
Setelah menghabiskan makan siang, Dominique mengambil alih tugas mencuci piring, Justin pun membantu__
"Jadi, setelah ini kita mau kemana Tuan Putri?" Dominique tersipu, disela cuci piring,
"mm__bagaimana kalau kita pergi nonton, sepertinya seru__"
"Siap, laksanakan!" Justin yang memberi hormat seperti Tentara.
Baru mereka mengunci pintu, ponsel Justin berbunyi, awalnya Justin terus mengacuhkan, namun tetap terus berbunyi__
"Angkatlah, siapa tahu ada hal yang penting" Dominique menghentikan langkahnya saat mendekati motor Justin.
Justin merogoh sakunya, melihat nomor yang memanggil, seketika wajah Justin berubah, berbalik, menjauh dari Dominique dan mengangkat telponnya__
Wajahnya berubah murung saat menghampiri Dominique, "Ada masalah?" tanya Dominique.
"Maaf Domi, sepertinya rencana kita hari ini diundur, aku ada sedikit urusan yang mendesak" tatap Justin enggan meninggalkan Dominique.
"Oh, tidak apa-apa Just, aku bisa pergi sendiri, aku tidak ingin kembali sekarang" saut Dominique yang enggan kembali cepat ke apartemen Haiden yang baru merasakan bebas beberapa jam.
"Tapi__"
"Sudah, antarkan aku ke persimpangan jalan saja, ayo Just__" Dominique menarik lengan Justin agar segera naik ke motornya, dengan terpaksa Justin menuruti kemauan Dominique.
Sampai dipersimpangan jalan,
"Just, turunkan aku disini" Justin menghentikan motornya di pinggir trotoar, Dominique melepaskan helmnya dan menyerahkan kepada Justin.
"Kau yakin turun disini, apa tidak aku antar pulang saja ke apartemen" Dominique menggeleng.
"Aku masih ingin jalan-jalan, sebaiknya kau bergegas, katanya urusanmu itu mendesak" Justin menghela nafas, benar-benar tidak ingin meninggalkan Dominique.
Justin menyalakan motornya, "eh, tunggu__" Dominique akan melepaskan coathnya Justin, Justin mendelik, "Apa yang mau kau lakukan, kau gila" Justin mengikat kembali coathnya pada Dominique, "tapi, ini kan punyamu"
"iya punyaku, tapi apa kau lupa baju apa yang kau gunakan sebelum kau pakai coath-ku" Dominique menutup mulutnya, "maaf, aku lupa"
"pakai saja, punyaku adalah punyamu, aku pergi dulu" menyalakan motor, meninggalkan Dominique yang merona karena malu.
Dominique menatap kepergian Justin.
ah, dia sudah pergi, sekarang aku bermain kemana yaa_
Dominique yang masih berdiri dipinggir trotoar, memikirkan rencana selanjutnya, sambil matanya terus berkeliling ke sekitar jalan.
Dan dari seberang jalan Dominique melihat ada seseorang laki-laki dari salah satu lantai atas gedung sedang memegang sebuah vas bunga yang akan di jatuhkan,
Dominique melihat dibawahnya ada seorang laki-laki yang tengah menerima telpon, spontan langkah kaki Dominique bergerak, berlari ke arah pria tadi dan dengan cepat Dominique menubruk tubuh laki-laki tadi hingga dia terjatuh, karena kencangnya tubrukan Dominique membuat lutut Dominique terseret, dan Vas bunga yang jatuh dari atas pun tidak jadi mengenai kepala orang yang ditubruk Dominique tadi__
"Ah, aw" Dominique yang kaget, memeluk erat orang tadi, "Anda tidak apa-apa Tu_" belum selesai Dominique menyelesaikan ucapannya, Beberapa langkah kaki menghampiri, "Anda tidak apa-apa Tuan" suara seseorang dibelakang kami, menarik tubuh Dominique dari laki-laki tadi, menghempaskan ke tembok lalu mencekik leher Dominique dengan kuat,
tangan Dominique meronta, lelaki tadi menyadari kesalah fahaman dan melihat vas bunga yang hancur di sampingnya.
"Lepaskan" bentaknya, dan segera berdiri menghampiri Dominique yang masih gelagapan, terkejut, tidak menyangka dapat perlakuan kasar seperti tadi.
Lelaki tadi jongkok dan mengecek keadaan Dominique, "Anda tidak apa-apa Nona, maaf orangku__" Dominique yang masih gemetar, menatap takut segera berdiri, "Ah" Dominique merasakan sakit di lututnya.
"Maaf Nona, biar saya cek luka-mu"
__ADS_1
"Ti-tidak, Terima kasih, aku tidak apa-apa Tuan" pas dengan ponsel Dominique yang berdering, Dominique segera membuka tasnya, Haiden yang menelpon.
"Maaf Tuan, Saya pergi dulu" Dominique segera menghindari, mengangkat telponnya, berjalan tertatih dengan lututnya yang cedera dan segera memberhentikan taksi, melesat masuk dan pergi.
Lelaki tadi menatap kepergian Dominique,
"Periksa lokasi kejadian" perintahnya, lalu segera masuk ke dalam mobil, diikuti beberapa mobil lain.
πΌπΌπΌ
Dominique menerima telpon Haiden, dia memberi tahu Dominique bahwa dia akan pergi ke Inggris untuk beberapa waktu, ada masalah dengan cabang perusahaan disana, dan Haiden meminta Dominique untuk selalu memberi kabar padanya.
yes, Aku Bebas. I'm free!!!
hati Dominique bersorak gembira menerima kabar dari Haiden.
Pintu apartemen Haiden dibuka,
Dominique menatap sekeliling ruangan, ah sepi___
"Yey__" kali ini Dominique melonjak kegirangan dan ah, sakit, ia lupa lututnya yang masih tergores karena seretan tadi.
ah, niat membantu, malah terluka, belum lagi leherku__
Dominique melihat bekas sedikit memar di lehernya__
"untung saja Haiden tidak ada, kalau ada dia pasti buat perhitungan dengan orang tadi, selamat, selamat" gerutu Dominique
"Aku ngapain yaa, sendiri ditempat sebesar ini, apa aku pulang saja ke kontrakan" Dominique yang jenuh, tiba-tiba hatinya merasakan sedikit kosong dan kehilangan__
Tanpa pikir panjang, Dominique mengambil baju seragamnya, mengganti bajunya dengan yang nyaman dia gunakan, mematikan semua lampu dan keluar dari apartemen Haiden.
Ojek online Dominique berhenti di tukang nasi goreng,
akhirnya bisa menghirup udara lagi,aku bebas, senangnyaaa. Sumringah Dominique duduk dan memesan nasi goreng.
Sambil mengetik pesan, memberitahu bahwa Dominique besok sudah bisa kembali bekerja__.
Sampai di rumah kontrakan,
Dominique mengecek lemari bajunya, dan ternyata memang semua baju lama Dominique sudah tidak ada,
di ganti dengan semua baju baru pilihan Haiden.
"Benar-benar dasar pria mesum, semua baju tidurku kekurangan bahan" Dominique memaki sendiri, beralih mencari pakaian yang nyaman dia pakai saat tidur,
"Sepertinya besok setelah pulang kerja aku harus cari beberapa baju, aku tidak nyaman dengan semua ini"
πΌπΌπΌ
Di tempat kerja Dominique,
"jadi Dom, gimana hubunganmu sama chef" tanya Sophie disela menunggu customer yang datang ke toko, berjaga didepan pintu customer.
"yah, nggak gimana-gimana Sop"
"Loh, kalian belum jadian emangnya? Chef belum juga ungkapan perasaannya ke kamu Dom__" Dominique hanya bisa diam.
__ADS_1
"Heh, kok diam, aku tanya nih"
"Ah, sudah, aku handle customer dulu ada yang masuk tuh_" Dominique dan Sophie segera membuka salah satu pintu dan gretting kepada para customer yang mulai berdatangan dan mengikuti mereka ke kaca showcase cake, memulai dengan orderannya.
Dan duduk di meja dine in, dua table terus menatap Dominique yang tengah sibuk dengan handle orderannya.
Satu table diiis dengan wanita berpenampilan anggun dan elegan, matanya menatap tajam Dominique, begitu pun dengan table satunya yang diisi oleh satu pria yang berdiri di sampingnya dengan dua orang bodyguard berbadan besar.
Sophie selesai lebih dahulu, memberitahu Dominique akan meng-handle table, segera menghampiri table pria, memberikan buku menu juga kepada table di sebelahnya, berdiri dan menunggu mereka memesan.
Keduanya membuka buku menu dan belum memesan, table pria terus melirik kepada Dominique yang masih sibuk dengan pesanan dan showing cake.
Segera setelah selesai, Dominique segera membantu Sophie, berdiri di depan table wanita,
"Sudah siap pesan Kakak" tanya Dominique pada table wanita.
Wanita tadi hanya menunjukkan pesanan yang diinginkan, Dominique segera mencatatnya, Sophie pun melakukan hal yang sama dan mencatat pesanan table pria tadi.
Setelah memberi tanda di meja, Dominique dan Sophie segera memproses kedua pesanan table tadi, sambil menunggu pesanan keluar Dominique sibuk mengecek beberapa cookies yang kosong dan menambahkan cookies yang kosong.
Pria dari table, terus menatap Dominique, walaupun ditangannya tampak sibuk dengan Laptop dan ponselnya.
Sophie mengantarkan pesanan table wanita, dan setelah selesai dia mengantarkan pesanan table pria, saat Sophie mengembalikan tray, table wanita memanggil Dominique__
"Ada tambahan kak" tanya Dominique.
"Kau buta ya, Aku tidak pesan ini" wanita tadi seolah mencari gara-gara.
"Maaf kak, tapi ini sudah sesuai dengan pesanan kakak" Dominique berusaha menjelaskan kembali bahwa pesanan wanita tadi benar.
"Oh, jadi kamu bilang saya yang salah" dengan sombong berdiri membulatkan mata dan berkacak pinggang dihadapan Dominique,
"Bu-bukan begitu kak, saya mencatatkan sesuai dengan pesa__"
Belum selesai Dominique menyelesaikan ucapannya, wanita tadi langsung menyiramkan minuman yang dia pesan tadi dikepala Dominique.
Ah, sial mimpi apa aku semalam, ini perempuan kenapa sih, dia lagi pe-em-es__kali yaa__
πΌπΌπΌ
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena,
baca cerita lainku ya yang berjudul :
β Elegi Cinta Yuki
β Dua Hati
β Silence
β Ketika Kamu Jatuh Cinta
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentar-nya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terima kasih dan selamat membaca ππ