua perlakuan_mu padaku pernah tulus, pernahkah sekali saja dihatimu mencintaiku? " Justin memburu dan menatap tajam Dominique dengan pertanyaan sambil tangannya memainkan bibir Dominique.
Dominique memalingkan wajahnya, hatinya masih tak sanggup menatap mata Justin. Bagaimanapun dilubuk hati Dominique terdalam, dia masih sangat menyukai Justin, namun itu tidak dapat dia lakukan, dia tidak ingin Justin ataupun dirinya terluka lebih dalam.
"sudah__aku tidak ingin membahas ini lagi, anggap saja tidak pernah terjadi, kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku" hati Dominique bergetar, rasanya dia ingin sekali berlari ke pelukan Justin, memeluknya dengan erat dan tak melepaskannya.
"hah, begitu mudah sekali kau berkata, apa sedikitpun hatimu tidak pernah memberikanku kesempatan untuk melakukan yang terbaik, apa kau sungguh tak bisa mempercayaiku, aku ini masih sangat mencintai_mu, Domi__" Justin masih menatap tajam mata Dominique, dia masih saja mencari celah, kelemahan hati Dominique.
"Maaf, aku mau turun, aku sudah terlambat" Dominique mendorong perlahan tubuh Justin,
Justin menarik tangan Dominique, "Beri aku kesempatan untuk membuktikan, asalkan kau mau, kita bisa melakukan_nya, kita pasti bisa seperti dulu Domi" Dominique tak ingin berbalik, mengambil langkah cepat menuruni tangga.
Maaf Justin, andai waktu masih bisa diputar ulang, aku ingin sekali, aku ingin sekali bersamamu, hanya kau yang aku inginkan.
Aku tidak akan menyerah Domi. Aku yakin kau masih mencintaiku, matamu tak bisa berbohong, kau tak akan bisa menghindar, karena kau hanya bisa menjadi milikku.
. . . .
Dominique berjalan lemas menuruni tangga, dia harus segera merubah wajah sedihnya dengan segera__
"Selamat pagi menjelang siang" Sapa Dominique mendorong pintu cake shop.
"Ahhh, Akhirnya kau datang jugaaa, hari ini aku nggak jadi lembur" Sophie yang langsung menghambur ke pelukan Dominique.
"Iya__ya, nggak lembur hari ini" balas Dominique menepuk punggung Sophie.
"Kau cuti apa sih Domi?" tanya Sophie yang penasaran yang akhir-akhir ini Dominique jarang bercerita dengan_nya.
"Eh, itu__"
"Selamat Siang Dominique" sapa Bu Ririn, menyelamatkan pertanyaan dari Sophie.
"Selamat siang juga Bu" balas Dominique.
"Domi, Ibu minta tolong, hari ini kamu cek stok semua cookies, cek expired dan request cookies yang kosong"
"emm__Bu, Sophie saja yang kerjakan, biar saya yang handle disini" Dominique menolak secara halus.
"Kamu saja, Sophie sudah handle disini, pokoknya kamu serahkan sebelum pulang" Bu Ririn yang tetap memaksa.
"Iya__Domi, sudah sana pergi, nanti Chef Justin tunggu kamu kelamaan" Sophie mendorong tubuh Dominique.
"Tapi, Sop__"
__ADS_1
"Iya, sana Domi, biasanya kamu paling getol kalau sudah ada Chef Justin, nggak usah pura-pura, kita semua sudah tahu kok" Goda Bu Ririn yang tak mungkin di tolak lagi oleh Dominique.
ah, mungkin kalau dulu aku paling semangat bertemu dengannya, kalau sekarang__
Dominique berjalan malas menghampiri ruang cookies.
Saat sudah ada di depan ruang cookies, pintu langsung berbunyi klik dari dalam ruangan, pintu akan terbuka melalui akses pinger print para atasan di toko.
Dominique membuka pintu dan masuk ke ruang cookies, setelah Dominique masuk pintu akan tertutup secara otomatis.
Dominique melirik Justin yang serius sudah ada didepan komputer sedang mengecek data cookies, Dominique berjalan menghampiri meja Justin, ia mengambil form stok cookies cake shop yang sudah disediakan, dan beberapa lembar kertas HVS kosong untuk mencatat data Request cookies.
Dominique mulai berjalan menghampiri salah satu rak, mulai mengecek dan menghitung, di ikuti Justin yang mengecek bagian lain melalui form cookies pastry_nya.
Dominique mengambil bangku, ia naik ke bangku dan mulai menghitung cookies di rak bagian atas, saat akan bergeser kaki Dominique salah pijak di bangku membuat tubuhnya oleh dan___
"Akhh" Dominique terjatuh, namun Justin dengan sigap menangkap tubuh Dominique sehingga dia berada di atas tubuh Justin.
Sesaat mata mereka saling beradu, lalu Dominique segera tersadar, "Ma_af" Dominique akan menarik tubuhnya, namun Justin langsung membalikkan tubuh Dominique sehingga sekarang posisi Justin ada di atas tubuh Dominique.
Dominique segera memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap Justin,
"Kenapa, kau tak berani menatapku? Katakan kau masih mencintaiku_kan?"
"Oh, jadi kau lebih suka kita melakukan dimana? Hotel atau Apartement_ku? " seringai Justin yang tidak mau melewatkan kesempatan menggoda Dominique.
Dominique tidak menjawabnya, ia segera berdiri melanjutkan hitungan cookies_nya.
Dominique melirik jamnya, sudah waktunya break, ia segera meletakkan pekerjaannya berjalan menghampiri pintu.
Justin mengikuti dari belakang dan dia sengaja memepetkan tubuhnya di Dominique, Dominique berusaha menghindari, namun tangan Justin sudah lebih dahulu melingkar di pinggang Dominique.
"Kita mau makan dimana?" tanya Justin menyandarkan dagunya di pundak Dominique, Dominique tak bisa menghindari, semakin menghindari, Justin merangkul nya dengan erat.
"Aku mau ayam geprek di ruko depan"
"Oke, kita makan disana" pintu pun di buka Justin dengan pinger print-nya.
Dominique membuka gagang pintu, Justin yang tidak mau kalah langsung menggandeng tangan Dominique.
"Chef, lepas" suara Dominique lirih.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan_nya lagi" saut Justin. "Sekarang kau pakai ini ya" Justin yang langsung mengambil Jaketnya yang tergantung tidak jauh dari pintu dan mengenakannya di tubuh Dominique.
hah, kalau ditolak lagi, dia pasti bikin ulah lagi, sabar Domi, sabar. Dominique mengelus dadanya sendiri.
__ADS_1
Dominique turun berdampingan dengan Justin, "Cieee__cieee__yang sudah lama nggak ketemu, break saja berduaan" ledek Sophie saat berpapasan.
"Eh, Sop, break dimana, barengan yuk" Dominique berusaha mengajak Sophie agar tidak berduaan dengan Justin.
"Ih, Domi__jadi cewek peka dikit dong, nggak tahu apa yang dibelakang kangennya kayak apa__" sindir Sophie, Justin hanya tersenyum bahagia atas ucapan Sophie.
"Tuh__dengar Sophie bilang apa, jadi cewek peka Dikit dong" Justin tidak mau kalah memanasi.
"Apaan sih Sop" Dominique yang malu, segera berjalan cepat dan diikuti oleh Justin.
Dominique berjalan cepat, Justin terus mengejar, menarik tangan Dominique dan menggandeng_nya.
. . . .
Sementara diparkiran mobil Haiden sudah menunggu, dia sengaja menunggu Dominique makan siang, dan saat melihat Dominique berjalan bergandengan tangan dengan Justin, Haiden segera membuka pintu mobilnya,
"Dominique" teriak Haiden.
Dominique dan Justin berbalik, Dominique mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Justin,
"Chef, lepas" suara Dominique lirih, namun tidak dihiraukan oleh Justin.
"Tolong chef, aku mohon__" mata Dominique memelas, namun Justin masih tidak memperdulikan, dia malah balik menantang Haiden.
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena,
baca cerita lainku ya yang berjudul :
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Dua Hati
✔ Silence
✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentar-nya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terima kasih dan selamat membaca 🙏🙏
__ADS_1