MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON

MR. BILLIONAIRE''S LOVE PRISON
Jus Mentimun


__ADS_3

Haiden terus mondar-mandir, dia kesal melihat Dominique dan Justin yang lahap makan nasi uduk semur jengkol.


"Aku mau makan semur jengkol siang ini" ledek Dominique.


"Baik, ayok kita belanja, nanti aku yang akan memasak" Justin yang bersemangat.


"No, no, no. Tidak aku bilang tidak, kau jangan aneh-aneh Dominique" Haiden yang panik karena tidak suka dengan baunya.


"Ya sudah, kalau begitu izinkan aku pulang, biar aku masak di kontrakan ku" Dominique yang tidak sabar, merasa berhasil dengan idenya.


ayolah__Haiden, katakan ia__


"No, no, no" Haiden berkacak pinggang dan menggelangkan kepala, "Kau gila Domi, kau lebih memilih jengkol daripada suami_mu ini, hah" Haiden yang tidak Terima kalah dengan jengkol.


Dasar Jengkol sialan, bisa-bisa dia menjadi penghalang antara aku dan Dominique __


"Iya, memang kenapa?" Dominique yang mendekati Haiden tapi Haiden menutup hidungnya dan memblokir tubuh Dominique agar tidak mendekati_nya.


hah, untung saja aku suka jengkol, jadi tidak masalah Dominique mau makan jengkol sebanyak-banyaknya. Justin yang menang satu langkah tanpa dia duga.


"Kau jangan gila Domi, menjauhlah" Haiden yang menghindari Dominique dan mendorong tubuhnya.


hahahha, yes, yes, akhirnya aku bisa bebas hari ini__


"Ah, ok, Idennn" Dominique sumringah dan meraih tasnya.


Sekarang Justin yang kalang kabut, segera membuka couthnya dan memakainya di Dominique, dia tidak ingin penampilan Dominique jadi sorotan semua orang apalagi mata lelaki, "Kita pergi sekarang" Justin mengulurkan tangan dan disambut Dominique.


Dominique mengangguk cepat, dan pergi dengan Justin.


"Dominique, berhenti, kau jangan gila" teriak Haiden yang tidak bisa mencegah kepergian Dominique. Haiden mengambil ponsel dan menelpon John dengan kesal.


. . . .


Tanpa sadar Dominique sudah memeluk tubuh Justin dengan erat, Justin yang kaget sekaligus bahagia, apalagi dia bisa merasakan dengan sangat jelas sesuatu yang kenyal menempel di punggungnya.

__ADS_1


ah, sial, sabar Justin, sebentar lagi dia akan menjadi milikmu, sepenuhnya.


Justin melajukan motornya kesuatu tempat, dan motor berhenti di sebuah rumah, menggandeng tangan Dominique masuk ke area pekarangan bunga, dan terus membawa Dominique masuk hingga ke tepian sebuah danau.


Dominique melihat pemandangan sekitar, "indah sekali, ini tempat siapa?" tanya Dominique yang sudah melihat Justin bersandar dibawah pohon.


"Ini tempat peristirahatan_ku, kalau sedang suntuk atau bosan aku kesini" Justin mengulurkan tangan_nya, meraih tangan Dominique dan menariknya duduk diantara kedua kakinya.


"Kau suka" Dominique menganggukkan kepala, Justin melingkar tangannya di pinggang Dominique, Dominique mengelak, tapi dekapan Justin makin erat, "Justin, ah" Dominique yang merasakan geli di tubuhnya karena Justin terus menciumi leher Dominique, "Jangan bergerak Domi, sebentar saja, asalkan kau patuh, aku tidak akan berbuat yang lebih jauh, aku janji" Justin berbisik lirih di telinga Dominique.


Dominique membalikkan wajahnya, tepat dengan Justin yang menatap Dominique dengan lembut, "janji" ucap Dominique.


ya__ampun, aku bisa gilaaa, wajah Justin begitu dekat denganku, seandainya, ah__kau jangan berpikir mesum Dominique__


"Iya" saut Justin dengan Lembut membuat hati Dominique luluh. Dan Justin pun memeluk tubuh Dominique, menyandarkan tubuhnya di pohon lalu mata mereka pun terpejam menikmati suasana dan hembusan wangi bunga.


Ya Tuhan, seandainya dia adalah orang yang lebih dahulu aku temui sebelum Haiden, dan dia adalah laki-laki yang kunikahi, mungkin aku akan bahagia dan setenang ini.


Tanpa sadar Dominique yang sudah membuka mata, menyentuh pipi Justin. Justin membuka matanya, Dominique kepergok, wajahnya memerah dan segera berpaling, Justin tersenyum bahagia__


"Kau sudah lapar?" Dominique mengangguk, Justin berdiri dan menarik tangan Dominique, "Jadi mau makan semur Jengkolnya?"


Justin terus menggandeng Dominique masuk ke dalam rumah, melirik wajah Dominique yang tersenyum saat memikirkan Haiden membuatnya sakit.


"Baiklah, siang ini aku buatkan spaghetti, kau mau?" Dominique mengangguk, Justin menuntun Dominique hingga meja makan, Dominique duduk di salah satu kursi yang dihadapannya sudah ada minimalis dapur mewah__


"wahh__kau sering kemari untuk beristirahat" Dominique yang tidak menyangka kehidupan Justin ternyata berkecukupan lebih dari yang dia bayangkan, bahkan kalau dia melihat ke sekeliling ruangan interior dalam ruangannya adalah barang mahal dan bermerk, dia menyadari Justin pun tidak sesederhana penampilannya yang biasa__


"mm, hanya sesekali" Justin yang sudah memakai celemek sibuk mondar-mandir ke arah kulkas dan dapurnya.


"oh, lalu orangtua-mu" Justin menghentikan kegiatannya sesaat, "ah, mereka tinggal diluar negeri, aku disini sudah terbiasa tinggal sendiri" Justin menoleh menatap Dominique yang mulai bertanya tentang keluarganya, "Kau anak tunggal?" pertanyaan Dominique kali ini membuat wajah Justin berubah Murung dan sedih, "Tidak, aku ada seorang kakak laki-laki__, ah, sudah jangan bahas lagi, pokoknya hari ini kita senang-senang, hari ini aku temani kamu main seharian" Justin memaksakan wajahnya tersenyum dihadapkan Dominique, ia seolah memblokir akses pada Dominique untuk tidak bertanya lebih jauh tentang keluarganya.


Dan dari luar jendela kaca, Haiden yang tepat berdiri dihadapan Dominique, menatap Dominique dengan tertegun,


Bisa-bisa kau menunjukkan wajah bahagia dan senyum semanis itu dihadapan laki-laki lain Dominique, bahkan saat bersamaku yang ada hanya sikap terpaksa_mu, apa begitu besar perasaanmu pada laki-laki brengsek itu, tidak pernahkah hatimu sedikit saja menyelipkan namaku__

__ADS_1


Haiden mengepal tangannya dengan erat, dadanya terasa sakit, otaknya panas membara seperti larva gunung merapi.


"Tuan, apa kita masuk sekarang?" John yang menatap untuk pertama kalinya Tuannya ragu, apalagi menyangkut masalahnya Dominique, bahkan sejam lalu dia memaksa John untuk mengaktifkan pelacak yang tertanan di cincin berlian Dominique untuk mencari dimana keberadaan Nyonya-nya.


Haiden mengelak nafasnya, "Kita pulang, biarkan hari ini dia bermain, Aku akan menunggunya pulang" Haiden yang mengepalkan tangannya, menahan emosi.


John terbelalak, tidak percaya, "Apalagi yang kau tunggu" Haiden yang membalikkan badan berjalan duluan ke mobilnya, "Baik Tuan" Dominique menolehkan wajahnya kearah jendela kaca, menatapnya, kosong, tidak ada seorang pun.


ah, apa cuma perasaanku saja, aku merasakan dia ada disini barusan. Guma Dominique dihati.


"Sudah siap, ayo kita makan" Justin yang sudah menata dua piring spaghetti, jus mentimun dan salad buah. Dominique berbalik menatap meja makan.


"Ini apa" Dominique menunjukkan sesuatu yang terlihat menyegarkan, "Jus mentimun aku kasih madu dan sedikit lemon, untuk penawar rasa bau mulut karena makan jengkol tadi, cobalah" Dominique mengangkat gelasnya dan meneguk sedikit jus buatan Justin tadi, "wahhh, enaknya__beda memang kalau tangan chef yang membuatnya, rasanya jadi lebih enakk' Dominique memuji, " Aku senang kalau kau suka, makanlah, habiskan, aku buatkan banyak untukmu, aku taro kulkas dulu biar tambah segar" mata Dominique berbinar bahagia dan memulai makannya bersama dengan Justin__


Sesekali Justin menatap tingkah Dominique yang kekanakan,


*Aku senang Dominique, Aku sangat senang sekali, hati-mu ternyata masih penuh denganku__


🌼🌼🌼*


...Bersambung...


Hallo semua Aku Aleena,


baca cerita lainku ya yang berjudul :


βœ” Elegi Cinta Yuki


βœ” Dua Hati


βœ” Silence


βœ” Ketika Kamu Jatuh Cinta


dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentar-nya.

__ADS_1


Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.


Terima kasih dan selamat membaca πŸ™πŸ™


__ADS_2