Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 58


__ADS_3

Sudah tiga puluh menit sejak kebangunan Sherina. Tapi wanita itu tak kunjung bangun, dia masih dengan posisinya, yang mana Marvin memeluknya dengan begitu erat.


Wanita itu memegang ibu jari milik pria itu, dan mengelus kukunya. Tangan kekar itu masih kerasan bertengger di perut buncitnya. "Apakah kau senang karena ayahmu sudah datang, hm?"


Sherina menyingkirkan tangan milik Marvin dan mengelus perutnya sendiri. Sherina tidak tahu, reaksi apa yang harus dia berikan saat Marvin kembali padanya.


Di satu sisi, wanita itu senang ketika mengetahui jika Marvin sudah mengetahuinya jika dia tengah mengandung. Tapi di sisi lainnya, dia sudah memantapkan hatinya untuk melupakan Marvin.


Samar-samar Sherina mendengar keributan di luar sana. Wanita hamil tersebut mencoba bangun dari posisinya meskipun sangat kesusahan. Dia bersusah payah melepaskan pelukan Marvin pada tubuhnya.


"Nessie?" Sherina mengerutkan alisnya saat melihat Nessie di luar rumahnya.


Perlahan Sherina berjalan keluar dari kamarnya, dan melewati Anne yang baru saja hendak menutup pintunya. "Ada apa?"


Sherina menatap Anne dengan kebingungan, menuntut jawaban dari wanita yang baru saja menemui Nessie di luar.


"Kau tak perlu keluar untuk menemui wanita itu. Ingat, kau harus berhati-hati entah dengan siapapun itu!" Anne mencoba untuk menghentikan Sherina yang akan keluar.


Sherina menolehkan kepalanya ke jendela dan masih menjumpai keberadaan Nessie di sana. Entah mengapa, raut wajah khawatir wanita itu membuat Sherina penasaran.


"Dia datang sendiri?" tanya Sherina lagi sembari menatap mobil yang terparkir di ujung halaman rumahnya.

__ADS_1


Anne melihat sebuah raut kekhawatiran dari wajah Sherina, saat ibu hamil itu menatap Nessie. "Sepertinya dia datang bersama anaknya. Tapi aku tidak terlalu tahu."


Setelah mendengar hal tersebut, Sherina segera keluar dan menemui Nessie. Anne yang melihat isyarat tangan dari Sherina, yang memintanya untuk tidak mengikutinya itu pun menurut.


Dia berjalan masuk dan kembali ke rumahnya melalui pintu belakang.


"Sherina!" Nessie yang melihat jika Sherina sudah keluar dari rumahnya itu, sgera mendekat dan langsung berlutut di hadapan Sherina.


Wanita itu memeluk kaki milik Sherina dengan air mata yang berlinang. Sherina tidak dapat berbohong dan mengatakan jika dirinya tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Nessie padanya.


"Astaga, apa yang kau lakukan!?" Sherina dengan perlahan mencoba membangunkan Nessie dari posisinya.


Dia membawa Nessie untuk duduk dan mencoba menenangkan wanita itu. Sementara Nessie, wanita itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Dia benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi pada Nessie. Dia mencoba bertanya dengan apa yang terjadi padanya. Tapi Nessie tak kunjung menjawab pertanyaan darinya.


"Jika kau tak mengatakan apapun, lalu bagaimana caraku untuk mengetahui apa yang terjadi padamu?" Sherina kehabisan cara untuk membuat wanita itu berbicara.


"Aku minta padamu untuk kembali pada Ivander, Rin. Kembalilah pada pria itu, berikan dia satu kesempatan lagi." Mohon Nessie sambil menggenggam tangan milik Sherina.


Sherina terkejut tiba-tiba. Apa yang wanita ini lakukan? Kenapa dengan begitu saja dia memintanya untuk kembali pada pria itu.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan? Tidak. Aku tidak akan pernah melakukan hal itu." Sherina menggelengkan kepalanya dan mencoba melepas genggaman tangan Nessie di tangannya.


"Aku mohon, Rin. Aku tahu aku memiliki banyak salah padamu. Tapi aku minta kali ini, agar kau bersedia untuk kembali pada suamiku. Aku mohon padamu, Rin." Mohon Nessie lagi lalu kembali menekuk kedua lututnya di hadapan Sherina.


Sherina menggelengkan kepalanya dan berusaha agar Nessie tak lagi memohon dan bahkan menyatukan kedua tangannya di depan dada di hadapannya.


"Untuk itu semua, aku sudah memaafkanmu. Kau tidak harus melakukan semua ini." Sherina mencoba menjelaskan pada Nessie.


"Tapi aku benar-benar mohon padamu untuk kembali pada Ivander, Rin. Minta dia untuk tak menceraikan ku dan membuang Kanwa. Dia butuh ayahnya, Rin. Akupun butuh suamiku." Nessie kembali memohon pada Sherina yang mulai muak.


"Tidak! Aku tidak akan pernah kembali dengannya! Kau istrinya, dan seharusnya kau lebih bisa mengendalikan suamimu sendiri! Tolong jangan kaitkan aku dengan hubungan kalian!"


Sherina mencoba bangun dari duduknya dan hendak beranjak pergi. Tapi lagi-lagi Nessie menahannya.


"Aku mohon padamu, Rin. Untuk kali ini saja! Aku bersumpah!" Nessie mengubah wajahnya dengan tatapan seriusnya, meskipun wajahnya masih basah dengan air mata.


Sherina terdiam. Dia menatap Nessie yang mulai menghapus air matanya dan bangkit. Dia berdiri tepat di hadapan Sherina.


"Aku minta tolong padamu untuk menahan Ivander agar tak menceraikanku terlebih dahulu, Rin. Ibuku masih hidup, bahkan kini dia sedang dijadwalkan untuk melakukan operasi kanker otak. Kanwa juga baru berusia beberapa bulan, dia masih membutuhkan ayahnya. Dan ya, papa dan mama masih belum bisa menerima anakku. Jika kau tak bisa melakukannya untukku, aku minta padamu untuk melakukannya demi Kanwa."


Sherina terdiam. Dia menatap ketulusan di mata Nessie. Dia tidak menginginkan untuk tahu menahu dengan hubungan Nessie dan mantan suaminya. Tapi entah kenapa Nessie memohon padanya secara langsung, setelah kejadian tadi pagi.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak pernah berniat untuk menjadi istri Ivander. Aku hanya ingin bermain-main agar aku bisa mendapatkan uang darinya. Uang itu aku gunakan untuk biaya berobat ibuky yang sakit-sakitan. Aku juga tahu jika Ivander sudah menikahimu. Aku bersumpah jika aku tidak pernah memiliki niatan untuk menjadi madumu, Rin."


"Ivander mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu. Jadi aku mohon agar kau kembali padanya. Beri aku waktu untuk menjadi madumu, selama beberapa saat kedepan hingga ibuku selesai operasi. Setelahnya, aku akan membawa pergi anakku, dari kehidupan kalian. Kalian akan bahagia."


__ADS_2