
Mobil Haiden berhasil mengejar motor yang ditumpangi Dominique, mata Haiden menatap tajam dan dingin, marah serta berapi-api.
Haiden melihat Dominique memeluk begitu mesra, tersenyum dan tertawa disela pembicaraan mereka.
"John Aku menginginkan rumahnya dan bereskan pria brengsek itu" Haiden memberi perintah, yang terlihat sudah tidak sabaran.
"Baik Tuan, malam ini akan saya laksanakan" saut John tidak berani mencari masalah karena suasana hati Tuannya sedang tidak baik.
"Lakukan dan jangan meninggalkan jejak, Aku tidak ingin kau melalukan tindakan bodoh lagi" Haiden yang terbakar Cemburu.
Berani sekali kau tersenyum dan memeluk pria lain, kau cari mati Domi.
Bulu kuduk Dominique langsung berdiri, setiap kali ada yang menyebut atau mengumpat namanya.
kok pakai jaket tetap merinding, apa Aku masuk angin. Batin Dominique.
John Tampak menghubungi seseorang, berbicara dan memerintah, tentu saja semua berkaitan dengan perintah Tuannya.
Dominique turun dari motor tangan Justin tak sedikitpun melepaskan Dominique.
"Kita makan dulu yah, katanya nasi goreng langgananmu enak" Justin terus mencari celah agar lebih lama berduan dengan Dominique.
"Nggak kelamaan kamu pulangnya, ini sudah hampir pagi loh?"
Dominique mengingatkan dan tidak enak hati.
"Nggak, apapun akan Aku lakukan asalkan kita bisa berduaan lebih lama" rayuan receh Justin.
"Dih__dih__gombal banget sih, alay tau__" Dominique meringgis dan mencubit pinggang Justin tidak tahan saat Justin mengeluarkan rayuannya.
Justin meringgis, "Please, yah__yah__kita makan dulu" Justin turun dan meletakkan helm diatas motornya, dan membukakan helm dikepala Dominique.
Dominique hanya tersenyum dan mengangguk menerima ajakan Justin,
__ADS_1
Justin duduk sedang Dominique menghampiri abang nasi goreng, "Bang, dua yah, makan disini" pinta Dominique.
Abang nasi goreng melirik, "Eh__neng Domi, udah pulang neng__, cie__makan bareng sama pacar nih" ledek abang nasi goreng, Justin yang mendengar hanya tersenyum.
"sst, awas bang jangan lupa pesananku kayak biasa" Dominique mengingatkan lagi, "Beres neng, abang nggak lupa lagi kok" saut abang nasi goreng.
"eh, iya kamu pedes nggak, terus Mau pakai ati ampela dan acar nggak?" Dominique bertanya pada Justin.
"Aku tidak suka pedas, ati ampela boleh" saut Justin.
Dominique kemudian mengulangi pesanan Justin pada abang nasi goreng.
Dominique duduk berhadapan dengan Justin, lagi-lagi Justin mencari kesempatan untuk memegang tangan Dominique.
Dominique tidak menolaknya, hatinya memang sengaja Dominique buka untuk menerima semua perhatian kecil dan romantis Justin.
Dia tahu Justin berusaha keras mendekatinya dua bulan belakangan ini, awalnya Dominique ragu, dia tidak ingin berpikir untuk dekat dengan seseorang ataupun menjalani hubungan dengan seseorang,
ia hanya ingin focus bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.
Sophie yang sudah menjadi teman kerja Dominique selama tiga tahun ini, dia merasa Dominique pantas untuk bahagia dan tidak perlu lagi mengenang ataupun terbebani dengan masa lalu.
jadi Sophie memberikan dukungan penuhnya kepada Justin untuk mendekati Dominique yang Sophie anggap Justin pantas mendapatkan cinta Dominique.
Justin yang selalu baik, ramah, perhatian, dan karirnya cukup cemerlang ditempat kerja.
Justin adalah seorang Achef (Assistant Chef) dia bisa di bilang tangan kanan chef Utama.
Sebenarnya Dominique tidak memilih-milih akan berhubungan dengan siapa, buat Dominique yang penting orangnya baik, penyayang, pengertian, dan punya pekerjaan.
Pekerjaannya apa saja yang penting bekerja, karena dimasa depan Dominique berencana menjadi ibu rumah tangga yang akan mengurus dan melayani suami dan anak-anaknya sepenuh hati. Impian kecil dan sederhana Dominique berharap akan menjadi nyata.
Haiden geram melihat sikap Dominique, tangannya terus mengepal dengan kuat.
__ADS_1
"John"
"Sudah Tuan, tunggu sebentar lagi pemilik rumah akan mengantar kunci"
Haiden tidak menjawab, tidak berapa lama suara ketukan dikaca depan terdengar, John membuka sedikit kaca spion, terlihat seseorang memberikan sebuah kunci kepada John, lalu orang tersebut pun menghilang.
"Ini kuncinya Tuan" John menyerahkan sebuah kunci pada Tuannya.
Haiden menerima Dan menggenggam kuncinya dengan erat.
Tidak akan kubiarkan ada celah, apapun akan Aku tutup agar kau tak bisa lari dariku lagi.
"Kembali ke apartment" perintah Haiden.
"Baik Tuan" John memutar setirnya meninggalkan Dominique yang sedang berduaan makan nasi goreng dan kecemburuan Tuannya.
***
...Bersambung...
Hallo semua Aku Aleena ,
baca cerita lainku yang berjudul :
✔ Dua Hati
✔ Elegi Cinta Yuki
✔ Silence
dan jangan lupa beri dukungan dengan Like, Vote, Favorit dan Komentarnya.
Partisipasi kalian sangat berharga buatku agar terus semangat berkarya dan menulis.
__ADS_1
Terimakasih dan selamat membaca