Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 112


__ADS_3

Seorang wanita yang merasakan pusing yang begitu luar biasa di kepalanya itu, mulai mengerjapkan matanya. Dia kembali merapatkan matanya, dengan sebelah tangan yang menekan kepalanya yang berdenyut dengan begitu hebat.


Setelah beberapa saat terpejam, wanita itu mulai mengingat apa saja yang terjadi padanya. Dadanya seketika berkembang maksimal, dan menghembuskannya dengan begitu gelisah.


Sherina dengan cepat langsung membuka matanya, dan menatap sekitar dengan mata yang mulai memanas. Napas wanita itu mulai memburu ketika menyadari jika kali ini dirinya tidak berada di dalam kamarnya.


"Marvin!" teriak wanita itu dengan suara bergetar.


Mata wanita itu menyoroti ke sekeliling, dan lebih terkejut lagi ketika melihat apa yang baru saja dirinya lihat. Sherina menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar dengan begitu hebat.


Dia menangis dengan histeris ketika melihat banyak foto-fotonya yang tertempel di seluruh bagian dinding di kamar tersebut. Yang membuat hati wanita itu semakin sakit adalah karena ada beberapa foto tidak wajar yang tidak pantas, terpajang di tengah puluhan atau ratusan foto itu.


Dia tidak tahu bagaimana orang itu bisa mendapatkan foto-fotonya yang bahkan tidak dirinya tahu kapan mengambilnya. Sherina menarik tubuhnya, dan meringkuk di ujung ranjang.


Tangis wanita itu turun semakin deras sesaat setelah tau siapakah yang melakukan semua ini padanya. "Tidak! Ini tidak mungkin!"

__ADS_1


Sherina seperti orang yang benar-benar ketakutan. Tubuhnya menggigil, dengan gigi yang bergemelatuk penuh ketakutan.


Tidak lama setelah itu, pintu ruangan yang hanya diterangi oleh lampu redup tersebut terbuka dari luar. TIba-tiba suara yang sangat familiar untuk SHerina itu, mulai menyapanya.


"Oh, Sayang. Kau sudah bangun?" sapa pria itu, langsung masuk dan membawakan makanan untuk Sherina.


Wanita yang tengah mengandung itu, menjauhkan tubuhnya dengan cepat ketika pria itu menyusul naik ke ranjang. Ada rasa jijik dan takut yang bercampur jadi satu ketika melihat pria itu.


"Masih ingin menghindari ku, hm? Kemarilah, Sayang. Apakah kau tidak merindukanku?" ucapnya dengan nada yang begitu lembut, namun terdengar menjijikan di telinga Sherina.


"Pergi kau bilang, hah!? Kau mengusirku hari itu, dan aku menurutimu! Tapi apa yang aku dapat? Kau justru mengnkhianati ku! Kau justru menikahi pria yang hampir memperko*sa mu!" teriak pria itu dengan amarahnya, yangs seketika membuat Sherina terkejut.


"Hampir lima tahu, Sher, aku menunggumu! Kau membiarkan aku berkelana seperti orang gila hanya untuk bisa mendapatkanmu! Tapi apa yang kau lakukan? Kau menolakku hanya untuk menikah dengan pria seperti Marvin! Apakah itu terjadi karena dia lebih kaya dariku?"


Sherina menatap pria itu dengan tatapan dalamnya. Dia benar-benar tidak menyangka seberapa obsesinya pria itu padanya. Dia berpikir jika rasa cinta pria itu sudah pupus, sejak permintaannya padanya untuk menghentikan semua itu.

__ADS_1


"Kau lihat ini!? Aku benar-benar gila karena mu, Sher! Lima tahun aku mengintaimu secara diam-diam, hanya demi membuat tentram hatiku. Tapi apa yang kau balas padaku? Kau hidup dengan tenang, dengan pria yang kau sebut sebagai pria yang sangat kau benci!"


Sherina tidak dapat mengeluarkan sepatah kata apapun, untuk menanggapi ucapan pria itu.


"Lihat, akhirnya aku bisa membawamu. Aku memilikimu, Sher." Tatapan sendu pria itu, berubah menjadi tatapan menjijikan yang sarat akan sesuatu.


"Diko... Aku mohon jangan seperti ini. Ini sudah menjadi pilihanku, kau tidak bisa memaksakannya." Sherina berkata dengan suara yang tercekat di tenggorokan.


"Aku tidak bisa memaksanya? Siapa yang mengatakan, hm? Aku bisa memaksanya, agar kau bisa menjadi milikku untuk sepenuhnya. Aku yang berhasil memilikimu, Sayang."


Diko mendekati Sherina, yang langsung dihindari oleh wanita tersebut. Dia berusaha untuk terus menjaga jarak dari pria itu.


Dengan emosinya yang tidak stabil, pria itu kembali tertawa dan melemparkan ponsel milik Sherina ke sang pemilik. Dari layar ponselnya, dia tahu jika Diko mengirimkan pesan menjijikan yang dia tujukan untuk suaminya.


"Siapa lagi yang akan menerima kembali, ******* murahan sepertimu? Hanya aku, Sher. Aku bisa menjamin jika suamimu pun akan merasa risih denganmu, setelah ini."

__ADS_1


__ADS_2