MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Aku tak bisa menghindari_Nya.


__ADS_3

Sadarlah Dominique kau jangan terjebak.


"Ideeenn"


"Heem" Haiden yang sedang memakai celana pendek dan memilih baju.


"Pinjamkan baju_mu, please, aku kan tidak bawa baju ganti" Haiden melirik Dominique yang masih menutupi dadanya dengan kedua tangan.


Haiden menatap Dominique yang ketakutan.


Sial, bagaimana aku bisa menahannya lagi, dia imut dan manis sekali.


Haiden menghela nafasnya.


"Lalu, apa imbalannya?" tanya Haiden masih menatap tajam Dominique.


ish, masih minta imbalan, siapa juga yang mau begini, ini kan semua keinginan_Mu.


"Apapun" saut Dominique memelas.


Aaakkhh, Domiii, berani sekali mulut_mu mengeluarkan kata-kata itu.


Haiden menyeringai, "Pilihlah sendiri" lalu Haiden berjalan ke meja makan.


akh, bodo amat, yang penting sekarang aku bisa menutupi tubuhku.


Dominique langsung membuka lemari baju Haiden,


ia langsung menarik salah satu kemeja lengan panjang Haiden dan segera memakainya, mendouble bajunya yang tipis, dan segera berjalan mengikuti Haiden ke meja makan.


Haiden melihat Dominique dari ujung rambut sampai kaki.


sial, makin membuatku bergairah saja.


"Kemari" perintah Haiden menarik salah satu kursi agar dekat dengannya. Dominique berjalan menuruti perintah Haiden.


"Kau mau makan yang mana dulu" tanya Haiden saat Dominique duduk di sampingnya.


Dominique mengedarkan pandangannya, semua jenis makanan siap saji ada di situ.


Apa dia tidak salah memesan makanan sebanyak ini.


" Mau yang ini, aa__buka mulutmu" Haiden yang mengambil sepotong pizza dan menyuapi ke mulut Dominique.


"Biar aku sendiri saja" Dominique akan mengambil makanan tadi, tapi gelengan dan tatapan dari Haiden membuat dia tidak bisa menolak permintaan Haiden.


"Enak" Dominique mengangguk.


"Habiskan semua, karena ini terakhir kalinya kau memakan makanan sampah seperti ini" ucap Haiden ketus.


Dominique terbatuk, Haiden segera mengambilkan minuman bersoda untuk Dominique yang dibelinya tadi.


"Kenapa? Kau tidak suka?


akh, belum apa-apa aturan gilanya sudah di mulai.


Dominique menganggukan kepala, " Aku kan bukan orang kaya yang bisa makan makanan seperti_mu" gerutu Dominique, sambil meneruskan makan suapan pizza dari Haiden.


"Kau lupa suami_mu, bisa membeli apapun yang kau mau" seringai Haiden.


cih, suami, suami, dari tadi suami terus menyebutnya.


"Ideenn" Dominique terlihat ragu-ragu.


"Heemn"


"Aku masih boleh tetap bekerja" Dominique meminta izin penuh harap.


"tergantung" sautnya.

__ADS_1


"tergantung apanya? " Dominique menautkan kedua alisnya.


"yaa__tergantung service_mu malam ini"


akh, sial, ujung-ujungnya masalah ini yang dibahas,


memang dia tidak bisa membahas masalah lain apa. Pekik Dominique didalam hati sambil cemberut.


"Tidak" saut Haiden yang seolah membaca isi hati dan pikiran Dominique, "Kau tidak bisa menolak_ku, sekarang aku suami_mu, dan tugas_mu sebagai istri adalah memenuhi semua kebutuhan lahir dan batin_ku"


Dominique hanya diam, semakin dia berdebat, semakin panjang urusan dengan Haiden.


"Kau tidak makan?" tanya Dominique mengalihkan pembicaraan.


"Nanti, aku kan akan memakan_mu" saut Haiden terus menatap Dominique dengan intens.


Dominique malas mejawab, hanya terus makan.


Baru saja Dominique berdiri selesai makan, Haiden langsung menyergap Dominique, menggendong_Nya ala bridel style dan menaruhnya dengan lembut di atas kasur.


Haiden mulai meluapkan semua gelora yang ditahannya selama sepuluh tahun kepada Dominique. Mencium bibir Dominique dengan lembut dan berolahraga malam.


Dominique hanya bisa pasrah dan menikmati semua sentuhan yang diberikan Haiden, sampai semua yang mereka pakai entah di lempar kemana oleh Haiden.


Haiden melepaskan semua kerinduan, cinta dan kasih sayangnya. Dan dirasakan nyata oleh Dominique,


apalagi Haiden yang menyadari dirinya adalah pemenang Dominique, saat melihat darah pertama yang mengalir di tempat tidur,


Haiden tersenyum bahagia bahwa dialah orang pertama yang menggauli Dominique.


Haiden memeluk dan mengecup kening Dominique yang kelelahan melayani nafsu buasnya.


"Terima kasih sayang" Haiden mengecup tangan Dominique dan mendekapnya dalam pelukan erat.


Pagi hari, Dominique terbangun. Ia masih setengah sadar, saat kakinya akan turun dari tempat tidur.


"Akkhh" Dominique berteriak histeris.


"Ada apa" Pekik Haiden khawatir.


"Akkhhh" Dominique yang kembali berteriak yang melihat Haiden hanya menggunakan celemek sebagai penutup tubuhnya.


"Ada apa" Haiden bertanya kembali.


"Kau sedang apa, mana baju_mu" Dominique yang sudah menutup kedua matanya.


"Hufftt__, aku pikir ada apa,


kau lupa semalam setiap jengkal tubuhmu mana yang tak kulihat" Haiden yang cuek berbalik badan meninggalkan Dominique,


Dominique hanya merona menahan malu, "Ayo__bangun, aku sudah buatkan sarapan" perintahnya.


Dominique sepenuhnya tersadar, saat melihat dirinya tanpa sehelai benang pun, ia meraih kemeja Haiden yang tergolek dilantai lalu memakainya.


"Ah" Dominique menyeringit saat berjalan, seluruh tubuhnya sakit, dan banyak tanda merah di tubuhnya.


ah__iya, aku lupa semalam di serang serigala liar. umpat Dominique.


Dominique mencoba duduk, "masih sakit" tanya Haiden sambil memberikan segelas susu hangat untuk Dominique.


Dominique mengambil gelas yang diberikan Haiden, dan mengangguk.


"Aku sudah mengambil cuti kerja untuk_mu"


Dominique melirik wajah Haiden yang sedang. mengunyah omelet untuk sarapan_nya.


"Kenapa? Apa kau mau resign, sekarang?" Haiden meletakkan garpu dan mengambil ponselnya, "Ah, tidak, Terima kasih" Dominique menghentikan tangan Haiden saat akan menelepon.


"Aku kerja saja ya__hari ini, lagipula aku mau mengambil bajuku" pinta Dominique.

__ADS_1


Terdengar bunyi bel, Haiden berdiri dan akan membuka pintu, "Ideenn" Dominique mencegahnya, menarik tangan Haiden.


"Ada apa?" ucapnya tanpa dosa.


"Kau mau membuka pintu dengan tampilan seperti itu__" Dominique berkecut bibir melihat tingkah gila Haiden.


"Itu John, aku yang menyuruhnya datang" tetap akan pergi, Dominique berdiri dari duduknya.


"Ish, kau jangan gila, tetap disitu, jangan bergerak" Dominique mengambil baju mandi yang tergolek dilantai, dan segera memakainya di Haiden.


Haiden tersenyum, "Kau tidak sedang cemburu dengan John kan? Tenang saja aku masih normal, aku hanya menyukai kamu seorang" goda Haiden.


apa, cemburu? Pria gila ini, benar-benar gila.


Dominique segera menghempaskan tangan Haiden yang sedang ia pakaikan baju mandi tadi.


"Terserah" Dominique meninggalkan Haiden dan kembali duduk di kursi makan.


Haiden berjalan cuek membuka pintu.


"Selamat pagi Tuan" John menatap Tuannya yang menggunakan celemek dan baju mandi baru satu tangan yang masuk.


"Kau sudah mengambil pesanan_ku?" Haiden membuka pintu.


"sudah Tuan, dan ini baju Nyonya yang Anda pesan kemarin"


"letakan di tempat tidur" John masuk dan membawa satu paper bag dan meletakkannya di tempat tidur.


"Selamat pagi Nyonya" sapa John pada Dominique yang terlihat kesal di meja makan sambil mengunyah makanannya.


John berlalu dan menghampiri Tuannya.


"Ini yang Anda minta Tuan" John mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya.


"Oke, Terima kasih John"


"Kalau begitu saya pamit Tuan, Nyonya" John sambil melirikkan kepalanya yang tidak dapat sautan apapun dari Dominique.


Haiden mengantarnya kembali ke pintu.


"Ayo, saatnya kita mandi" Haiden menepuk pundak Dominique dan berbisik di telinganya.


Mandi, mandi saja sendiri. pekik Dominique .


"Akh" Haiden menekan pundak Dominique yang tidak menjawabnya.


"Kau duluan saja, aku nanti" saut Dominique lirih.


"Hah" Haiden menarik nafasnya, dan tanpa babibu, Haiden menarik tangan Dominique agar berdiri dan memanggulnya di pundak.


"Aakkkhh, ideennn, turunkan aku___" teriak Dominique terus meronta, membawa Dominique masuk ke kamar mandi___.


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Silence


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca


__ADS_2