
Setelah menghabiskan satu hari penuh untuk cuti karena kabar perceraiannya, kini Sherina kembali masuk kerja. Wanita yang dikenal karena keramahannya itu, disambut dengan hangat oleh semua rekan kerjanya.
Mereka sedikit sudah tahu tentang cerita hidup Sherina sebelum akhirnya dipindah tugaskan ke Jerman. Tidak semua rekan kerja wanita itu adalah penduduk asli Jerman, tapi ada beberapa juga yang berasal dari negara yang sama dengannya.
"Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Menjadi janda tidak seburuk yang kau pikirkan, Bu." Sherina yang diberi semangat oleh pegawainya itu hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang.
Ya, meskipun Sherina menjabat sebagai manajer utama di perusahaan tersebut, tetapi hal tersebut tidak membuatnya lantas memiliki kesenjangan dengan pegawai lainnya.
Mulai sejak saat itu, Sherina memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya hanya untuk bekerja. Keuletannya dalam bekerja itulah yang membuatnya akhirnya memiliki banyak penghargaan karena berhasil membawa perusahannya semakin sukses lagi.
Selain karena dirinya yang loyal dengan pekerjaannya, Sherina juga mampu berkomunikasi dengan para relasi perusahannya dengan sangat baik. Dampak dari semua kemajuannya saat bekerja itu,membuat Sherina mendapatkan promosi. Ya, jabatan manajer yang sudah dia dekap selama dua tahun itu, akhirnya berpindah tangan ke orang baru.
__ADS_1
Satu bulan sudah berlalu, hari ini adalah hari di mana dirinya akan dipromosikan untuk menjabat sebagai direkutur utama di perusahannya. Hal itu pun berhasil membuat perusahaan inti yang ada di negaranya, melakukan kunjungan untuk acara tersebut.
"Kami sangat bangga padamu, Bu Sherin. Berkat kegigihanmu dalam bekerja, kini perusahaan kita, maju semakin pesat." Ucapan yang dikatakan oleh salah satu pegawainya itu, membuat Sherina tersenyum bangga.
Wanita mana yang tidak bangga terhadap dirinya sendiri, yang bahkan sudah berhasil membuat namanya tercatat di puluhan bahkan ratusan berita dan artikel internasional.
"Kami harap Bu Sherina tidak kembali ke negaranya. Tetap di sini ya, Bu? Kami sudah sangat nyaman memiliki atasan seperti ibu," imbuhnya lagi yang langsung disetujui oleh rekan kerjanya yang lain.
"Kita pergi ke aula, sekarang. Acaranya sudah akan dimulai!" Sherina dan yang lain pun segera berjalan ke aula dimana acara akan dimulai.
Saat memasuki aula, sudah banyak orang yang datang. Sherina menemui banyak atasannya ketika dirinya masih bekerja di negaranya. Sherina berhasil membuat semua orang bangga padanya.
__ADS_1
Setelah itu, acara pun dimulai. Mulai dari acara inti hingga tiba di pertengahan acara. Sherina mendapatkan ucapan selamat dari para kolega bisnisnya dan juga dari para jajaran direksi yang ada di perusahaannya.
Beberapa kali Sherina juga dikenalkan dengan para calon penanam saham, yang tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaannya. Dan hal tersebut benar-benar tidak pernah ada dalam bayangan Sherina.
Sudah puluhan orang yang menjabat tangan Sherina, tapi tak satupun yang berhasil membuat Sherina seterkejut saat ini.
Degub jantung wanita itu seolah berhenti berdetak saat menatap siapa yang saat ini ada di hadapannya. Tubuhya seketika terasa limbung, akan tetapi sekuat tenaga wanita itu menahannya.
Dia tidak salah melihat 'kan? 5 bulan sudah Sherina lalui dengan melupakan pria itu. Tapi kenapa takdirnya terasa begitu menyebalkan, sehingga dirinya dipertemukan dengan pria itu lagi.
"Oh ya Sherina. Kenalkan, dia Tuan Ivander. Dia yang nantinya akan menjadi investor baru di perusahaan kita."
__ADS_1