MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Buatkan Aku Nasi Goreng Cinta


__ADS_3

Dominique menuruni tangga, ia melirik ponselnya tergeletak di atas meja, ia menghampiri dan mengambil ponsel tersebut.


Tas_ku dimana yaa, Aku harus segera menyembunyikannya sebelum dia turun.


Mata Dominique terus berkeliling mencari tasnya.


"Kau mencari ini" Haiden yang sudah berdiri dibelakang Dominique sama memegangi tasnya.


Ah, sial ternyata ada ditangannya.


Dominique berusaha tersenyum senatural mungkin, agar bisa mendapatkan tasnya.


Tanpa diduga Haiden melemparkan tasnya hingga jatuh tepat di kaki Dominique dan berjalan cuek melewati Dominique__


Dasar pria gila. Umpat Dominique.


Dominique jongkok dan mengambil tas yang di buang Haiden.


"Berikan padaku" Haiden yang sudah duduk dengan tangannya yang terus terulur padaku.


"Apanya" Dominique berlagak tidak mengerti.


"Kau ingin memberikannya dengan suka rela atau kusuruh John yang merampasnya kembali"


"Ish!! " Dominique menghentakkan kakinya berjalan kesal menghampiri Haiden.


Dominique meletakkan tasnya di meja.


"Ideenn" rajuk_ Dominique.


"Berikan" Haiden sudah mulai kesal.


"Iya_ya__" Dominique mengulurkan tangannya, memberikan ponselnya kepada Haiden.


Tangan Haiden menarik tangan Dominique agar Dominique duduk di pangkuannya.


Dominique berusaha bangkit dari pangkuannya Haiden, namun tetap sia_sia.


Nona, Nona, sekeras apapun anda menghindari atau melepaskan diri dari cengkareng Tuan, semakin kuat Tuan akan memenjarakan__mu.


Lebih baik anda menyerah dan bersikap jinak sedikit, agar kami semua bisa damai dan tenang.John.


Haiden membuka ponsel Dominique yang memang tidak di kunci dan diberikan sandi oleh Dominique.


Membuka semua pesan_pesan yang dikirim digrup kerja dan chat dari Sophie yang menanyakan kapan Dominique masuk kerja.


Tidak berapa lama Pak Asep mengantarkan coklat hangat pesanan Tuannya.


"Coklat hangatnya, Tuan"


Haiden menganggukkan kepala.


"Aku lapar" ucap Haiden.


Lapar makanlah, untuk apa kau minta makanan denganku.


"Hei, kau tuli, Aku bilang , aku lapar" ucap Haiden ngeselin.


"Baik Tuan, saya akan siapkan" saut Pak Asep yang akan beranjak pergi.


"Tidak__bukan kau, tapi dia__biarkan dia yang memasak makanan untuk_ku" Haiden menatap wajah Dominique yang kesal dalam pangkuannya.


"Aku masak, masak apa?" Dominique mengerutkan alisnya.


"Buatkan Aku Nasi Goreng Cinta" saut Haiden tanpa berkedip menatap Dominique.


ah, rupanya balas dendam Tuan belum berakhir.


Apa lagi, aku memasak?


untuk apa ada koki_nya disini, kalau aku juga yang harus memasak. Umpat Dominique.


"Masak__ya masak, apa susah_Nya, lepaskan aku" Dominique yang meminta melepaskan pelukan Haiden di pinggangnya.


Haiden menuruti permintaan Dominique dan mengekori Dominique ke kitchen.

__ADS_1


Dominique mencari sesuatu untuk mengikat rambutnya yang panjang. Dia mengambil celemek dan memulai demo memasak_Nya.


Haiden begitu antusias menatap tidak sabar dari meja makan,


tanpa disadari Haiden menatap pungguk leher Dominique, sesaat wajah Haiden memerah,


ia meneguk salivanya sendiri mengingat peristiwa Dominique saat akan mengganti bajunya tadi.


ah, sial, kenapa aku benar-benar ingin memakannya sekarang, sabar Haidar, tunggu sebentar lagi.


Dominique menyajikan sepiring nasi goreng sederhana buatannya dengan telur ceplok mata sapi.


"Ini nasi goreng_Nya Tuan" Dominique memberikan dengan senyuman terpaksa terindahnya.


Haiden masih tak bergeming, malah menatap wajah Dominique.


"Apa lagi sekarang" tanya Dominique.


"Cium aku" seloroh Haiden tanpa malu di hadapan John, Pak Asep dan semua pelayan lainnya.


Dominique bergidik mendengar ucapan gila Haiden.


"Apa maksud__mu? Sekarang? Di hadapan mereka?? " Dominique yang kesal karena terus dipermainkan Haiden dan sikap tak tahu malunya.


"Ehemm" Haiden berdeham, seketika semua orang berbalik badan.


"Kau Gila yaa" Dominique yang bersuara lirih mendekatkan badan_nya ke arah Haiden sambil celingak celinguk melihat semua orang.


Haiden merangkul pinggang Dominique dan mendudukkannya lagi di pangkuannya.


"Aku kan tadi bilang buat_kan aku nasi goreng cinta" ucap Haiden.


"Lalu, apa hubungannya dengan permintaan aneh_mu barusan" Dominique yang masih berdebat dengan Haiden.


Haiden menarik tengkuk leher Dominique, mendekatkan wajah Dominique agar berhadapan dengannya.


"Kau lakukan sekarang sebelum aku berubah pikiran,


atau kau akan kubawa ke_kamar dan kumakan kau_" Dominique langsung mengalungkan tangannya di leher Haiden, mencium kening Haiden dengan cepat,


Sabar Domi, sebentar lagi, puaskan dia, memohonlah dan kau bisa segera pulang.


"Sudah cepat makan nasi goreng_nya, aku sungguh lelah bermain hari ini Haiden,


aku ingin pulang" pinta Dominique menatap Haiden memintanya dengan mengiba.


"Puaskan aku dan memohon_lah dengan benar" ucap Haiden yang tak melepaskan tatapan matanya dari Dominique.


"Apa masih kurang"


"Apa itu yang kau bilang ciuman?" saut Haiden tanpa malu.


Dominique mengerutkan kedua alisnya.


"Please, ideenn__" Dominique memohon lagi.


"Lakukan__lah dengan benar" seringai Haiden.


Dominique hanya menghela nafasnya yang panjang, dia merasa perdebatan ini tidak akan berakhir.


"Baiklah__"


Raut wajah Haiden berubah, menantikan ucapan Dominique tadi.


Dominique perlahan mendekatkan wajah_Nya, ragu_ragu ia menatap bibir Haiden, akhirnya satu ciuman cepat mendarat di bibir Haiden.


Saat Dominique akan menarik wajahnya, tangan Haiden memegangi tengkuk leher Dominique dan Haiden ******* bibir Dominique dengan hangat dan lembut, sesaat Dominique terbuai dengan perlakuan manis Haiden.


Haiden melepaskan perlahan ciumannya, "suapi aku" titahnya dengan nada kemenangan.


Dominique tertunduk malu, lalu tangannya mulai mengambil sendok dan mulai menguapi Haiden dengan nasi goreng buatannya.


Setelah Nasi goreng buatan Dominique habis dimakan Haiden.


"Pak Asep" Pak Asep membalikkan badannya.

__ADS_1


akhirnya, selesai juga. pekik Pak Asep.


"Iya Tuan" siap menerima perintah.


"Siapkan makanan" perintah Haiden.


"Tunggu Pak" hadang Dominique.


Pak Asep berbalik, "Iya__Nyonya" saut Pak Asep.


Haiden tersenyum mendengar ucapan Pak Asep.


"Tolong buatkan aku mie goreng, pake cabe rawit yang banyak dan tambahkan telur didalan_Nya" Dominique yang belum sadar panggilan Pak Asep.


Pak Asep mengerutkan dahinya, "Oya, jangan lama_lama, buat saja dari mie goreng instant" ucap Dominique lagi.


Pak Asep melirik Tuannya, ia meminta izin apa boleh memasakkan makanan seperti pesanan Dominique.


Haiden menberi kode anggukan.


"Baik Nyonya, segera saya buat_kan" pamit Pak Asep dan menuju ke kitchen_Nya.


hah, apa barusan dia bilang, Nyonya. Dominique kaget berbalik menatap Haiden.


"Kenapa, kau tak suka Pak Asep memanggil_mu seperti itu"


"Aku kan bukan__"


"Sebentar lagi!" jawab Haiden dengan pasti.


"Kau jangan bercanda" Dominique memulai lagi perdebatan_Nya.


"Apa aku pernah bercanda dengan_mu?"


"Idennn"


"Kenapa? Kau tak suka menyandang nama Nyonya Dominique Aramgyan?"


"Bukan seperti itu__"


"Lalu, kau lebih suka menyandang nama belakang pria brengsek itu ketimbang namaku, hah"


"Ideenn__"


"Mie goreng_Nya, Nyonya__" Pak Asep menggeser bekas piring nasi goreng Haiden, dan menyajikan mie goreng pesanan Dominique.


"Nyonya mau minum apa?"


"Air putih saja" saut Dominique, Pak Asep pergi membawa bekas piring tadi dan tidak lama membawa air putih untuk Dominique.


"Terima kasih, Pak"


"Sama-sama Nyonya__"


hah, damai_Nya, jika benar Nona Dominique menjadi Nyonya kami. Pak Asep.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Silence


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca.


__ADS_2