
"Apa ini semua?!" Suara bariton yang terdengar sangat marah itu, berhasil membuat semua orang terkejut.
Tubuh milik pria yang saat ini sedang memeluk istrinya itu, seketika menegang kala mendengar suara yang sangat familiar untuknya. Dengan cepat dia melepaskan pelukannya di tubuh Nessie, dan menatap kaget pada beberapa orang yang berdiri di ambang pintu ballroom.
"Apa yang kalian lakukan?!" Bentak pria itu lagi, yang tak lain adalah papa Ivander.
Bagaimana dia tak naik pitam, saat baru saja kedua matanya melihat prosesi pernikahan anak tunggalnya untuk yang ked UUua kalinya. Darahnya terasa semakin mendidih saat tak menjumpai keberadaan Sherina.
Nessie yang meluhat kemarahan di kedua mata mertuanya, seketika menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh sang suami.
Dengan langkah besar, papa Ivander maju dan mendekati anaknya. Tangannya sudah terangkat dan siap untuk menampar wajah milik putra tunggalnya itu.
"Dasar laki-laki bareng*sek! Apakah kau sudah kehilangan akal sehatmu?!" Setelah satu tamparan mendarat di pipi sebelah kirinya, Ivander mengeratkan rahangnya saat sang papa menamparnya di hadapan semua orang.
Nessie yang melihat hal itu pun memundurkan tubuhnya beberapa langkah, sembari menutupi mulutnya tak percaya. Bagaimana bisa pria itu menampar putra tunggalnya di hadapan banyak orang.
Ivander yang sadar dengan apa yang dia lakukan itu, hanya dapat terdiam sembari menatap kedua mata tajam sang papa.
__ADS_1
"Di mana Sherina?! Papa akan membawanya pergi dari pria bodoh sepertimu!" Mata elang milik pria itu masih mencari di mana kebaradaan Sherina.
Ivander terdiam, dia tak tahu harus menjawab pertanyaan sang papa dengan alasan apa. Andai saja dia tak menuruti kemauan Nessie untuk menikah sebelum mereka berangkat.
"Dimana Sherina?! Apakah kau tuli?!" Pria yang sudah tersulut emosi sejak tadi itu, dengan spontan kembali mengangkat tangannya.
Belum lagi tangannya mendarat di wajah sang putra, seseorang yang berada di belakangnya tiba-tiba bersuara.
"Nona Sherina sudah terbang ke luar negeri, Tuan. Dia sudah mengurus pergantian nama pewaris di surat hak waris dengan nama Tuan Ivander. Serta mengajukan berkas gugat perceraian ke pengadilan!"
Gugatan cerai? Jadi wanita itu tidak bermain-main dengan ucapannya? Bagaimana bisa dia tak membicarakan hal ini padanya terlebih dahulu?
Tatapan mata kosong Ivander berhasil membuat sang mama menangis. Dia sama sekali tidak percaya jika menantu kesayangannya itu benar-benar ingin bercerai dengan putranya.
"Kau dengar, Van? Istrimu pergi! Lalu apa yang kau lakukan di sini?! Kau justru menikahi wanita lain tanpa memikirkan bagaimana istrimu saat ini!"
Ivander mendongakkan kepalanya dan menatap sang mama. Dia tahu, ini mungkin akan menjadi sebuah kesalahan yang begitu besar untuknya suatu saat nanti.
__ADS_1
"Ini yang kau harapkan, bukan? Baiklah, nikmati semua yang kau ingin gapai selama ini! Kau senang karena istrimu meninggalkanmu bukan? Jangan pernah anggap aku mamamu lagi!"
"Dan untuk kau! Aku tidak akan pernah sudi mengakuimu sebagai menantuku! Bersumpahlah demi nama Tuhanku, aku tidak akan pernah menerimamu sedikitpun, di keluargaku!"
Nessie yang disumpah serapahi oleh wanita yang tak lain ada ibu mertuanya sendiri, sama sekali tak menggubris. Yang ada dipikirannya sekarang adalah, kini dia lah yang memenangkan Ivander serta semua harta orang tua Ivander.
Perhatian semua orang kini tertuju pada mama Ivander yang langsung meninggalkan ballroom disusul dengan beberapa orang lain yang menjaganya.
"Jujur, papa sangat-snagat kecewa denganmu, Van. Ambil yang memang menjadi hakmu. Papa membuat kau menikah dengan Sherina menggunakan cara yang salah, maka sudah sepatutnya jika pernikahan kalian tidak berjalan dengan lancar hingga akhir. Seperti yang dikatakan mamamu, jangan anggap kami orang tuamu lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut, papa Ivander segera menyusul kepergian sang istri. Semua orang yang ada di sana benar-benar terkejut dengan semua yang mereka lihat dan dengar.
"Sayang, apakah benar yang dikatakan oleh pria tadi? Aku istrimu satu-satunya? Dan apakah semua warisan papa mu sudah jatuh ke tangan mu?" Dengan tidak tahu malu, Nessie justru membicarakan hal yang masih membuat Ivander terkejut.
Ivander tak menjawab pertanyaan istrinya. Dia justru berjalan keluar dari ballroom, dan mencoba menelepon istrinya. Tangan besar laki-laki itu mengepal tatkala panggilannya tak kunjung terhubung dengan nomor ponsel Sherina.
"Shi*t! Aku benar-benar bodoh!"
__ADS_1