Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 105


__ADS_3

"Sayang, kakak bilang dia mau ayam." Sherina berjalan mendekati Marvin yang masih duduk, lalu ikut mendaratkan tubuhnya di sebelah suaminya.


Marvin yang sejak tadi menatap kedatangan wanitanya itu, seketika menaikkan kedua alisnya. Pria itu sedikit terkejut dengan permintaan nyeleneh yang putrinya minta.


"Ayam?" beo Marvin dengan nada tak percayanya, yang langsung disusul dengan anggukan kepala dari istrinya.


"Iya. Kakak tiba-tiba pengen ayam, pas lagi main tadi. Kira-kira bisa dateng kapan ya?" jawab Sherina dengan serius yang membuat Marvin menggeleng tak percaya.


"Byy, yang bener aja. Masa anak kita mainan sama ayam. Aiy nggak pengen mainan yang lain kah?" tanya Marvin dengan lemas yang membuat Sherina menghembuskan napasnya.


"Loh, apa salahnya? Mau dia mainan sama ayam, sama anak tetangga, atau bahkan sama kambing juga nggak jadi masalah. Kenapa memangnya?" Sherina dengan begitu entengnya menjawab pertanyaan sang suami.


Marvin tidak habis pikir, dia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya baru saja.


"Apakah sudah zamannya anak-anak bermain dengan ayam? Bahkan aku saja belum pernah bermain dengan ayam." gumam Marvin kebingungan yang membuat Sherina berdecak perlahan.

__ADS_1


"Jangan samakan dirimu dengan putrimu. Kau lahir dari keluarga yang bahkan tidak pernah merasa kesusahan. Meskipun aku berharap kedua putrimu juga akan merasakan hal yang sama, tapi jangan batasi keinginan mereka." singgung Sherina, yang langsung disuguhkan dengan senyum canggung suaminya.


"Jadi kau bisa membelikan atau tidak? Kalau tidak biar aku saja yang mencarinya."


"Bisa! Tentu saja aku bisa! Tunggu sebentar, tiga puluh menit lagi ayamnya akan sampai." ucap Marvin gelagapan lalu segera mengambil ponselnya.


"Bu, ayamna Ayiy mana Bu?" tanya bocah dengan dress merah mudanya, sembari berlarian ke arah ayah ibunya dengan tablet di tangan kecilnya


"Kakak! Nggak perlu lari-larian. Nanti jatuh, Sayang!" Sherina bangun dari duduknya dan menahan tubuh kecil Ailey dengan tangannya.


Seolah tidak melakukan kesalahan, Ailey hanya mengedipkan mata bulatnya menatap sang ayah. Dia mengalihkan tatapannya, dan melihat wajah cantik Sherina dari samping.


"Ayiy mau timmy, Bu." ucap Ailey dengan tiba-tiba, yang membuat Sherina membeku.


Dengan cepat Sherina langsung menolehkan kepalanya ke samping dan menatap kedua mata sang anak. Memastikan apa yang baru saja Ailey ucapkan.

__ADS_1


"Apa, kak? Timmy?" tanya Sherina dengan keterkejutan di suaranya.


Ailey mengangguk. Dia tersenyum lebar dan menunjukkan sebuah potongan film kesukaan si bocah. Timmy. Salah satu karakter di kartun Shaun the Sheep, anakan domba yang hobi menangis kalau bonekanya hilang.


"Kamu mau domba, Sayang? Kan tadi kakak bilang mau ayam. Tapi kenapa sekarang ganti jadi domba?" tanya Sherina kebingungan, yang membuat Ailey menundukkan kepalanya.


Dia menyerahkan tabletnya pada sang ibu, dan terus menundukkan kepalanya. "Tapi Ayiy mau timmy, bu."


Sherina melipat bibirnya ke dalam dan menatap sang suami dengan alis yang mengerut. Senyum kakunya seketika terbit saat melihat Marvin yang terlihat sangat putus asa.


"Kakak. Ayah tanya, sekarang. Kakak mau ayam atau timmy?" Setelah mencoba menyabarkan dirinya, Marvin akhirnya bertanya pada sang putri.


Dia tidak sampai hati, melihat gadis kecil dengan rambut sebahu itu, yang terus menunduk dan tak berani menatap sang ibu.


Ailey mengintip ayahnya dari balik poni tipisnya, lalu mengangkat dua jarinya. "Ayiy mau dua, ayah. Mau ayam sama timmy."

__ADS_1


__ADS_2