
Sherina yang tak menjumpai keberadaan Marvin di dalam itu, memutuskan untuk berjalan ke meja makan. Wanita itu terkejut ketika melihat banyaknya makanan yang dibeli oleh pria itu.
"Vin," panggil Sherina yang membuat Marvin segera masuk.
Pria yang langsung mematikan rokoknya itu, dan berjalan mendekati Sherina. Dengan senyum tipisnya, pria itu mengusap kepala Sherina dan mengecup kening milik wanita itu.
"Merokok?" tanya Sherina mencoba menebak.
Pria itu membasahi bibirnya lalu menganggukkan kepalanya. Dia mengeluarkan rokok dan pemantiknya, di atas meja.
Sherina hanya mengangguk sembari menatap rokok milik Marvin. Sementara pria itu, dia meminta Sherina untuk langsung duduk.
Pria yang masih berdiri itu, menyajikan makanan untuknya dan juga Sherina. Sherina sempat melarang Marvin melakukan hal itu, Sherina benar-benar merasa canggung dengan apa yang dilakukan oleh Marvin.
"Kau tak suka pria yang merokok?" tanya Marvin sembari menyodorkan piring berisi makanan untuk Sherina, lalu duduk di hadapan Sherina.
Sherina menggeleng, dia menuangkan minum untuknya dan juga Marvin. "Bukan tidak suka. Tapi akan lebih baik jika kau tidak terlalu sering merokok,"
Marvin yang mendnegar ucapan Sherina itu, hanya menganggukkan kepalanya. Mereka berdua menyantap makanannya hingga selesai.
__ADS_1
Setelah semua selesai, bahkan Marvin melarangnya untuk membersihkan meja makan. "Kau duduk saja, aku yang akan membereskan semua ini."
Sherina merasa jika Marvin justru banyak melakukan sesuatu untuknya. Bahkan sekedar membersihkan semua ini saja, pria itu melarangnya.
"Kita pergi keluar, mau?" tawar Marvin setelah dirinya kembali dari dapur.
Sherina yang ditawari itu, sempat terdiam. Dia bingung, apakah harus menerima tawaran Marvin atau tidak.
Meskipun pada awalnya Sherina menolak, tetapi laki-laki itu berhasil membujuk Sherina untuk bersedia keluar bersama.
"Vin, kau tak membawa rokok mu?" Sherina yang melihat Marvin hampir keluar dari rumahnya itu, datang mendekat dengan rokok di tangan kanannya.
Sherina menatap Marvin dengan tatapan bingungnya. Pria itu langsung membuka pintu, dan meninggalkan dirinya yang masih mematung.
Mereka keluar dari apartemen Sherina, bersamaan dengan Nessie serta Ivander yang juga sedang keluar. Tatapan dua pria itu seketika langsung bertemu.
Marvin yang melihat Ivander itu, jujur saja sedikit terkejut. Bagaimana bisa pria itu tinggal di apartemen yang sama dengan Sherina.
Ivander yang juga melihat Marvin keluar dari rumah Sherina itu, seketika mengepalkan tangannya. 'Cih, dasar wanita murahan! Dia bahkan sudah membawa pria itu pulang ke rumahnya!'
__ADS_1
Ivander mengalihkan pandangannya, dan langsung menggenggam tangan milik Nessie. Pria itu membawa istrinya yang tengah mengandung tersebut, agar menjauh dari keduanya.
Tak munafik, Ivander benar-benar tak menyukai hal tersebut. Mau bagaimana pun, Sherina masih istri sahnya. Tak seharusnya Sherina bersama dengan pria lain.
Sementara Nessie, wanita itu benar-benar kaget saat melihat Marvin secara langsung. Wanita itu sama sekali tidak menyangka jika Marvin bisa setampan itu.
"Apakah itu pria yang semalam dengan Sherina?" tanya Nessie sambil berbisik, yang sama sekali tak dijawab oleh Ivander.
Sementara Sherina, wanita itu menatap kepergian Nessie dan Ivander dengan wajah datarnya. Marvin yang berpikir jika Sherina masih tidak dapat melepaskan pandangannya dari Ivander itu, langsung memasang badan dan menutupi pandangan Sherina dengan tubuh kekarnya.
"Kita beli mobil untukmu, ya?" Dengan begitu tiba-tiba Marvin mengatakan hal tersebut.
Sherina yang terkejut, langsung menggelengkan kepalanya. Apakah pria di depannya ini tidak salah bicara? Hei, meskipun pria itu mengatakan jika dia mencintai dirinya, tidak semesatinya juga Marvin langsung memberikan banyak hal padanya.
"Tidak, kau tidak perlu melakukan hal itu. Aku tak menyukainya, Vin." Sherina menggelengkan kepalanya sembari melangkah, mengikuti tarikan tangan pria itu.
"Tidak ada penolakan, Sayang. Aku yang menginginkannya." Marvin menarik Sherina agar berjalan di sampingnya, dan memeluk pinggang kecil milik wanita itu.
Sherina merasakan banyak perbedaan yang terjadi dalam hidupnya. Berawal dari ancaman yang Marvin berikan pada pagi itu, kini dirinya perlahan dapat menerima keberadaan pria itu di sampingnya.
__ADS_1
"Andai aku dulu tak salah pilih, Vin."