Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 37


__ADS_3

Sherina yang mendengar ucapan Marvin itu, seketika membuka kedua matanya.


"Bukankah kau sudah dilepas oleh Ivander? Maka sudah saatnya kau bersamaku. Bukan begitu?" ujar Marvin lagi sembari mengangkat tangannya dan dia letakkan di pinggang Sherina.


Sherina berusaha menghindar. Wanita itu juga menolak ajakan menikah yang baru saja Marvin katakan padanya. Pria tersebut menatap wanita yang terlihat sangat membenci dirinya itu.


"Kau berani menolak ku lagi, Rin?!" Dengan amarah yang masih Marvin tahan, pria itu mendekat pada Sherina.


Dengan cepat Marvin langsung menangkap tubuh Sherina, dan melemparnya dengan begitu saja ke atas ranjang.


Sherina memekik tertahan saat tubuhnya menghantam head board ranjang. Marvin mendekat, dan menekuk sebelah kakinya agar dia dapat meraih wajah Sherina.


"Stop, Vin! Aku mohon dengarkan aku!" ucap Sherina ketika Marvin mencengkeram rahangnya.


"Kau sudah tahu jika aku mencintaimu sejak empat tahun yang lalu. Tapi apa, kau justru memilih pria breng*sek itu! Apakah kau melakukan itu karena aku tak sekaya Ivander?!"


"Aku bisa menjelaskan semuanya! Tapi tidak dengan seperti ini!" ucap Sherina lagi ketika Marvin mulai menekan lehernya.


Wanita yang mulai kehabisan napas itu, mencoba memukul lengan milik Marvin, agar pria itu melepaskan cekikannya di lehernya.


Karena bingung hendak melakukan apa, Sherina akhirnya menendang bagian utama milik pria yang sudah gelap mata itu. Seketika Marvin berteriak kesakitan setelah Sherina menendang bagian utamanya.


Sherina yang dapat kembali menghirup oksigen itu, menjauh dari tubuh Marvin dengan ketakutan.


"Ini yang kau katakan dengan cinta?! Seorang pria tidak akan melakukan hal ini pada wanita yang dia cintai, Vin! Ini bukan cinta, tapi ini obsesi!" ucap Sherina dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya.


Dengan cepat Sherina langsung keluar dari ruangan itu. Dia bahkan hampir berakhir di dalam kungkungan Marvin, jika dia tak nekat melakukan hal tadi.

__ADS_1


Sherina seolah melihat psikopat dalam diri Marvin. Sherina bertekad untuk keluar dari rumah Marvin. Dengan panik, Sherina mencoba membuka semua pintu dan jendela yang ada di rumah tersebut, tapi usahanya gagal.


"Siapapun tolong aku!" teriak Sherina ketakutan, karena tak menemukan jalan keluar.


Saat Sherina masih berusaha membuka pintu yang ada di hadapannya itu, tiba-tiba dia mendengar tawa Marvin. Dia menolehkan kepalanya, dan menatap Marvin yang sedang berjalan mendekat padanya, dengan senyum liciknya itu.


"Tidak ada jalan keluar, Sayang. Kau hanya milikku," ucap Marvin dengan nada posesifnya, lalu segera memberi Sherina bius yang sudah dirinya siapkan.


****


Sementara Ivander yang sejak tadi sudah minum, dan tak kunjung berhenti itu membuat Nessie kebingungan. Sebenarnya ada apa dengan suaminya.


"Sayang, sudah! Kau bahkan sudah habis lima botol!" Dengan wajah jengahnya, wanita itu menatap Ivander yang bahkan masih mengisi gelasnya dengan alkohol, padahal tubuh pria itu sudah terkulai lemah.


Saat Nessie masih menunggu suaminya, tiba-tiba ponsel Ivander bergetar. Nessie yang melihat sebuah notifikasi pesan untuk suaminya dari nomor yang tak dikenal itu, merasa penasaran.


Saat hendak membuka ponsel suaminya, dia mengernyit ketika disuguhkan dengan tombol angka untuk membuka pin ponsel milik Ivander. Dia mencoba memasukkan tanggal lahir suaminya, tetapi salah. Wanita itu juga mengisi tanggal lahirnya, tetapi salah juga.


Ivander yang samar-samar mendengar pertanyaan Nessie itu mencoba menatap wanita yang ada di sebelahnya. Lantaran kesadarannya yang sudah hilang separuh itu, membuat pria itu justru melihat Sherina.


"Masukkan saja tanggal pernikahan kita, Sayang. Kau akan berhasil membukanya." Ivander bahkan sampai memajukan wajahnya dan mencium wanita itu.


Nessie yang merasa jika suaminya memang sengaja menciumnya itu pun tersenyum bahagia. Wanita itu memasukkan tanggal pernikahan dirinya dan suaminya. Tapi lagi-lagi salah.


Nessie yang hendak protes karena pin nya masih salah itu, seketika mengurungkan niatnya. Dia justru mencoba memasukkan tanggal pernikahan milik suaminya dengan Sherina.


Dan ya, sesuai tebakannya, ponsel milik pria itu seketika terbuka. Nessie yang baru pertama kali membuka ponsel milik suaminya itu, terkejut karena melihat wallpaper di ponsel Ivander.

__ADS_1


Dia berharap jika foto pernikahan keduanya lah yang menghiasi layar ponsel suaminya. Tapi nyatanya tidak. Dia dapat dengan mudah menebak jika siluet itu milik mantan istri suaminya, Sherina.


Karena terlalu penasaran dengan pesan tadi, Nessie segera membuka pesan tersebut. Mata wanita itu seketika melotot saat melihat apa yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal itu.


"Apakah ini benar-benar Sherina?" ucap Nessie tak percaya sembari menutup mulutnya.


[Sekarang giliranku. Jangan harap kau bisa mengambilnya lagi dariku.] Nessie membaca pesan itu dengan tidak percaya.


Dengan cepat Nessie menyalin semuanya dan mengirimkan ke nomornya. Dia bahkan menyalin nomor yang baru saja mengirim pesan pada suaminya.


Tak selesai di sana, Nessie yang tak puas hanya dengan membuka pesan dari orang itu, Nessie juga membuka pesan-pesan yang lain.


Dia bahkan berhasil dibuat terkejut dengan fakta baru yang dia dapatkan saat membuka ruang chat milik suaminya dengan kuasa hukumnya.


"Sial! Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan tenang, ******* sial*an!" Dengan emosi yang memuncak, Nessie meremat ponsel milik suaminya.


"Ya, aku akan melakukan sesuatu!" ucap Nessie meyakinkan dirinya.


Setelah itu, dia justru langsung memberitahu Ivander tentang foto tadi. Dia bahkan memilihkan foto yang di mana wajah Sherina terpampang dengan jelas.


"Sayang, bukankah ini Sherina?!" ujar Nessie dengan nada sok paniknya, yang membuat Ivander langsung menolehkan kepalanya.


Anehnya, kesadaran milik pria itu langsung kembali ketika berhasil mencerna apa yang ada di foto tersebut.


Ivander langsung merebut ponselnya dengan kasar, sembari melihat semua foto yang Marvin kirimkan.


"Brengs*ek!" Ivander langsung melemparkan ponselnya ke tembok dengan kuat.

__ADS_1


Nessie yang ketakutan dengan teriakan dan lemparan suaminya itu, bahkan sampai menutupi telinganya.


"Aku akan memb*nuh pria itu!"


__ADS_2