MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Pulang Ke apartement_ku


__ADS_3

"Iden, jangan gila, aku mohon, turunkan aku" Dominique mengiba setengah terisak.


"Apa kau pikir aku akan mentolerir perselingkuhan_mu yang kedua kalinya" Haiden tanpa ekspresi mengabaikan rasa ibanya.


"Siapa yang selingkuh" Dominique berusaha menyakinkan pikiran gila Haiden.


"Kau pikir aku buta, sampai tidak bisa melihat penghianatan_mu di depan mataku" pikiran Haiden yang semakin menggila.


"Aku tidak selingkuh ideeen, kau tadi kan dengar sendiri, Bu Ririn bilang aku sedang menghitung cookies untuk di display" Dominique berusaha memegang tangan Haiden, berusaha menenangkan kegilaannya.


Haiden menepis tangan Dominique.


Dan mobil melaju dengan sangat cepat.


"Sudah sampai Tuan" Mobil berhenti di Kantor Urusan Agama.


"Cepat turun!" bentak Haiden saat membuka pintu.


Dominique bersikeras tidak mau turun, dia tidak ingin kebebasannya hilang dan terpenjara oleh sikap gila dan cemburu Haiden yang tidak jelas seumur hidup.


Haiden yang kesal, menarik tangan Dominique, dan lagi_lagi Haiden memanggul tubuh Dominique seperti karung beras.


"Ideeenn, turunkan aku, aku tidak mau!!! " ronta Dominique.


Haiden menurunkan Dominique, "Kalau kau tetap menolak, aku jamin, tadi adalah pertemuan terakhir_mu dengan leleki brengsek itu, aku pastikan dia mati tanpa siapapun mengenali mayatnya" Ancam Haiden mencengkram erat kedua tangan Dominique.


Seketika Dominique terdiam, takut dan lemas mendengar ancaman Haiden, yaa__Haiden pasti bukan hanya mengancam, dia pasti melakukan hal gilanya.


"Lebih baik kau patuh, ikutin semua aturan_ku dan berhenti_lah menangis, kau dengar" Haiden membentak,


wajah Dominique yang sudah pucat dan berhenti menangis.


"Bagus, beginikan kan terlihat cantik" Haiden menghapus airmata Dominique, dan menarik tangan Dominique masuk ke gedung kantor Urusan agama.


Dua jam berlalu,


Dominique hanya terdiam, melihat jarinya yang telah melingkar cincin pernikahan.


Ya__Tuhan, apakah ini pernikahan yang ku_impikan, semua seakan sirna, aku bukan menikah, tapi aku di penjara oleh lelaki gila ini.


Dominique yang meratapi kesedihan setelah pernikahan yang dia tidak inginkan.


Akhirnya, aku memiliki_mu,


aku mencintaimu, gadis imut dan lucu__ku. Haiden.


Haiden yang tersenyum bahagia di atas kesedihan Dominique.


"Idenn"


"Hemm"


"turunkan aku di ruko"


"Hemm"


Mobil pun berhenti di Ruko toko kue tempat Dominique kerja.


Haiden keluar, turun dari mobil dan ikut masuk ke dalam toko.

__ADS_1


Bu Natalie dan Bu Ririn yang kebetulan sedang berada di floor segera menghampiri.


"Selamat sore Pak" sapa mereka berdua, mengangguk penuh hormat, sesaat mereka melirik Dominique yang terlihat lesu.


"Buatkan aku tiga Ice Chocolate dan suruh dia yang antar ke ruang manager, ayo John" perintah Haiden, dan menyuruh Dominique yang mengantarkan


Bu Natalie dan Bu Ririn kebingungan, segera menyuruh Harry Bar untuk segera membuatkan pesanan bosnya.


" Kau habis dari mana" tanya Bu Nat, Bu Ririn juga penasaran.


"Kerja rodi bu" celetuk Dominique sekenanya.


"Pantas saja, wajahmu terlihat lesu" saut Bu Ririn.


Harry bar memberi kode pesanan Ice Chocolate sudah jadi.


"tuh__antarkan, service sebaik mungkin, jangan buat masalah" dorong Bu Nat.


Yaaa__ampun, sial banget aku. Kenapa sih harus bertemu lagi dengan__nya,


kalau begini lebih baik aku dulu terima pekerjaan yang jaauh, dan tidak bertemu dan harus seperti ini jadinya.


Dominique berjalan malas menaiki tangga, berpapasan dengan Chef Justin yang turun membawa kue pesanan customer.


"Ice Chocolate" suara Dominique saat di depan pintu manager, John membuka_kan pintunya.


Dominique menatap kesal John, yang terseyum bahagia atas peristiwa pernikahan kilat tadi.


Dominique masuk dan menyajikan Ice Chocolate tadi di meja.


"John, duduk" perintah Haiden.


Aku membalikkan tray, dan akan keluar ruangan.


"mau kemana kau?" Dominique menghentikan langkahnya.


"Apa aku bilang kau boleh pergi" Dominique berbalik, dan tanpa meminta persetujuan Haiden ia langsung duduk di samping Dominique.


John tanpa menikmati Ice Chocolate_Nya.


"Minumlah, kau pasti haus mengeluarkan tenaga yang begitu besar tadi" sindir Haiden, memberikan satu gelas Ice Chocolate untuk Dominique.


Dominique meraih dan segera meneguknya.


"Sudah, aku keluar yaa, ini masih jam kerja ideen, aku ini karyawan disini" tegas Dominique.


"sstt, bukan karyawan, tapi Nyonya Bos, apa perlu aku umumkan sekarang, supaya lelaku brengsek itu tahu posisinya, jangan menganggu istri orang" Haiden berucap penuh percaya diri.


hah, istri. kau tidak salah ucap, aku ini terpaksa menikah dengan_mu. guma Dominique kesal.


"please, ideen, jangan bahas itu, aku memohon, aku pasti jaga sikap"


"oww, memohon? Memohon_lah dengan benar" saut Haiden .


"Ideen" Dominique mendelikkan matanya.


"Iya, memohon_lah dengan benar"


"Baik, oke, Haiden aku mohon padamu, jangan diumumkan, apapun, apapun yang kau inginkan akan aku turuti" Dominique keceplosan.

__ADS_1


ah, sial, aku tidak bisa menarik kata_kataku lagi. Dominique menggigit bibir bawahnya.


Haiden menarik tubuh Dominique ke pelukannya,


"Karena kau sudah memohon,


akan kukabulkan, pulanglah ke apartemen_ku, nanti malam ku jemput dan persiapkan dirimu untuk malam pertama kita__" bisik Haiden ditelinga Dominique, membuat Dominique bergidig dan menjauh dari pelukannya.


Segera bangkit dan keluar ruangan.


"John, manis dan imut sekali istriku__,


John dia istriku sekarang" Haiden tertawa puas.


"Iya Tuan, sekarang dia sudah menjadi istri sah Tuan, silahkan Tuan mempergunakanya sebaik mungkin" saut John tersenyum, meledek tingkah Haiden yang seperti anak kecil.


"Sial kau, kau pikir istriku barang" jawab Haiden ketus, John hanya menikmati seruputan sisa Ice Chocolate_nya.


Dominique turun ke area, melanjutkan sisa pekerjaan sebelum waktunya pulang.


Setengah jam kemudian Haiden dan John turun dan berpamitan,


"Kita pulang atau" tanya John yang melirik hati Tuannya yang terlihat bahagia.


Haiden melirik jamnya, satu jam lagi Dominique pulang.


"Kita ke fastfood dulu, hari ini aku akan mengizinkan dia makan makanan sampah untuk terakhir kalinya, lalu kita kembali lagi kesini, sebentar lagi istriku juga pulang" saut Haiden yang bangga mengucapkan gelar istrinya kepada Dominique.


Ah, damainya hidupku, Terima kasih Nona Dominique, semoga Tuan bisa terus seperti ini.


Haiden membelikan makanan junkfood untuk Dominique, lalu setelah ia membelikan banyak makanan.


"Kau tidak lupa kan John" tanya Haiden.


"Tidak Tuan, saya sudah mengaturnya sesuai kemauan Tuan, malam ini saya pastikan anda puas" seringai John.


Haiden hanya menganggukkan kepalanya, entah apa yang ada dipikiran Haiden.


Hanya Haiden dan Tuhan saja yang tahu rencana apa yang sedang dia rencanakan.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Silence


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca


__ADS_2