Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 106


__ADS_3

Benar saja, sore harinya ketika Sherina baru saja selesai memandikan putri terbesarnya, dia mengernyit ketika mendengar suara gerbang yang terbuka. Dengan cepat wanita itu mengintip dari jendela, setelah meninggalkan Ailey yang berdiri di atas sofa, dengan tubuh yang dibalut dengan handuk yang menutupi seluruh tubuh.


"Astaga, Marvin ini benar-benar." Sherina menggelengkan kepala tak percaya, ketika melihat beberapa orang pria tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam kontainer tersebut. Yang mana tidak lain merupakan beberapa ekor ayam dan juga domba kecil seperti yang Ailey minta.


Ailey yang tidak sengaja mendengar suara anakan domba itu, segera turun dari sofa dan berlarian menuju ke pintu depan. Dengan rambut yang masih basah dengan air, serta tubuhnya yang tertutup sempurna oleh handuk itu, si bocah menatap penuh binar pada orang-orang yang berjalan melewati samping rumahnya. Membawa hewan-hewan pesanannya, ke belakang rumah.


"Ayamna Ayiy!" Teriak gadis kecil itu kegirangan, yang langsung membuat Sherina menolehkan kepalanya.


Dia terkejut ketika melihat Ailey yang bahkan sudah berdiri di depan pintu. "Loh, kok bisa turun sendiri?"


Sherina segera menangkap tubuh kecil putrinya, dan membopongnya menuju sofa yang menghadap ke jendela besar di bagian perbatasan ruang utama dengan taman. 

__ADS_1


"Banyak kali ya Bu, ayamna Ayiy?" celoteh bocah itu sembari memasukkan tangannya ke baju tidurnya yang bahkan berukuran sangat kecil tersebut. 


Sherina hanya mengangguk dan menahan handuk basah yang ada di bahunya, sembari terus menyelesaikan kegiatan menggantikan baju si anak.


"Sayang, tolong jangan bergerak dulu ya. Ini ibu kesusahan benerin kancing bajunya." Sherina menghela napasnya dengan perlahan yang membuat gadis kecilnya langsung menurut.


Dia tidak lagi berdiri dan duduk di depan sang ibu. Dia membiarkan ibunya menyelesaikan beberapa kancing lagi, dan menyisir rambut hitamnya. 


Sherina tidak menahannya. Dia hanya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, dan mengambil handuk yang membasahi bahunya. Sherina menatap punggung kecil Ailey yang mulai menjauh, dengan perasaan yang bercampur. Dia tidak pernah membayangkan jika akan mengurus anak sambung dalam hidupnya.


"Lelah?" bisik Marvin setelah tiba di sebelah sang istri, lalu mencium pipi istrinya dengan begitu hangat. 

__ADS_1


Sherina memejamkan matanya sejenak, sembari menarik bibirnya untuk tersenyum tipis. Dia membuka matanya ketika Marvin duduk di sebelahnya, dan merengkuhnya dari samping.


"Kayanya baru kemarin, kamu jadi wanita workaholic yang pergi pagi pulang sore, setiap harinya. Dan lihatlah, sekarang kau benar-benar menghabiskan waktumu untuk mengurus putri-putriku." Marvin mengecup bahu istrinya dan menghirup aroma tubuh Sherina yang benar-benar menjadi candu untuknya. 


"Aku belum mandi, Vin. Kotor." Sherina mencoba menjauhkan tubuhnya dari Marvin yang bahkan baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. 


Marvin tidak menghiraukan apa yang istrinya katakan. Dia justru mengangkat tubuh kecil Sherina ke pangkuannya dengan begitu entengnya. 


"Sayang, besok kita cari babysitter buat urus Aiy sama Kala ya? Aku tidak ingin istriku terlalu lelah dan tidak bisa merawat dirinya." Marvin menatap Sherina yang menarik satu sudut bibirnya, mencoba menimbang apa yang suaminya inginkan. 


"Aku bisa menjaga anak-anak sendiri. Aku berjanji akan merawat tubuhku juga, supaya kau tidak muak melihat penampilan kucelku ini." Sherina menjawab dengan begitu polos, yang membuat Marvin menyatukan alisnya.

__ADS_1


"Bukan itu! Kau tidak kucel, kau cantik, kau seksi, kau terlalu sempurna! Aku hanya tidak ingin mereka berdua terus merampas mu dariku! Aku mau istriku. Kau ingat? Kapan terakhir kali kita bisa benar-benar tidur berdua tanpa mereka?"


__ADS_2