
Sementara Sherina, wanita yang sedang dalam perjalanan menuju ke luar kota itu, menggenggam tangannya satu sama lain. Dia sudah berpikir dengan matang untuk meninggalkan semuanya.
Dia tidak akan lagi berharap pada Marvin. Serta dia akan memutuskan segala komunikasi dengan Ivander atau papa dan mamanya. Dia akan fokus dengan dirinya sendiri, dengan pergi ke luar kota.
Terlalu berat untuknya jika harus meninggalkan negara ini. Maka dari itu, dia memutuskan untuk pergi ke salah satu kota kecil yang membentang di sepanjang sungai Moselle. Dia memilihnya karena hal itu mungkin akan menjadi culture baru untuknya, dan mungkin bayinya?
Memang, pada awalnya dia masih menyangkal tentang kehadiran bayi di perutnya itu. Tapi setelah dipikir-pikir, bayi ini tidak bersalah. Dirinya dan Marvin lah yang bersalah karena kesalahan satu malam mereka menghadirkan bayi ini.
"Aku yakin pasti uang ini akan cukup." Sherina menatap buku tabungannya dengan senyum tipisnya.
Dia berniat untuk membeli rumah sederhana, nantinya. Dia juga sudah mengganti nomor ponsel serta tidak menggunakan email lagi. Dengan itu dia yakin jika hidupnya akan tenang, setelah ini.
Sebelum memutuskan untuk pergi, tadi, Sherina telah menghubungi salah satu temannya yang merupakan agen properti untuk menanyakan apakah ada rumah sederhana sesuai kriterianya, di kota Cochem.
Setelah mengetahui jika ada, Sherina memutuskan untuk bertemu langsung dengan penjaga rumahnya. Tentunya dengan uang yang sudah dia bawa, saat ini.
Setelah dua jam lebih di perjalanan, akhirnya Sherina tiba. Dia membayar ongkos taksinya dengan lebihan yang cukup untuk tips. Dia menghela napasnya ketika melihat hamparan sabana hijau yang membentang dari ujung ke ujung.
Sherina menyipitkan matanya untuk menatap rumah kecil pilihannya. Dengan perlahan, dia menarik koper besarnya untuk mendekati rumahnya itu.
"Permisi, benar dengan Nona Sherina?" Saat hendak memasuki halaman rumahnya, Sherina menghentikan langkahnya ketika mendengar sapaan dari seorang wanita.
"Benar, dengan saya sendiri." Sherina meletakkan kopernya, dan menghadap penuh pada wanita bermata biru, yang dia yakini adalah penduduk asli di sini.
"Perkenalkan, saya adalah Anne. Saya yang merawat rumah milik Tuan dan Nyonya Hugo, sejak lima tahun yang lalu. Saya mendapat kabar dari Nyonya, jika rumah ini sudah dibeli oleh Nona Sherina. Benar begitu?"
__ADS_1
Sherina mengangguk. Dia mengulurkan tangannya dan menatap wanita dengan rambut berwarna coklat itu, dengan tatapan ramahnya. "Senang bertemu denganmu, Anne."
"Hal yang sama dengan saya. Baiklah, mari saya bantu nona masuk ke dalam."
Keduanya pun segera masuk dan membereskan semua perlengkapan Sherina. Bahkan dalam waktu sekejap, keduanya begitu akrab. Terlebih lagi karena usia keduanya yang ternyata seumuran, membuatnya lebih mudah berinteraksi.
"Jadi saat ini kau sedang mengandung? Lalu dimana suamimu? Apakah dia tidak ikut denganmu?" Anne yang tengah menata baju Sherina itu, menolehkan kepalanya dan menatap Sherina.
"Aku sudah bercerai dengan suamiku." Sherina hanya mengatakan hal tersebut.
"Apakah mantan suami mu tidak mengetahui jika kau sedang mengandung?" tanya Anne lagi karena merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh Sherina.
Sherina tak menjawab. Dia mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada di dekat jendela.
Anne yang sudah selesai dengan pekerjaannya itu, mendekat pada Sherina. Dia mengelus punggung Sherina perlahan. "Aku minta maaf jika aku terlalu lancang. Lupakan saja."
****
Malam harinya, Anne yang hendak pulang setelah Sherina tertidur itu, berjalan keluar dari rumah Sherina. Wanita yang tengah mengunci pintu itu, terkejut ketika tiba-tiba bibinya dibekap dari belakang.
Anne yang hendak berteriak itu, tertahan dengan sapu tangan yang membekap mulutnya. Dia tidak bisa melihat siapakah yang membawanya.
Saat ini orang tersebut membawanya mendekat ke sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir tak jauh dari rumah Sherina. Setelah berhasil sampai di dalam, Anne semakin dikejutkan ketika melihat seorang pria yang duduk di sampingnya.
"Siapa kau!? Tolong biarkan aku turun!" Anne mencoba membuka pintu mobil itu, dan hal tersebut membuat pria itu menolehkan kepalanya.
__ADS_1
"Tenanglah, aku tidak akan meyakitimu." Dengan nada tegasnya pria itu berkata pada Anne.
"Apakah benar, Nona Sherina tinggal di rumah itu?" tanya pria itu langsung to the point yang tidak langsung dijawab oleh Anne.
"Aku tidak berhak memberitahu pada siapapun yang ingin mengetahui pemilik dari rumah itu. Lagipula aku tak mengenal siapa kau." Anne merasa jika dirinya harus waspada dengan pria yang ada di depannya ini.
"Aku suaminya. Jadi kau bisa memberitahukannya padaku. Pun aku tidak akan menyakiti kau atau istriku. Jadi tenang saja."
Anne terdiam. Pria ini suami Sherina? Bukankah tadi Sherina mengatakan padanya jika dia sudah bercerai?
"Dengan bukti apa jika kau merupakan suaminya?" tanya Anne dengan alis melengkungnya.
"Dia sedang mengandung. Dia juga mengenakan kalung dengan batu safir berwarna biru."
Anne mengangguk. Dia yang memang belum mengetahui bagaimana sebenarnya Sherina itu, dengan gamblang mengatakannya pada pria itu.
Jadilah percakapan panjang yang membuat keduanya merencanakan sesuatu untuk Sherina. Anne yang tahu jika Sherina merupakan orang baik, dan pria ini tengah berusaha mendapatkan Sherina kembali itu, menyetujui permintaan pria tersebut.
"Baiklah. Aku akan memberi kabar padamu tentang Sherina. Aku harap, kalian bisa kembali bersama dengan bantuanku ini. Baiklah, aku keluar."
Setelahnya, Anne pun keluar dari mobil mewah itu. Pria tersebut pun pergi dengan rombongannya, meninggalkan Anne yang masih menatap kepergian mobil itu.
"Nasibmu begitu malang, Rin." Ucap wanita itu sebelum berjalan kembali ke rumahnya, yang berada di belakang rumah Sherina.
Sementara di dalam mobil. Seorang pria yang telah tenang karena mengetahui dimana keberadaan Sherina itu, mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Kau benar, Nyonya Sherina berada di sana. Tugasmu selanjutnya adalah menghapus semua informasi yang mungkin akan membuat pria itu mengetahui dimana keberadaan Nyonya Sherina. Aku tidak ingin jika dia sampai mengetahui hal ini!"