MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Haiden Cemburu


__ADS_3

Seharian berlalu dengan cepat, Dominique tidak seperti biasanya, hari ini dia ingin segera pulang Dan mengubur dirinya Di balik selimut.


"Tunggu Aku, Aku ganti baju dulu" bisik Justin menghentikan langkah Dominique yang akan keluar loker.


Ya ampun__aku lupa, kalau mau pulang bareng.


Dominique berjalan pelan menuruni tangga sambil menunggu Justin yang sedang ganti baju.


"ehem, cieee___yang diantar pulang" ledek Tara.


Dominique tersenyum malu-malu."apa si__"


"jadi udah resmi nih ceritanya, kapan jadiannya" Tara tambah kepo.


"udah sana pulang, ditungguin Dino tuh, nanti dia marah loh" Dominique mengingatkan.


"ah, iya Dinooo, aku duluan ya Domi" Tara langsung ambil langkah seribu.


Dominique terkekeh sendiri melihat tingkah temannya.


"huss, usil saja, kasihan anak orang lari sampai segitunya" suara Justin yang sudah ada dibelakangku.


Dominique menoleh, "sudah, kok cepat" sautku yang sudah melihat penampilan berbeda Justin saat tidak mengenakan seragam.


"sudah dong, aku tidak mau kau menungguku terlalu lama" sambil melenggang mengumbar senyuman. "Aku ambil motor dulu, kamu tunggu sebentar di depan ya" Dominique hanya manggut-manggut.


Ya ampun kereen banget sih, bikin lumer hatiku.


Di seberang jalan,


"Anda mau turun Tuan" John melepas Shitbelt, bersiap akan Keluar, akan membukakan pintu Tuannya.


"hmm" dengan wajah sedikit cemas, mata Tuannya terus mengintai dari kaca mobil yang dia turunkan.


Dominique keluar, ia berdiri di pinggir trotoar tidak jauh dari mobil Haiden yang sudah menunggunya dari satu jam yang lalu.

__ADS_1


Flashback On (Satu Jam sebelumnya)


Di apartmentnya,


Haiden membuka lemari bajunya, dia mencoba memantaskan satu demi satu baju yang akan dia kenakan.


Sudah Dua Jam John menunggu, tapi tanda-tanda Tuannya sadar dengan kegilaan yang dia lakukan belum juga nampak.


John berdiri mematung sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tuannya yang melempar satu demi satu baju secara sembarangan yang telah di cobanya.


Berulang kali Tuannya meminta pendapat John apa baju yang dia kenakan cocok.


"Bagaimana dengan yang ini John, bagaimana penampilanku" tanya Haiden berulang kali.


"Anda selalu tampan dan keren mengenakan apapun Tuan, sejak lahir Anda kan mempesona" puji John berulang kali selama dua jam tadi.


"Ah, sepertinya ada yang kurang" kemudian Haiden melepaskan bajunya lagi,


melemparnya sembarangan, mengganti dengan yang lain, bahkan dia tidak malu lagi bertelanjang hanya menggunakan dalaman saja di hadapan John.


Setelah hampir tiga jam akhirnya Haiden memutuskan mengenakan sweater hitam dan celana jeans warna putih,


Haiden gulung lengannya sedikit, kancing sweaternya dia buka dua kancing, sehingga tubuh kekar dan tatonya terlihat dengan jelas.



Flashback off.


Ah, itu dia gadis manis dan imutku.


Haiden menebar senyuman saat melihat Dominique menunggu di pinggir trotoar.


John hanya melirik Tuannya dari kaca spion.


Sudah sepuluh tahun, sejak Tuan memutuskan meninggalkan Nona Dominique, Aku baru melihatnya tersenyum, semoga Nona Dominique bisa merubah hatinya, tetap bersama Tuan.

__ADS_1


Baru saja Haiden akan membuka pintu mobilnya, matanya membulat lebar, keratan dari giginya terdengar jelas oleh John.


John segera mengecek, melihat kondisi diluar, yang ternyata Dominique sedang dipakaikan helm, Dominique tersenyum manis dan tatapan matanya penuh cinta. Tangan Dominique memegang pundak seseorang, lalu ia menaiki motor triil, memeluk tubuh seseorang, lalu melaju, melesat, menghilang dari pandangan mata Haiden..


"John, apa yang kau lakukan, bagaimana itu bisa terjadi hah" teriaknya kesal dan Marah membanting pintu mobilnya.


"Maaf Tuan sepertinya saya kecolongan" John merasa lalai karena orang suruhannya selama ini melepaskan informasi penting tadi.


"'Cepat kejar, dia pasti mengantarnya pulang" Haiden mengepalkan tangannya memukul-mukul jok mobil didepannya.


Tatapan mata Haiden berubah dingin, Haiden cemburu. Hatinya terbakar, seperti kobaran api yang akan melahap habis semua orang yang menyentuhnya.


John segera melajukan mobilnya, mengejar motor yang Dominique tumpangi__


Berani sekali kau selingkuh, kau pasti akan kumakan sampai tak bersisa Domi. Tatapan membunuh Haiden.


***


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Silence


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2