
Lama Sherina menunggu, gadis dengan dress berwarna navy itu, menolehkan kepalanya ke samping saat mendengar suara pintu terbuka. Sherina bergegas bangun dari duduknya dan berjalan mendekati seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Selamat malam, Dok. Bisa saya tahu bagaimana kondisi pasien di dalam?" sapa Sherina dengan sopan sembari menolehkan kepalanya menuju pintu UGD yang masih tertutup.
"Selamat malam. Boleh saya tahu, dengan siapa saya bicara sekarang? Apakah Anda kerabat dari pasangan suami istri yang saya tangani, baru saja?" tanya dokter tersebut yang berhasil membuat Sherina terdiam.
Sepasang suami istri? Siapa yang dokter tersebut maksud? Bukankah yang tengah berada di dalam ruang UGD itu tidak lain dan tidak bukan adalah suaminya?
Seketika Sherina yang kembali mengingat skandal yang tengah menimpa suaminya dan juga sekretarisnya itu, mencoba mencari tahu semuanya, dengan mengiyakan apa yang tengah dikatakan oleh dokter tersebut.
"Benar Dok, saya adik dari Tuan Ivander yang baru saja mengalami kecelakaan," jawab Sherina dengan sedikit tertahan. Mulanya Sherina yang merasa sedikit ragu dengan kebohongannya itu pun mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa langkah yang dirinya ambil tak akan salah.
Bisa saja dari apa yang Sherina lakukan ini, dirinya dapat mengetahui apa yang suaminya dan juga wanita itu sembunyikan. Tapi Sherina bisa juga menggertak Ivander untuk mengatakan semuanya, karena kewenangan yang dia miliki. Tapi hal itu tidaklah cukup untuk Sherina, karena dirinya ingin mengetahui semuanya lebih jelas dan tanpa ada satupun yang ditutupi.
"Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan kepada anda secara singkat nya saja. Jadi begini, untuk kedua korban semuanya baik-baik saja. Namun untuk janin yang sedang dikandung oleh Nyonya Nessie sedikit bermasalah. Jadi kandungannya sangatlah lemah dan kemungkinan membutuhkan perawatan intensif agar bayinya dapat bertahan," ujar sang dokter mencoba menjelaskan yang seketika itu membuat Sherina terkejut bukan main.
Janin? Jadi Wanita yang dikabarkan tengah menjalin hubungan dengan suaminya itu tengah mengandung? Demi apapun itu, Sherina merasa bahwa dunianya terasa runtuh seketika tatkala mendengar hal itu. Bagaimana bisa Ivander membalas semua yang dia rasakan dnegan cara sekeji ini.
__ADS_1
Sherina merasa bahwa perjalanannya mulai sesak. Air mata yang mulai memanas itu tak sempat dibendung oleh si empu. Luluh sudah air mata yang sebenarnya tak ingin Sherina perlihatkan.
"Tuhan, inikah jawaban atas semua doa dan usaha yang Sherina lakukan? Mengapa takdir yang Kau berikan sungguh-sungguh berat untuk Sherina?" batin Sherina dengan hati yang teriris tatkala membayangkan bagaimana kebersamaan Ivander dan Nessie di belakangnya.
"Kandungannya lemah, Dok? Jika saya boleh tahu, apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang bisa terjadi jika tidak segera ditangani?" Entah apa yang merasuki wanita muda itu, tiba-tiba saja Sherina menanyakan hal yang terdengar bodoh untuk dirinya yang bahkan baru saja dikhianati.
"Kalau untuk usahanya, seperti yang saya sarankan adalah perbanyak istirahat dan pemantauan yang eksklusif. Jika untuk risikonya, kemungkinan besar bayinya akan gugur kalau orang tuanya tidak sigap."
Sherina yang sudah diperbolehkan untuk masuk ke dalam itu pun, mencoba menguatkan hatinya agar dirinya kuat untuk masuk. Setelah berulang kali menghembuskan napasnya dengan sedikit kasar, akhirnya Sherina mantap untuk membuka pintunya.
Aroma obat yang langsung tercium di indra penciuman Sherina itu, berhasil membuat gadis yang matanya sudah sembab itu menahan napasnya. Tatapan nya kini teralihkan pada dua brankar yang berseberangan di satu ruangan yang sama.
Sesampainya Sherina di sebelah brankar milik Nessie, wanita itu mengamati wajah si wanita dengan begitu intens. Ada rasa kecewa dan amarah di dalam hati Sherina, tetapi ingatannya akan anak yang tengah dikandung oleh wanita itu membuat Sherina tak dapat berbuat banyak.
"Selamat datang dan selamat bergabung di permainanku. Aku berharap kau akan bertahan dalam permainan ini. Akan ku pastikan bahwa kau tidak akan pernah bisa keluar dari permainan, yang bahkan sama sekali tak mengundangmu untuk masuk. Kita lihat siapakah di antara kita yang akan menyerah di akhir nanti," ucap Sherina dengan tatapan tajam yang dia tujukan untuk wanita yang tengah mengandung.
Entahlah, Sherina masih belum yakin bahwa anak yang tengah dikandung oleh Nessie merupakan anak dari suaminya atau bukan. Tapi besar kemungkinan bahwa anak yang tengah dikandungnya adalah anak dari Ivander.
__ADS_1
Bagaimana lagi, skandal menjijikan yang menyeret nama suaminya dan juga wanita itu, dengan mudah langsung menggiring opini Sherina bahwa anak yang dikandung oleh Nessie adalah darah daging suaminya.
Tatapan wanita itu teralihkan menuju sang suami yang juga sama-sama tengah terbaring lemah di brankar seberang. Perlahan Sherina berjalan mendekati brankar tersebut, lalu berhenti tepat di samping brankar milik suaminya.
Sherina baru mengetahui bahwa dari kecelakaan yang membuat sang suami dan juga selingkuhannya masuk ke dalam rumah sakit itu, menimbulkan luka gores di dahi sebelah kanan milik Ivander.
Tangan mungil yang sejak tadi sudah dibasahi oleh keringat dingin itu mulai terangkat. Sherina melabuhkan jemari kecilnya di dahi milik suaminya. Di saat yang bersamaan, ada getaran hebat yang langsung menjalar di sekujur tubuhnya.
Memang baru kali ini Sherina melakukan kontak fisik secara langsung dengan suaminya. Selain karena dirinya jarang bersama dengan sang suami, kemungkinan rasa nyaman yang diberikan oleh Nessie juga lah sehingga suaminya tak lagi membutuhkan dirinya.
"Luka pertama yang ku lihat setelah aku menikah denganmu. Jangankan sebuah luka, air mata saja tak pernah terpikir olehku akan jatuh dari pelupuk matamu. Tapi Tuhan adil, kau tak pernah mendapat luka ketika bersamaku, tetapi Tuhan memberimu sebuah luka ketika kau bersama dengan wanita itu." Sherina menatap wajah yang bahkan tak pernah dirinya berani tatap dengan penuh keyakinan.
Tuhan memang adil, Dia akan memberikan jalan dan hidayah yang paling tepat untuk makhluk-Nya yang menyimpang. Karma memang benar adanya, dia akan berjalan mendatangi tuannya di waktu yang tepat.
Setelah puas memandangi wajah suaminya, Sherina memutuskan untuk berjalan menjauhi brankar milik suaminya. Wanita itu mengambil ponselnya dan menghubungi teman dekatnya yang bahkan lebih tahu seluk beluk kehidupannya daripada siapapun.
"Benar yang kau katakan. Ivan memang memiliki hubungan dengan sekretarisnya. Dan yang lebih parahnya, dia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari wanita pilihannya." Dengan nada tertahannya, Sherina memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada seseorang yang paling dirinya percaya.
__ADS_1
"Aku berpesan jangan pernah mengibarkan bendera menyerah sebelum kau benar-benar lelah. Wanita itu hanya ingin agar kau menceraikan suamimu, lalu semua harta warisan mertuamu akan jatuh di tangannya. Ini hanya masalah kecil, jadi kita jalankan rencana kita saja."