MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Aku Bahkan Tak Bisa Menahan Diriku


__ADS_3

Dominique berjalan malas keluar kamarnya, melirik Haiden yang sudah duduk di meja makan Dominique,


tangannya sibuk memeriksa laporan yang diberikan John.


Dominique membawa baju gantinya ke dalam kamar mandi. Tidak lama Dominique keluar dengan baju model sabrina dan celana jeans model boyfriend yang robek-robek.


Ia masuk ke kamarnya sebentar, merapikan dirinya sebentar.


Dominique keluar kamar sambil sibuk dengan ponselnya, masih mengenakan sendal jepitnya, Dominique tampak tersenyum sendiri.


Haiden meliriknya sesaat, memperhatikan tingkah Dominique yang cuek mengambil makanan dimeja dan mulai sarapan dengan ponselnya..


"ehem" Haiden berdeham.


Dominique meliriknya sesaat,


"Apa" saut Dominique sewot.


"Sedang apa kau" Haiden yang merasa penasaran sekaligus terganggu Dominique tidak focus padanya.


"makan, oh... aku lupa" Dominique meletakkan sendoknya. "Kau mau aku ambilkan?" tawar Dominique tersenyum semanis mungkin, sedangkan tangan satunya masih memegang ponsel.


"John" Haiden memberi perintah.


John menggerakkan tubuhnya, menghampiri Dominique, mengambil ponsel Dominique dan memberikannya kepada Haiden.


sial, ponselku. Apa lagi yang salah sih.


"idennn" Dominique merajuk.


Haiden malah melihat isi pesan Dominique dengan Sophie yang sedang bergosip membicarakan Bu Nat dan Bu Ririn.


Haiden hanya menggelengkan kepalanya.


"Berikan ponselku" Bukan memberikan Haiden malah memasukkan ponsel Dominique ke saku celananya.


"ish" Dominique melanjutkan sarapannya dengan kesal.


Ck. ck__Bahkan Tuan masih cemburu dengan ponsel. Batin John.


"Aku akan keluar dari rumah ini, kau tunggu_lah sebentar lagi, setelah mendapat tempat yang baru aku akan segera pindah" gerutu Dominique yang memang sudah malas berurusan dengan Haiden.


Haiden tidak menjawabnya, tetap focus pada pekerjaan yang dibawa John.


"Ada lagi" Setelah Haiden mengecek semua.


"Tidak Tuan. Jadwal hari ini sudah saya kosongkan, dan tempat yang Tuan minta sudah dibersihkan" Haiden melirik Dominique yang masih kesal karena ponselnya di tahan.


"Siapkan mobil, kita berangkat" ucap Haiden, Dominique hanya mencibirkan mulutnya meniru ucapan Haiden.


"Kau lupa dengan ucapanku tadi di telpon" Haiden menyeringai.


Flashback on


"Puaskan Aku hari ini, memohonlah, Aku mungkin masih bisa mempertimbangkan"


Flashback off


"Iya__ya__Tuan Besar" Dominique beranjak malas dari tempat duduknya, menganti sandal jepitnya dengan sepatu dan menyorenkan tasnya yang dia lempar sembarangan semalam di bangku.


"Bereskan sisanya, jangan sampai ada yang tertinggal, aku tunggu di mobil" perintah Haiden

__ADS_1


Saat membuka pintu Dominique terkejut melihat beberapa orang dengan setelan jas hitam dan beberapa pelayan sudah menunggu dengan sigap.


OMG, apalagi ini__


"Ayo" Haiden menaruh tangannya di pingang Dominique, membawanya berjalan bersama.


"untuk apa kau bawa orang sebanyak itu, ini pemukiman kampung, bukan kalangan elit_mu, aku malu dilihatin seperti ini__" protes Dominique yang memang jadi tonton menarik karena ulah Haiden.


"Apa urusan mereka, ini hidupku" saut Haiden tidak mau kalah.


"Kalau kau merasa perduli dengan kehidupanmu, harusnya kau berikan aku sedikit ruang untuk privasi_ku" Dominique yang berjalan cepat meninggalkan Haiden.


Saat melihat Dominique pintu mobil langsung di buka, dengan kesal Dominique masuk ke dalam.


"Kau marah, hah?" Haiden yang sudah masuk ke mobil menarik tubuh Dominique yang ke sudut mobil dengan wajah cemberut agar masuk ke dalam pelukan Haiden.


"Ideeennn, hentikan" Dominique yang merasa jengak dengan tingkah Haiden.


"hhmm" saut Haiden yang tidak menggubris kemarahan Dominique.


"Kau mau makan siang dengan apa?"


"Akhh" Dominique berbalik dan mendorong tubuh Haiden jauh darinya.


Sial, aku bahkan tak bisa menahan diri_ku jika sudah berdekatan dengan_nya. Haiden.


"Kau sungguh berani" Haiden menutupi perasaannya dengan kemarahan.


"Kau, hiss___" Dominique yang tidak bisa berkata_kata menghadapi sikap Haiden, "Terserah kau saja_lah" Dominique yang akhirnya pasrah, malas berdebat dengan Haiden.


John membuka pintu depan, tak berapa lama mobil pun mulai melaju.


Haiden membawa Dominique ke Villa nya, selama di perjalanan Dominique duduk berjauhan dengan Haiden.


Mobil pun berhenti, John turun dan membukakan pintu untuk Haiden, tangan Haiden terulur ke arahku, setengah terpaksa aku mengikuti kemauannya.


Ajaklah bermain dengan puas, memohon dan segera pulang Domi.


Suasana sejuk dan adem langsung menggelayut di tubuhku.


Ah, segar banget.


Dominique menghirup udara segar walaupun sudah siang bolong.


Para pelayan langsung menyambut kedatangan kami dengan memberi salam dan hormat.


aih, berasa kayak lagi di dalam drama Korea.


batin Domi.


"Kita makan dulu yaa" Haiden yang membawa Dominique ke meja makan dan saat pelayan akan menarik kursi Dominique, Haiden mencegahnya, ia yang menariikkan kursinya untuk Dominique.


Para pelayan yang melihat sangat terkejut. John hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Tuannya.


Tuan__Tuan bisakah anda bersabar sedikit lagi menahan sikap_mu kepada Nona Dominique.


Makanan yang tersaji begitu mewah membuat Dominique bingung mau memakan yang mana.


Biasanya Dominique makan siang dengan mie goreng instan dan telur dadar ataupun makanan cepat saji lainnya.


"Kenapa? kau tidak suka, apa aku suruh koki mengganti makanannya?" Haiden melirik tajam kokinya.

__ADS_1


Dominique bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Haiden,


"Aku tidak tahu makanan apa yang di sediakan,


aku biasanya makan mie goreng dan telur dadar" bisik Dominique ditelinga Haiden, membuat Haiden tersenyum geli melihat tingkah Dominique.


Dan sekali lagi membuat para pelayan yang melihat sangat terkejut,


yang mereka tahu Haiden tidak suka disentuh atau pun di tatap oleh seseorang, bahkan dengan kedua orangtuanya pun Haiden terkenal dingin dan tidak bersahabat,


sedangkan Dominique dengan santainya bersikap layaknya teman yang sangat akrab.


Siapa Nona ini? Mengapa dia mendapat perlakuan khusus Tuan Haiden bahkan Tuan bisa tersenyum seperti itu__.


Guma Pak Asep kepala koki Haiden.


Haiden memberi kode untuk semua orang menyingkir dari hadapan meja makan, kecuali John yang tetap berada di sisi Tuannya.


Wah, wah, bahkan Tuan mengusir kami setelah bisikan Nona itu, Aku tidak boleh membuat kesalahan, Nona ini pasti orang yang Tuan Haiden lindungi. Batin Pak Asep lagi, mengikuti para pelayan keluar ruang makan.


"Bisakah aku masak mie goreng dan telur dadar, dimana dapurnya?" tanya Dominique setelah semua orang pergi.


John mengerutkan alisnya, tersenyum simpul halus melihat tingkah Dominique.


Jadi karena ini Tuan mengusir yang lain. John.


Haiden menatap Dominique,


"Duduk" perintah Haiden.


"Ideeennn" Dominique mulai merajuk.


Haiden mengambil piring makannya, Ia mulai memilihkan beberapa makanan yang pasti akan dimakan oleh Dominique, lalu mengangkat piring Dominique, dan meletakkan piring tadi dihadapan Dominique.


"Aku tidak suka kau memakan makanan sampah,


mulai hari ini dan seterusnya kau harus membiasakan diri memakan makanan yang aku pilih" ucap Haiden terdengar seperti perintah mematikan bagi Dominique.


Dominique hanya menghela nafasnya.


Haiden memilihkan lagi beberapa buah dan minuman yang akan di mengasupi tubuh Dominique.


Makanan sampah, itu makanan enak, aku satu hari memakan makanan seperti ini, satu bulan aku mati kelaparan. Domi.


. . . .


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena ,


baca cerita lainku yang berjudul :


✔ Dua Hati


✔ Silence


✔ Elegi Cinta Yuki


✔ Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terimakasih dan selamat membaca


__ADS_2