
"Bisakah aku" saat Dominique meminta turun dari pangkuan Haiden.
"Tidak" saut_ Haiden tegas.
Dominique menghela nafasnya lagi, lalu ia mulai menggulung mie goreng dan memasukkan satu suapan ke mulutnya.
Haiden terus menatap Dominique tanpa berkedip.
Dominique yang canggung terus di tatap, apalagi John, Pak Asep dan para pelayan juga menatap tingkah Tuan_Nya.
"Kau mau?" tawar Dominique, mengulurkan mie goreng tadi ke mulut Haiden.
Tanpa semua orang duga, Haiden membuka mulutnya, dan menerima suapan_ku.
"Aaagghhhh, pedas" wajah Haiden memerah, seperti kepiting rebus,
Haiden langsung mengambil air dan meminumnya.
Dominique tertawa terbahak.
Rasakan pembalasan_ku. Dominique.
"Kau gila, makanan makananan sepedas itu" Ucap Haiden yang kepedasan, "Air, mana air lagi" teriak Haiden yang kelabakan kepedasan.
Dominique geli dan gregetan sendiri melihat tingkah Haiden yang kepedasan, Dominique memang tidak tahu Haiden tidak suka pedas.
ah, ternyata orang gila ini punya sisi lucu juga, aku jadi gemas. Dominique.
Setelah drama kecil berlangsung, Haiden sedikit kesal dengan ulah Dominique.
"Kau mau lagi" ledek Dominique menghabiskan suapan terakhir_Nya.
Haiden merengut tidak membalas ucapan Dominique.
Saat pulang pun Haiden tetap diam, cuek terhadap Dominique.
haduh, bisa gawat nih, kalau suasana hatinya masih tidak bagus, sampai dirumah aku pasti masih dikerjain sama dia.
"Ideenn" panggil Dominique saat sudah di dalam mobil.
"Heem"
"Kok, heem sih?"
Haiden mendelikkan matanya, John hanya melirik dari kaca spion mobil tingkah Tuannya yang ngambek seperti anak kecil.
"Iya__ya, maaf_kan aku, aku salah" Dominique meminta maaf.
"Lalu" saut Haiden.
"Kok lalu sih, aku kan nggak tahu kalau kau tidak suka pedas"
"lalu"
"ish, sudah dong, jangan ngambek lagi" Dominique berusaha membujuk_Nya.
"Hemm" Lagi-lagi Haiden menjawab.
Dominique menggalungkan tangannya di leher Haiden,
menarik wajah Haiden,
Haiden sempat terkejut dengan tingkah Dominique.
Dominique menarik lebih dekat wajah Haiden, mengusap bibir Haiden, dan mencium_Nya dengan lembut__
"masih pedas" tanya Dominique sambil mengusap-usap bibir Haiden.
Haiden yang terkejut dengan sikap agresif Dominique, spontan menggelengkan kepalanya seperti anak kucing.
"Maafkan aku yaa__" ucap Dominique lagi, dan Haiden menganggukan kepalanya, patuh dengan bujukan Dominique, lalu Dominique menghempaskan tubuh_Nya ke pelukan Haiden.
Habislah harga dirimu Dominique, sampai segitunya kau menjadi budak si Haiden gila ini.
Haiden yang kegirangan seperti habis diberikan permen lolipop, memeluk dan tersenyum sendiri dengan sikap manja Dominique.
*ya Tuhan, manis dan imutnya, harusnya tadi aku rekam ucapannya. Haiden.
ck, ck, Tuan Tuan ada sudah masuk dalam jebakan budak Nona Dominique.
sambil menggelengkan kepala yang melirik dari kaca spion mobil*.
__ADS_1
Tanpa terasa Dominique benaran tertidur dalam pelukan Haiden yang hangat.
. . . .
Deringan ponsel Dominique berbunyi dengan keras,
Dominique terbangun, meneliti suasana.
Ah, ternyata sudah dikamar_ku.
Lalu Dominique mengkonfirmasi kondisi, tubuhnya juga baju yang dipakainya.
huh.
Dominique bernafas lega, karena masih mengenakan baju saat dia pulang.
Deringan ponsel Dominique berbunyi kembali,
akh, ponselku.
Dominique melirik ponsel dan tasnya yang sudah berada di atas meja pinggir tempat tidurnya.
Dominique meraih ponselnya.
"Hallo" saut Dominique di telponnya.
"Kau masuk hari ini kan?" tanya Sophie yang menelponnya.
"Iya, hari ini aku masuk midle kan, aku mandi dulu, lalu berangkat" Dominique melirik jam dikamarnya yang menunjukkan pukul setengah delapan pagi.
"soalnya Bu Ririn menanyakan, kalau kau masih sakit dan belum bisa masuk, aku pulang_nya sampai midle gantiin kamu Dom"
jelas Sophie.
"Aku masuk Sophie, bilang Bu Ririn ya"
"Ok, thank you ya Dom" telpon Sophie pun terputus.
Dominique beranjak malas dari tempat tidur nya, sambil otaknya memutar kejadian semalaman yang dia menciun Haiden dan tertidur pulas di pelukan Haiden.
astaga, apa yang kelakuan semalam. Aku benar-benar sudah gila melakukan hal itu
Dominique mengacak-acak rambutnya sendiri masuk ke kamar mandi.
. . . .
Tanpa sadar Dominique melirik ponsel_Nya terus, bahkan sampai saat istirahat pun masih melirik_Nya.
Aneh, dia tidak menghubungi_Ku.
. . . .
Haiden menghilang tanpa kabar, dan ini sudah satu bulan.
"Dom, chef Justin hari ini mulai masuk kerja loh, katanya sudah bisa bekerja kembali" Sophie yang memberitahu saat mereka akan naik ke loker.
"Pagi Domi" suara seseorang yang mereka bicarakan tepat berada di hadapan Dom.
"Pa_pagi Chef" Dominique yang terkejut, Chef Justin sudah tersenyum dihadapannya.
"Cieee__Aku duluan deh ke lokernya" Sophie yang tidak ingin mengganggu pertemuan rindu antara Chef Justin dan Dominique.
"Ka_kau sudah sehat" Dominique yang salah tingkah dihadapan Chef Justin.
Tanpa aba-aba, Chef Justin langsung memeluk Dominique.
"Aku merindukan_mu, kenapa tidak datang saat aku di rumah sakit" ucapan chef Justin terdengar kecewa.
"Aku datang, tapi maaf hanya satu kali, saat pertama kali kau dirawat" Dominique berusaha melepaskan pelukan erat Chef Justin.
"Oww, kau tidak rindu dengan_ku?" chef Justin menatap wajah dan mata Dominique, dia merasa Dominique menyembunyikan sesuatu.
"Eh, maaf chef, aku ganti baju dulu yaa" Dominique berusaha menghindar dan bergegas naik ke loker.
Ah, chef__ maafkan sikap dingin_ku, ini demi kebaikanmu, aku tidak ingin lagi sesuatu hal buruk terjadi padamu.
"Loh, kok udah naik" Sophie yang baru keluar kamar mandi, mengganti seragam_Nya.
"Iya, takut telat turun, kan hari ini kita ada bersih_bersih all floor" Dominique beralasan.
"Ah, iya, aku lupa, ayok cepat ganti baju, sebelum Bu Ririn teriak_teriak dari bawah" Sophie yang bergegas merapikan penampilan, Dominique pun segera masuk kamar mandi untuk mengganti bajunya.
__ADS_1
Siang hari saat suasana tidak terlalu ramai pengunjung, sekuruty pintu utama bergegas mengabarkan kepada Bu Ririn, dan beliau langsung panik berbenah penampilan dan mengecek kondisi lapangan.
Sedangkan Dominique sedang menghitung cookies yang turun dari store untuk di display di area, di pojok bar dengan Chef Justin.
Tubuh Dominique tiba-tiba bergidig, bulu kuduk_nya berdiri.
*ah , setan lewat dari mana lagi ini. pekik Dominique.
Setan*???
Dominique membalikkan badannya.
Mata Dominique membulat lebar, ketika melihat Haiden dan John juga beberapa pengawal sudah berada di belakang_nya.
"Ada apa Dom" Chef Justin yang belum menyadari keberadaan Haiden, masih focus dengan hitungan cookies yang akan di displaynya.
lalu melihat Bu Ririn berlari tergesa, menghampiri dengan sikap gugupnya__
"Se__selamat siang Pak" sapa Bu Ririn mengulurkan tangan, Haiden hanya diam, tatapan tajam mematikannya tertuju kepada Dominique.
"Selamat siang Bu" John mengambil uluran tangan Bu Ririn dan menyalaminya.
"Kau sedang apa" tanya Haiden menatap Dominique.
"Dia sedang menghitung cookies Pak untuk di display" saut Bu Ririn.
"Aku tidak bertanya kepada_mu" Haiden melirik Bu Ririn dengan tajam.
"Maaf Pak" Bu Ririn menundukkan kepalanya.
Haiden masih belum melepaskan tatapan mematikannya kepada Dominique.
ah, Tuan, anda baru saja turun pesawat langsung memaksa bertemu Nona Dominique, beginikan akhirnya__
"Sedang apa kau" Haiden mengulangi pertanyaan setengah berteriak, membuat suasana seisi ruangan begitu menyeramkan.
ah, orang gila ini, benar-benar tidak bisa melihat kondisi. Pekik Dominique kesal.
"Maaf Pak, saya sedang menghitung cookies untuk di display" jawab Dominique.
" Ikut dengan_ku" Haiden berbalik badan, Dominique melirik sekilas Bu Ririn, Bu Ririn mengangguk cepat, dia tidak ingin atasannya marah.
"Kau tuli" Haiden yang melirik lagi, melihat Dominique yang masih belum beranjak
Dominique akhirnya mengekori Haiden, keluar dan masuk ke mobilnya.
Baru saja tenang satu bulan, aku pikir dia akan pergi dan menghilang selamanya.
"Ideen, kau mau bawa aku kemana?" tanya Dominique saat di mobil dan mobil mulai melaju.
"Hari ini kita menikah" saut Haiden.
"ah, oke, menikah" Dominique mengangguk dengan polos.
Haiden tersenyum, menyeringai.
"Me_menikah??? Aakkkhh___tidak mau,
idennn, turunkan aku kau gila yaaaa__" kali ini Dominique yang berteriak gila, memukuli John yang di depan setir untuk menghentikan mobilnya___
Sebentar lagi kau milikku seutuhnya___seringai Haiden tanpa memperdulikan Dominique yang panik, memukul sana_sini mengagalkan niat gila Haiden__
. . . .
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Silence
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca