Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 36


__ADS_3

Setelah hari dimana Sherina mengobrol banyak dengan Ivander, kini keduanya jarang bertemu. Selain karena Sherina banyak memiliki jadwal di luar kantor, Ivander juga lebih banyak menghabiskan jam kerjanya di perusahaannya sendiri.


Sore ini, Sherina yang tidak memiliki jadwal apapun memutuskan untuk pergi keluar. Ketika tiba di lobby, wanita itu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya ketika matanya menatap seseorang yang tak asing baginya.


Tubuh wanita itu seketika menegang, saat tatapan keduanya bertemu selama beberapa saat. Mata wanita itu berkaca-kaca, beriringan dengan tubuhnya yang bergetar dengan begitu hebat.


"Marvin?" lirih Sherina dengan napas yang tercekat.


Pria itu mendekat kepada Sherina, yang membuat wanita itu hendak melarikan diri. Tapi Marvin yang tahu jika Sherina akan lari darinya itu, segera menangkap tubuh kecil milik wanitanya.


"Kau mencoba menghindari ku, hm?" bisik Marvin sembari memeluk pinggang Sherina.


Dengan sedikit kasar, Marvin menarik Sherina untuk berjalan keluar. Pria itu langsung membawa Sherina menuju mobilnya. Sementara Ivander yang baru saja keluar dari lift bersama dengan Nessie itu, tak sengaja melihat Sherina yang pergi bersama dengan Marvin.


Ya, pria itulah yang sampai saat ini masih menjadi dendam terbesarnya. Amarahnya seketika meningkat ketika dirinya mengira jika Sherina dan Marvin ternyata kembali menjalin hubungan.


Dia melihat dari sisi belakang, yang mana memang terlihat jika Marvin tengah memeluk pinggang kecil milik Sherina dengan begitu mesra. Padahal dalam situasi itu, Sherina berharap jika ada seseorang yang dapat membantunya.

__ADS_1


"Kembali ke atas!" ucap Ivander pada Nessie, yang membuat ibu hamil itu membelalakkan matanya.


Suaminya sudah berjanji akan membawanya pergi dinner dan menghabiskan waktu bersama. Lalu kini tiba-tiba Ivander memintanya untuk kembali naik ke unitnya.


Lantaran Nessie tak kunjung menuruti apa yang dirinya perintahkan, Ivander langsung menarik lengan milik wanita tersebut. Keduanya kembali naik ke atas dan menggagalkan rencananya.


Ivander memesan alkohol dan meminta untuk mengantarkannya ke kamarnya. Sementara Nessie yang tahu jika suaminya kini sedang tak baik-baik saja itu, hanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


Tak lama setelahnya, minuman pesanan ivander pun tiba. Nessie yang sudah paham dengan kebiasaan suaminya ketika mabuk itu, menuangkan alkohol, sembari menunggu suaminya mengatakan segalanya.


"Apa yang kau inginkan, Vin? Aku mohon turunkan aku di sini," ucap Sherina ketakutan sembari menatap Marvin yang ada di sebelahnya.


Sedangkan Marvin sama sekali tak menjawab permintaan Sherina. Dia terus melajukan mobilnya, hingga mereka akhirnya telah tiba di kediaman Marvin.


Pria itu meminta Sherin untuk turun, tetapi Sherina sama sekali tak menuruti ucapannya. "Turun, Sherina!" bentaknya, yang langsung membuat tubuh Sherina kembali mematung.


"Apakah kau tuli?! Turun sekarang!" ucap Marvin sekali lagi yang membuat Sherina langsung menuruti perintah pria itu.

__ADS_1


Marvin segera menjemput Sherina dan membawa wanita itu masuk ke rumahnya. Sejujurnya wanita itu merasa risih saat Marvel menyentuh setiap inchi tubuhnya.


Sesampainya mereka di sebuah ruangan, Marvin membiarkan Sherina berdiri di hadapannya. Seolah sudah puas karena memandangi tubuh Sherina, pria itu memejamkan matanya.


"Vin," panggil Sherina dengan suara lirihnya yang membuat Marvin menemukan apa yang dirinya cari.


Dia merindukan gadisnya itu. 4 tahun sudah dirinya menahan dirinya dengan tak bertemu dengan Sherina. Dia mengalah dengan takdirnya karena tak berhasil memiliki wanita yang dia sukai itu.


"Sebenarnya apa yang kau mau? Aku mohon, tolong pulangkan aku." Dengan ketakutan, Sherina mencoba meminta Marvin untuk memulangkannya.


Marvin diam sejenak. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan yang Sherina berikan padanya. Setelah berhasil menenangkan dirinya dan mengontrol emosinya, Marvin membuka kedua matanya dan bangkit dari duduknya.


Pria itu berjalan mendekati Sherina dan berhenti tepat di belakang tubuh wanita itu. Marvin mendekatkan wajahnya ke tubuh Sherina, dan mencium aroma tubuh wanitanya.


Sherina yang benar-benar takut Marvin akan melakukan sesuatu padanya itu, hanya bisa memejamkan matanya.


"Menikahlah denganku,"

__ADS_1


__ADS_2