
Ponsel Justin berdering, dia segera mengangkat telpon saat melihat nomor yang tertera dilayar,
"Tuan, Kapan anda akan pulang?" suara dari sebrang telpon.
"Tidak lama lagi, tolong kau persiapkan semua Jack, kau sudah dapat apa yang aku minta"
"Sudah Tuan, apa perlu saya kirimkan sekarang, atau__"
"Tidak perlu, malam ini aku kesana"
"Baik Tuan, saya tunggu kedatangan anda"
Justin menutup telponnya, tangannya mengepal dengan erat__
. . . .
Dominique terbangun dari tidurnya, ia merasakan perut lapar dan sakit pada seluruh tubuhnya.
ah, sakit sekali, dasar Serigala buas, bagaimana aku bisa lolos darinya, aku harus cari alasan agar bisa keluar dari tempat ini.
Dominique berjalan pelan ke kamar mandi ia membersihkan dirinya, saat keluar kamar mandi ponselnya berdering,
"Iya, Bu Nat" saut Dominique sambil duduk dipinggir ranjang masih mengenakan handuk mandinya.
"Domi, Boleh Ibu minta tolong, undur cutimu ya, soalnya Mita dan Ajeng sedang sakit, jadi Ibu kurang personil"
"Domi hari ini belum bisa masuk Bu, tapi kalau besok Domi usahakan, Domi bisa masuk middle bu"
"Ok Domi, thanks ya" telpon berakhir, saat berbalik badan Dominique dikejutkan dengan Haiden yang sudah berdiri menatapnya kesal dan menyilangkan kedua tangannya.
"Ah, bikin kaget saja"
"Siapa yang mengizinkanmu besok bekerja" Haiden menatap Dominique yang berjalan ke arah lemari bajunya.
"Aku mau pulang sekarang" Dominique yang mengambil satu kemeja Haiden.
"Aku tanya siapa yang mengizinkanmu?"
"Sudah Iden, aku lelah" Dominique yang berjalan keluar kamar meninggalkan Haiden.
Haiden mengikuti Dominique sampai ke meja makan.
"Mana ketoprak_ku?" tanya Dominique yang sudah melihat dua bungkus ketoprak yang habis diatas meja makan.
"Aku memakannya barusan, John sedang membelikannya lagi" jawab Haiden tanpa rasa bersalah.
"Ya__ampun iden, kau makan, tadi aku tanya kau tidak mau sekarang kau makan" Dominique yang menggerutu kesal.
Pintu apartemen dibuka, John pulang dengan membawa satu bungkus ketoprak dan menyerahkannya kepada Dominique.
Dominique membuka dan segera memakannya dengan lahap,
"Kau kelaparan?" Haiden yang melihat makan dengan lahap.
"Kau fikir" saut Dominique dengan mulut penuh ketoprak, Haiden yang gemas melihat tingkah Dominique menyentil dahi Dominique.
"Apaan sih?"
"Kau ini perempuan, tidak bisakah bersikap selayaknya perempuan normal"
"Kau tidak suka, pulangkan saja" jawab Dominique enteng.
__ADS_1
"Apa kau bilang, coba katakan lagi" Haiden yang mendelik kesal.
"Ah, John, antarkan Aku pulang setelah ini" Dominique mengalihkan pembicaraan.
"Pulang kemana Nona? " John berlagak pilon.
"Ke kontrakanku, aku mau ambil baju-bajuku"
John melirikkan pandangannya kepada Tuannya.
"Ow, kalau tidak boleh, tidak masalah, aku masih bisa pulang sendiri" Dominique yang bersikeras, bangun dari duduknya.
"Kau jangan memancing kesabaranku Domi" Haiden yang menarik tangan Dominique, mencegah pergi.
"Tolonglah iden, masa aku harus pakai bajumu terus, dan lagi besok aku mau masuk kerja, aku harus ambil seragamku"
"Apa aku mengizinkanmu, hah?" bentak Haiden.
"Idennnn" Dominique langsung bergelayut manja di tangan Haiden.
*Sabar Dominique, kau harus bisa merayunya.
cibir Dominique dihati.
Sial, Lagi-lagi dia bersikap seperti ini. Haiden.
ah, Nona Dominique anda pintar sekali, sekarang Tuan kena batunya, dia tidak mungkin bisa menolak lagi permintaan Nona Dominique. John yang menyeringai puas melihat Tuannya diluluhkan oleh Dominique*.
Haiden menghempaskan tangan Dominique dan masuk ke kamarnya, tidak berapa lama dia sudah berganti baju.
Yes!!
Dominique berlari ke kamar dan menyorenkan tasnya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Iden, kenapa kesini, aku kan bilang mau pulang" bisik Dominique.
Haiden tidak memperdulikannya, ia langsung berjalan menghampiri pakaian dan langsung memilih yang dia rasa cocok untuk Dominique, lalu memberikan salah satu mini dress untuk Dominique.
"cepat ganti"
"Aku tidak mau iden"
"kau ganti atau pilih aku memakanmu disini Sekarang juga" bisik Haiden ditelinga Dominique membuat kembali bulu kuduk Dominique berdiri dan segera berlari ke kamar ganti.
"Berikan semua model terbaru dengan size S dan kirim sekarang juga" perintah Haiden, "juga semua sepatu, semua model, size 38 dan tas semua model yang ada disini" Haiden memberikan kartu kepada salah seorang pelayan.
"John kau ambilkan seragam Dominique, dan belilah semua makanan kesukaan Dominique,
aku tidak ingin kau ganggu setelah ini" perintah Haiden dan melirik Dominique yang baru keluar kamar ganti dengan mini dressnya.
"Sudah iden, sekarang ayo kita pulang" Dominique yang tidak sabar pulang ke kontrakannya.
Haiden mengembangkan senyum, "Baiklah, kau senang sekarang" Dominique mengangguk dan berjalan ke arah Haiden yang sudah mengembangkan kedua tangannya.
Cih, aku harus merayumu seperti ini, lihat saja saat sampai kontrakan, aku tidak akan mau kembali ke apartemen_mu. pekik Dominique dihati. Eh, kemana perginya si John, aku tidak melihatnya. Dominique yang celingak celinguk mencari keberadaan John.
"Kau cari John, aku memberikan tugas khusus untuknya" Haiden yang tahu Dominique mencari keberadaan John.
"Tugas khusus, apa itu?" Dominique curiga dengan gelagat Haiden yang merangkul pinggannya membawa Dominique keluar dari toko pakaian tadi.
"Iden, katakan, tugas apa yang kau berikan, kau tidak menyuruhnya yang tidak-tidak kan? " Dominique yang langsung kepikiran Justin.
__ADS_1
"Kau masih berani memikirkan laki-laki lain, hah" Haiden mencengkam kuat tangan Dominique di dalam mobil.
"Tidak iden, aku tidak berani"
"Jangan macam-macam, kau tahu aku tidak akan segan memberikanmu hukuman berlipat" ancam Haiden dan mobil pun melaju kembali ke apartement Haiden.
loh, loh, kok kembali kesini. Dominique yang panik, karena Haiden langsung menarik tangannya keluar.
"Iden, iden, kenapa kesini, bukannya kita"
Haiden tidak mendengarkan ucapan Dominique, terus menarik Dominique, membuka pintu apartemen dan membawa masuk Dominique.
"Hey, iden, kenapa kau berbohong" Dominique menarik tangan Haiden yang langsung duduk di sofa.
"Aku tidak bilang kalau aku akan membawamu kembali" seringai Haiden.
"Kau__kau jahat" Dominique berusaha memukul dada Haiden namun tangannya di tarik ke pangkuan Haiden lagi.
"Aku tidak bohong dan jahat, coba katakan apa aku tadi bilang akan membawamu pulang?" Haiden menatap Dominique yang kesal,
Bel apartemen berbunyi, " Buka pintu sana" usir Haiden melepaskan Dominique turun dari pangkuannya. Dominique pun berjalan malas membukakan pintu, dan betapa kagetnya Dominique ketika banyak pelayan yang berdiri dengan membawa kantong belanjaan.
"Selamat malam Nyonya, kami mengantarkan pesanan Tuan Haiden"
"Ow, silahkan" Dominique membuka lebar pintu dan satu persatu para pelayan tadi masuk dan menjejerkan puluhan kantong belanja.
Setelah mereka keluar, "Kau belanja apa Iden?" tanya Dominique penasaran melihat logo pada kantong belanja toko pakaian yang tadi dia masuki beberapa menit lalu.
"Itu semua milikmu" jawab Haiden.
"Mi_mi_milikku, se_mua ini" Dominique gelagapan menunjuk puluhan kantong belanja yang sudah berjejer diruang tamu Haiden.
OMG, apa yang pria ini lakukan, apa dia memborong semua pakaian dan isinya yang ada di toko tadi.
"Kau senang, aku kan sudah bilang aku akan menggantikan semua barang yang kubuang, berterima kasihlah" Haiden yang berucap sombong.
Dominique mengelengkan kepala, "Iden, aku tidak meminta ini, jadi untuk apa aku berterima kasih" Dominique yang bersikap cuek.
"Terserah, hanya saja__" Ucap Haiden penuh tekanan, Dominique segera menghampiri, "hanya saja apa iden, katakan" Dominique yang masih kesal karena merasa dibohongi Haiden.
"Kau masih ingin bekerja besok?" Dominique mengangguk, "Kalau begitu jangan harap malam ini kau bisa tidur pulas" bisik Haiden ditelinga Dominique membuat lagi-lagi bulu kuduk Dominique berdiri.
Aaagghh, siaaalll, aku kena jebakan batman Haiden lagiiiii!!!!!
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Silence
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
__ADS_1
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca