
"DOMIIII!!!" teriak Haiden kesal melihat ulahku.
Aku yang kaget terpental jatuh, pantatnya menyentuh lantai.
John menahan tawanya, dia tidak mau Tuannya tahu kalau dia mentertawainya.
Sedang sekretaris tadi yang baru akan keluar ruangan, berbalik mendengar teriakan Dominique. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.
Dominique kaget, langsung cegukan, ia segera bangun ketika orang tadi menghampirinya.
"Ah, setaaaannnn!!!" teriaknya lagi, lalu lari terbirit-birit.
"John" Haiden tampak marah Dan kesal.
"Tunggu sebentar Tuan, saya kejar dia" John segera berlari mengikutiku yang sudah keluar lewat lift.
Nafasku tidak beraturan.
"Tidak, pasti Aku salah lihat" Dominique meyakinkanku hatinya dengan apa yang dia lihat barusan.
Pintu lift terbuka, ia bergegas lari keluar gedung, ia mendapati ojek onlinenya masih menunggu,
"Neng, ongkosnya belum dibayar" tukang ojek online tadi langsung menghampiri Dominique.
Dominique yang memang lupa, karena pas turun dia langsung masuk gedung karena takut Ice Chocolate nya jadi mencair.
"Eh, iya bang, maaf saya lupa, ini bang, tapi sekalian anterin lagi saya ketempat penjemputan tadi yah" Dominique langsung menyerahkan uang seratus ribuannya tadi.
"Ayo__bang cepetan" Dominique tergesa langsung mengambil helm dan memakainya, pikiran berkata apapun yang terjadi dia harus segera kabur dari gedung itu.
Motor ojek online pun melesat secepat kilat, meninggalkan gedung itu.
John yang baru sampai, dia tidak berhasil mengejar Dominique.
"Mana dia John" Haiden yang sudah Ada dibelakang John, tidak sabar ikut mengejar juga.
"Maaf Tuan, Nona Dominique sudah pergi"
"Ah, sial, kerjamu lambat John mengejar satu wanita saja tidak becus" gerutu Haiden dengan wajah dan baju dipenuhi coklat.
__ADS_1
"Maaf Tuan, sebaiknya saya antarkan Tuan ke apartment" John setengah menahan tawa melihat wajah lucu Tuannya berlumuran coklat.
"Shit" Haiden yang baru menyadari bahwa dia berlarian dengan coklat diwajah dan bajunya.
John segera berlari mengambil Mobil Tuannya.
Kenapa kau lari Domi, Aku hanya ingin bertemu denganmu.
***
Dominique berlari menaiki tangga, tubuhnya hampir bertabrakan dengan Chef Justin.
"Kau dari mana"
"Ah, itu Aku habis antar Ice Chocolate" Dominique menjawab terburu dan langsung ke lokernya.
Justin menatap heran, biasanya Dominique tidak pernah bersikap acuh.
"Aku salah lihat, pasti bukan dia, iya pasti bukan dia" Dominique mengunci diri di kamar mandi.
"Domi, kamu di panggil Bu Natalie" suara Tara menghamburkan lamunannya.
Ah, lupa, pesan Bu Nat, jangan bikin masalah, bagaimana kalau Aku dikeluarkan gara-gara ini. Batin Dominique.
"Bu Nat Ada dimana, Ra" tanyaku gugup.
"Di ruangannya, cepat kesana, jangan sampai dimarahi"
"Iya, terima kasih ya Ra"
Dominique berjalan lemas menuruni anak tangga. Tangganya bergetar saat akan membuka pintu ruangan Bu Natalie.
"Gimana Domi, sudah kau antarkan?" Bu Nat terlebih dahulu membuka pintu, karena dia mau break.
"Sudah Bu"
"Oh, ok, ya sudah kamu kembali bekerja ya"
Bu Natalie menepuk pundaknya Dan berlalu dari Dominique.
__ADS_1
Ah, selamat, berarti dia belum telpon melaporkan kejadian tadi.
Dominique kembali ke area dengan tidak semangat, hatinya tidak tenang, takut jika Haiden nekat Dan muncul dihadapannya.
***
Di apartment Haiden.
"Bagaimana dengan Tokonya" Haiden bertanya,
yang sudah mandi dan mengganti pakaian kotornya sambil mengesap kopi.
"Sudah beres Tuan, apa Tuan mau mengadakan kunjungan?" tawar John.
"Tentu saja"
Aku tidak akan membiarkanmu lolos lagi kali ini.
"Bagaimana dengan besok Tuan, apa anda setuju?"
"Segera atur, jangan terlalu lama lagi kau tunda"
Hanya satu hari Tuan, menggantikan sepuluh tahun yang anda tunggu.
****
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
__ADS_1
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
Terimakasih dan selamat membaca.