Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 49


__ADS_3

"Marvin!" teriak Sherina lalu segera bergegas mendekati Marvin.


Dia menarik bahu milik Marvin yang tengah memasukkan kepalanya kedalam air. Marvin yang tiba-tiba ditarik oleh Sherina itu, seketika terkejut. Dia sama seklai tidak tahu jika wanita itu menyusulnya ke dalam.


"Apa yang kau lakukan!?" tanya Sherina dengan begitu paniknya setelah berhasil mendudukan tubuh pria itu, di atas lantai kamar mandi.


Marvin tak menjawab, pria itu memejamkan matanya serta mengepalkan tangannya, seolah dia tengah menahan rasa sakit. Sherina, mengusap rambut milik pria itu, dengan penuh kebingungan. Apa yang terjadi pada Marvin.


Marvin mulai menyadari sesuatu. Ya, dia yakin jika ada seseorang yang memang dengan sengaja memberikan obat perangsang pada minumannya. Dia memejamkan matanya semakin dalam, dan menarik napasnya dalam-dalam.


"Vin, kalau kau tak mengatakan apapun, lalu bagaimana aku ta ..." Sherina yang belum menyelesaikan ucapannya itu, dikejutkan dengan apa yang Marvin katakan.


"Keluar!" ucap Marvin dengan tegas, yang membuat Sherina menghentikan tangannya.

__ADS_1


Wanita itu tak bergerak. Dia menatap Marvin dengan tatapan tak percayanya. Sesaat setelahnya, Marvin membuka kedua matanya dan mentapnya dengan begitu dalam.


"Keluar dari sini! Apa kau tak mendengarnya!?" Lagi dan lagi pria itu membentak Sherina.


Sherina yang masih terdiam itu, tiba-tiba dibawa keluar oleh Marvin. Setelah tiba di depan pintu kamar mandi, pria itu menatap Sherina sejekap sebelum benar-benar menutup pintunya dengan keras.


Sherina terkejut saat pintu tersebut dibanting. Dia menatap tak percaya pada pintu yang saat ini sudah tertutup. Ada apa dengan pria itu? Sherina benar-benar bingung.


Sementara di dalam sana, Marvin sudah membasahi tubuhnya dengan air dingin. Pria itu berdiri di bawah shower sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.


Tapi entah mengapa kali ini berbeda. Dia merasakan jika ada yang berbeda dari obat yang saat ini sudah menguasai dirinya. Dia yakin obat ini lebih tinggi dosisnya.


Dia menimbang apa yang harus dirinya lakukan. Karena jikapun dia hanya diam, obat ini akan bereaksi semakin keras lagi.

__ADS_1


Marvin mengerang karena apa yang sedang dirinya lakukan sama sekali tidak mengurangi rasa panas yang menjalar ditubuhnya. Dia membenturkan kepalanya di tembok, merasa putus asa dengan dirinya.


Apakah dia harus menyewa seorang wanita untuk membantunya menyalurkan hasratnya? Tapi dia tak mungkin melakukan hal itu. Hal tersebut benar-benar melanggar prinsip yang sudah sejak lama dirinya pegang. Terlebih lagi, kini ada Sherina yang sudah dirinya ambil dengan begitu beraninya.


Samar-samar dia masih mendengar suara Sherina yang tengah mengkhawatirkannya. Dia menyesal karena membawanya ke pesta tersebut. Andai dia menuruti apa yang Sherina katakan, mungkin kali ini mereka berdua tidak terlibat dalam keadaan rumit ini.


"Vin, kau baik-baik saja di dalam?" Dengan begitu khawatirnya wanita itu masih mengetuk pintu kamar mandi.


Dia tidak akan merasa tenang sebelum mengetahui bagaimana keadaan Marvin. Dia tahu, pasti ada yang tidak benar dengan apa yang terjadi ketika di klub tadi.


Saat Sherina menarik tangannya dari daun pintu, tiba-tiba pintu kamar mandi tersebut terbuka. Setelahnya muncul Marvin yang sudah bertelanjang dada.


Sherina menatap terkejut pada tubuh Marvin yang sudah basah kuyup. "Kau baik-baik saja?" tanyanya lagi yang langsung membuat Marvin mendekat.

__ADS_1


Dia berhenti tepat di depan Sherina, dan menundukkan kepalanya. "Aku minta maaf."


Pria itu mengangkat dagu milik Sherina dan mencium bibirnya.


__ADS_2