Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 11


__ADS_3

Ivander yang melihat Nessie berjalan masuk ke ruangan rawatnya itu, seketika tersenyum cerah. Entah bagaimana cara Ivander menggambarkan rasa bahagianya ketika melihat wanita yang tengah mengandung darah dagingnya itu, berjalan perlahan mendekati brankarnya.


"Apakah kau sudah baik-baik saja, Sayang? Aku benar-benar khawatir dengan keadaan mu," ujar Nessie dengan nada yang terdengar sangat manja, sembari berjalan mendekati Ivander.


Wanita itu menatap penuh dengan rasa iba pada kekasihnya yang hanya dapat mengamati dirinya, tanpa mampu berbuat lebih. Ivander yang sudah merasa baikan itu, hanya menganggukkan kepalanya, tanpa mampu menyambut kedatangan dari Nessie ke ruangannya.


"Apakah tadi kedua orang tua mu, dan juga istrimu? Aku sempat mendengar jika Sherina hendak diajak pulang bersama dengan mereka. Memang ada apa? Apakah ada masalah?" tanya Nessie sembari menolehkan kepalanya ke belakang, dan memastikan jika tak ada orang lain yang melihat dirinya masuk ke ruang rawat milik Ivander.


Ivander hanya berdehem, tanda bahwa apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu memang benar terjadi. Beberapa saat sebelum wanita itu datang, kedua orang tuanya baru saja pergi dengan sang istri yang telah dibawanya.


"Bagaimana bisa Sherina pergi begitu saja? Sedangkan kau masih berada di sini. Apakah ada masalah serius yang baru saja terjadi?" Masih merasa penasaran dengan apa yang baru saja terjadi, Nessie masih mencoba menggali informasi dari Ivander yang hanya dapat terdiam.


"Papa akan segera mengurus surat perceraian antara aku dan Sherina." Ucapan yang akhirnya keluar dari bibi Ivander, setelah sekian lama itu berhasil membuat Nessie terkejut bukan main.


"Perceraian?! Apakah kau sedang bercanda, sekarang?!" pekik Nessie secara spontan yang lagi-lagi hanya mampu dianggukki dengan anggukan kepala dari kekasihnya.


Nessie yang melihat jawaban secara langsung dari Ivander itu, benar-benar kaget. Bagaimana bisa Ivander merasa tenang-tenang saja, setelah tahu jika orang tuanya hendak mengurus surat perceraian untuk mereka berdua?


"Lalu apa yang kau lakukan? Apakah kau akan menerimanya dengan begitu saja? Dan apa kau tak memiliki inisiatif untuk mempertahankan pernikahan mu dengan istri mu?!" tanya Nessie yang sudah mulai gugup.


Bagaimana dirinya tak gugup, jika papa Ivander memang sudah memutuskan untuk membantu perceraian antara kekasihnya dan juga istrinya, pasti hal itu akan membuat hidup dan masa depannya hancur.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi? Aku juga sama sekali tak memiliki perasaan pada wanita itu. Jika pun aku ingin mempertahankan hubungan ku dengan Sherina, tidak mungkin aku kana memperjuangkan kau dan memilih mu," jawab Ivander dengan nada rendahnya yang berhasil membuat Nessie marah besar.


"Aku sama sekali tak ingin tahu, kau harus mempertahankan pernikahan kalian! Kau lah suami dari Sherina, kau yang berhak menceraikan Sherina, bukan papa mu!" titah Nessie yang pikirannya semakin kalut.


Yang ada di benak Nessie sekarang adalah bagaimana cara agar Ivander masih tetap bersama dengan Sherina. Karena dengan hal itu, kemungkinan harta warisan milik keluarga Ivander untuk jatuh di tangan kekasihnya itu masih ada.


"Jika kau sampai berpisah dengan wanita itu, maka jangan harap kau akan bertemu dengan anak mu!"


Ivander yang mendengar ucapan dari Nessie itu mengernyitkan keningnya dan masih tak paham dengan apa yang Nessie pikirkan.


"Aku tidak mungkin akan hidup dengan laki-laki miskin yang bahkan tak bisa menjamin kehidupan ku. Jika hal itu sampai terjadi, aku akan membawa pergi anak ini sangat jauh dari mu dan memastikan jika kau tak akan pernah melihatnya!"


Ivander sempat terkejut saat mendengar ucapan dari Nessie. Jadi pada intinya, dirinya tidak akan pernah bisa lepas dari Sherina, jika dirinya ingin bersama dengan wanita itu.


"Sayang, apa yang aku minta pada mu itu, semata-mata hanya untuk kebaikan anak kita. Aku ingin anak kita terjamin kehidupannya. Apakah kau mau jika darah daging mu hidup menderita, hanya karena wanita yang tak memiliki ikatan kerabat dengan mu itu?" ujar Nessie dengan begitu cepat, tatkala dirinya tersadar dengan apa yang dikatakan olehnya.


'Jangan sampai Ivander menyadari apa yang aku katakan, tadi. Aku harus berusaha lebih keras lagi, supaya Sherina menggagalkan rencana laki-laki tua itu!' Batin Nessie sembari mendekat pada Ivander yang masih terduduk di atas brankar.


Bodoh, satu kata itu benar-benar sangat menyatu dengan Ivander. Laki-laki itu justru mengiyakan dan tak mengambil pusing apa yang dikatakan oleh Nessie.


"Apa yang kau katakan? Aku juga setuju dengan apa yang kau katakan. Bagaimana bisa kita akan membuat anak kita hidup menderita, lalu membiarkan wanita itu bahagia dengan uang kedua orang tuaku."

__ADS_1


Nessie yang mendengar jawaban dari Ivander itu, tersenyum senang lalu segera memeluk kekasihnya dengan perlahan. Dirinya tahu, jika Ivander sedang tidak baik-baik saja. Hal itu terlihat karena dengan adanya perban di beberapa bagian tubuh Ivander.


"Aku benar-benar takut jika kau salah paham dengan apa yang aku katakan. Aku minta padamu untuk selalu percaya dengan apa yang aku katakan. Jangan pernah dengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain, okey? Trust me," ujar Nessie sembari mengelus pucak kepala milik Ivander.


Seolah tengah di hipnotis oleh Nessie, laki-laki itu hanya menurut dan memeluk tubuh kecil milik wanita itu dengan sebelah tangannya.


Sementara tatapan kosong dari wanita bermata indah yang ada di depan pintu ruangan itu, masih saja tertuju pada Ivander dan Nessie yang terlihat sangat bahagia. Tak dapat dipungkiri, ada rasa sesak yang menjalar di dada wanita itu tatkala melihat laki-laki yang dia cintai, mendapatkan kebahagiaan dari wanita lain.


"Aku merasa kau terlalu bodoh, Van. Entah kapan kau bisa sadar dan pikiran mu terbuka dengan lebar. Aku takut kau akan menyesal di kemudian hari," lirih Sherina yang sudah mendengar semua percakapan tadi.


Bagi Sherina, entah kemana akal sehat milik suaminya. Bahkan dengan jelas Nessie sudah memperlihatkan sisi aslinya, tetapi dengan bodohnya Ivander tetap tak menyadari hal itu.


Bersyukurlah karena Sherina yang hendak kembali ke dalam, karena ponselnya yang tertinggal. Dengan hal itu, kini Sherina tahu dengan jelas apa motif sebenarnya yang dilakukan oleh Nessie untuk mendapatkan suaminya.


"Jangan mundur terlebih dahulu, Rin. Ivander ada di jalan yang salah, Tuhan belum memperlihatkan semuanya pada suami mu." Sherina bertekad untuk membongkar semua niat busuk Nessie.


Setelah berulang kali menghembuskan napasnya dengan kasar dan mencoba menghilangkan rasa sesak di dadanya, akhirnya Sherina memantapkan diri untuk segera masuk ke dalam.


Nessie yang tengah sibuk mengelus puncak kepala milik kekasihnya itu, sontak langsung menolehkan kepalanya ke arah pintu. Betapa terkejutnya Nessie dan juga Ivander tatkala melihat kedatangan Sherina yang begitu mendadak.


Nessie yang benar-benar terkejut dan merasa ketakutan itu, segera menjauhkan tubuhnya dari Ivander dan berlagak tak terjadi sesuatu antara dirinya dan juga pria itu.

__ADS_1


Sherina yang menyadari perubahan drastis dari Nessie itu hanya tersenyum miring, sembari berjalan menuju meja untuk mengambil ponsel dan laptopnya. Beda halnya dengan Nessie yang merasa bahwa mungkin saja jantungnya akan berpindah ke perut, saking takutnya jika Sherina melihat apa yang terjadi antara dirinya dan Ivander.


"Saya bingung, Anda memliki berapa muka lagi, untuk terus melakukan drama? Anda berpikir saya terlalu bodoh, sampai tak mengerti apa yang Anda lakukan pada suami saya?"


__ADS_2