MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Balas Dendam Haiden


__ADS_3

Setelah perut kenyang Dominique berjalan berkeliling villa.


Saat sedang asyik menikmati suasana, John menghampiri.


"Nona Dominique, Tuan Haiden sedang menunggu anda" Dominique berbalik menatap John sesaat.


"Apa perlu kau bersikap kaku seperti itu padaku,


bukan_kah kita juga teman, Aku tidak suka dengan caramu memanggilku" protes Dominique.


"Maaf Nona, Tuan akan marah jika menunggu terlalu lama" John yang mengacuhkan ucapan Dominique.


"Ish, kau!" Dominique kesal menghentakkan kakinya berjalan mengekori John.


Apa lagi ini.


Mata Dominique disuguhkan dengan keberadaan motor Trill balap,


suara knalpot bising terdengar keras terus dimainkan oleh Haiden.


Dominique segera berjalan mendekati, mengambil helm dari tangan John.


Kegilaan apa lagi yang akan dia lakukan. Sabar Dominique, buat dia puas hari ini, memohonlah lalu kau bisa pulang.


Lalu Dominique naik ke motor tadi. Baru saja Dominique duduk, motor itu langsung menyala dan melaju sangat kencang, Dominique yang terkejut langsung memeluk tubuh Haiden dengan erat.


Hanya Haiden dan Tuhan saja yang tahu kalau Hati Haiden sangat berbahagia.


"Ideeennn__kau gila!" teriak Dominique histeris, jantung Dominique berpacu dengan cepat seperti sedang menaiki rollercoaster,


Haiden mengajak Dominique berputar empat kali dengan kecepatan Valentino Rossi full.


Motor berhenti, Dominique yang sudah tidak kuat menahan kakinya yang terus bergetar, membuang helm di kepalanya sembarangan,


hanya terkulai lemas di pekarangan Villa mendengar degup jantungnya yang begitu kencang.


Para pelayan hanya menonton aksi gila Tuannya, tanpa berani protes ataupun menolong Dominique.


Aku belum mati. Aku belum mati, tenang Dominique, buat dia puas hari ini. Memohonlah lalu kau bisa pulang.


Dengan nafas tersengal Dominique berpikir di otaknya. Dominique mencoba berdiri dan menjaga keseimbangannya.


Ah, rupanya Tuan sedang balas dendam pada Nona Dominique.


John yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sadis Tuannya menghukum Dominique.


Haiden melemparkan helm dan semua atribut yang dikenakan_nya,


matanya langsung membidik Dominique dengan tajam,


langkah kakinya cepat menghampiri Dominique dan senyum sinis tergambar jelas di wajahnya.


Melihat wajah Dominique yang sudah seperti kucing kecebur got tidak membuat Haiden puas,


"Bagaimana kau suka_kan naik motor?" ucap Haiden sinis.


"Hah, apa maksud__mu?" Dominique menjawab dengan nafas tersengalnya, masih belum mengerti arti kemarahan Haiden.


Haiden terus berusaha mendekati,


"Haiden, kau gila jangan mendekat, atau habis kau" ancam Dominique yang memundurkan tubuhnya sekaligus memasang kuda-kuda bersiap memukul Haiden.


"Kau berani?" seringai Haiden menerima tantangan Dominique.


lagi-lagi mata para penonton disuguhkan sesuatu yang mendebarkan, mereka bertanya-tanya siapakah pemenangnya dalam pertarungan manis itu__


"Aaakkkhhh" teriak Dominique mencoba menyerang Haiden dengan kaki dan tangannya.


John tampak antusias menyaksikan pertandingan, sampai melipat kedua tangannya dan tersenyum.

__ADS_1


Haiden terus menghindari pukulan dan tendangan Dominique,


"Akh, kau jangan curang iden" Dominique yang sudah bertanduk dua menyerangnya kembali dengan kekuatan penuh amarah.


Haiden hanya tersenyum melihat emosi yang keluar dari wajah Dominique.


Aku bisa gila, dia manis dan imut sekali. pekik Haiden menahan senyumnya.


Saat Dominique lengah, Haiden menyerang Dominique dengan mengangkat tubuhnya seperti kuli panggul beras, berlari dan menghampiri kolam renang___


"Akh__kau jangan gila idenn, lepaskan aku__" Dominique yang terus berteriak, berontak memukul-mukul punggung Haiden.


Dan tanpa ampun Haiden pun membuang tubuh Dominique kedalam kolam,


"Aakkhh!!!!" Dominique keluar dari air, memukul air dengan sekencengnya,


"Kau masih berani melawanku" seringai Haiden dari pinggir kolam.


Tenang Dom, tenang__jangan emosi__kau pasti bisa mengalahkannya.


Dengan nafas tersengal dan tatapan penuh amarah Dominique mengacuhkan ucapan Haiden.


Haiden yang terlihat tidak tega, ia mengulurkan tangannya menolong Dominique,


Dominique mengepakkan tangannya berjalan ke pinggir kolam,


dan saat tangan Haiden akan menariknya, Dominique tersenyum sinis, menarik kuat Haiden hingga dia terjebur ke dalam kolam.


"rasakan" baru saja Dominique melampiaskan kekesalan dan akan naik,


Haiden menarik kaki Dominique hingga Dominique jatuh kembali ke dalam kolam.


"akkh___ideeennn, kau curang!!!" Dominique berbalik dan memukuli dada Haiden.


Haiden yang kewalahan,


"Ok, ok__aku menyerah!" Dominique pun menghentikan pukulannya dan Haiden memeluk Dominique dengan erat juga mengecup kening Dominique.


Haiden menggandeng Dominique masuk ke dalam ruangan.


"Pak Asep, buatkan kami coklat hangat, kami mau mandi dulu" perintah Haiden dan Haiden memboyong Dominique menaiki tangga, masuk ke kamar_Nya.


"John siapa Nona itu, seperti_Nya Tuan__" tanya Pak Asep yang penasaran.


"Sstt__bukan Nona, tapi__Nyo_nya!" saut John.


"Akkh" Pak Asep mendelikkan matanya karena masih tidak percaya.


"Pak Asep masih betah kerja disini"


"Oh, tentu saja dong John, aku masih betah__"


"Kalau begitu, segera buatkan coklat hangat untuk Tuan dan Nyonya" John mengulangi perintah Haiden.


"Hampir lupa__" Pak Asep bergegas berlari ke dapur.


. . . .


Di kamar Haiden.


"Mau mandi bersama" ledek Haiden.


"Kau gila, awas ya__kalau kau berani macam_macam, aku bunuh kau!" Ancam Dominique.


"iya__ya, aku tidak akan melakukan hal lebih kalau tidak kepepet" seringai Haiden, "masuklah, wajahmu sudah mulai pucat" Dominique menuruti Haiden segera masuk kamar mandi.


Sabar, sebentar lagi dia sepenuhnya akan jadi milikmu Haiden.


Lima belas menit kemudian Dominique keluar kamar mandi, ia tidak melihat Haiden di dalam kamar,

__ADS_1


Kemana perginya orang itu.


Dominique celingak celinguk sendiri.


Ah, sudahlah tapi aku pakai baju apa nih__


Dominique melihat di atas tempat tidur sudah tersedia baju ganti untuknya.


rupanya dia masih memikirkan aku.


Dominique berbalik badan, menurunkan handuknya untuk memakai pakaian dalamnya, Dominique tidak menyadari Haiden menatap punggungnya dari balkon kamarnya.


tahan Haiden, sebentar lagi.


Haiden yang menelan salivanya berulang dan meremas wajahnya sendiri.


ah, sial


Haiden menyadari sesuatu yang tak enak pada bagian bawah tubuhnya,


ia pun segera berlari ke kamar mandi tanpa menengok ke arah Dominique yang sedang memakai ****** *****.


Dominique yang terkejut segera menutupi tubuhnya dengan handuk.


Dari mana datangnya si gila itu, ah__apa jangan_jangan tadi dia mengintipku. Dasar brengsek. Mesum.


Maki Dominique.


Dominique bergegas mengganti pakaiannya, sebelum Haiden keluar kamar mandi dan melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan.


"Akh" Dominique berteriak saat membuka pintu.


"Ada apa" saut Haiden saat keluar dari kamar mandi.


Dominique berbalik,


"Akhhh" kembali Dominique berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Ada apa, kenapa kau berteriak" Haiden yang sama_sama bingung.


John masuk ke dalam kamar,


"Ada apa Dom? " Haiden malah menghampiri Dominique dan menarik tangan yang menutupi wajahnya.


Haiden yang belum menyadari kalau Dominique tadi berteriak karena pas membuka pintu John sudah ada di hadapnnya saat Dominique terburu_buru keluar menghindari Haiden,


eh__yang dihindari malah keluar dari kamar mandi membuat Dominique berteriak kedua kalinya karena melihat Haiden hanya menggalungkan handuk dan sedikit menutupi bagian bawahnya.


"Akh" Dominique masih menutup matanya, mendorong tubuh Haiden, lalu Dominique meraba tembok keluar dari kamar Haiden.


"Astaga!!" Haiden menepuk jidatnya, saat diberi kode oleh John kalau Dominique kabur karena dia hanya menutupi sedikit bagian bawahnya__


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Silence


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca


__ADS_2