Nyonya Tak Bertuan

Nyonya Tak Bertuan
BAB 38


__ADS_3

Nessie berterimakasih atas apa yang menimpa Sherina. Karena dengan hal itu, akhirnya kini Ivander menyentuhnya. Jujur saja wanita itu juga merindukan sentuhan yang suaminya berikan seperti saat mereka menikah.


Pagi harinya, Nessie benar-benar bahagia ketika mengingat betapa manisnya sang suami, malam tadi. Dia memutuskan untuk bangun lebih dulu, dna menjalankan rencana yang sudah dia susun sejak semalam.


Dia yang sudah mengirim pesan pada Marvin sejak semlalam itu, tersenyum ketika tahu jika pria itu sudah membalas pesannya.


Nessie segera menelepon Marvin, berharap jika pria itu akan segera menerima telepon darinya. Marvin yang bakan masih tertidur dengan Sherina didekapannya itu, berdecak karena merasa terganggu dengan dering ponselnya.


Karena tak ingin mengganggu waktu tidur Sherina. Marvin segera bangkit dari posisi nyamannya itu. Dia mengelus kepala milik wanita itu, dan segera mengambil ponselnya.


"Siapa kau? Kenapa kau mengganggu ku?" tanya Marvin langsung to the point, yang membuat Nessie menghembuskan napasnya.


"Aku Nessie. Aku adalah istri kedua Ivander." Nessie menatap Ivander yang masih memejamkan matanya di atas ranjang.


"Apa urusannya denganku?" tanya Marvin dengan nada tak sukanya, yang lagi-lagi membuat Nessie merasa canggung.


"Hei! Aku menghubungimu karena aku memiliki tawaran yang bagus! Jadi jangan membuatku kesal!"

__ADS_1


Marvin menghembuskan napasnya dengan kasar lalu meminta Nessie untuk segera mengatakan apa yang wanita itu ingin katakan padanya.


"Apakah kau benar-benar melakukan hal yang semlaam kau kirimkan fotonya?" Tanya Nessie dengan rasa penasaran yang begitu besar.


Marvin berdecak malas saat mendengar pertanyaan Nessie. "Kau tak perlu tahu apa yang aku lakukan! Aku benar-benar melakukannya atau tidak, itu bukan urusanmu!"


"Aku minta padamu, jangan biarkan Sherina pergi tanpa pantauan darimu. Kau tahu sendiri, jika suamiku masih belum bisa melupakan wanita itu 'kan?" minta Nessie yang membuat Marvin terkekeh perlahan.


"Wanita itu, siapa yang kau maksud, hah?! Panggil Sherina dengan benar, dasar *******!" Marvin berdecih risih saat mendengar wanita itu dengan begitu sombongnya memanggil Sherina dengan sebutannya tadi.


Suaminya masih belum bisa melepaskan Sherina, lalu pria ini, dia terdengar sangat menyayangi Sherina. Sumpah, dalam hati ibu hamil itu, ingin sekali dia merebut apa yang ada di dalam hidup Sherina.


"Jawab saja! Jika sudah, maka kau beruntung karena mendapatkan kepera*wanan nya, tetapi jika belum maka segera lakukan!" Nessie segera mengatakan apa yang sejak semalam dia pikirkan.


Marvin yang mendengar ucapan dari enaita itu benar-benar terkejut. Sherina masih peraw*an? Apakah selama menikah dengan Ivander, Sherina tak pernah disentuh?


Kini pikiran pria itu, langsung bergerilya. Membayangkan betapa tak bahagianya Sherina selama menikah dengan pria itu. Tak hanya itu, bahkan Marvin baru tersadar. Jadi benar, kabar yang dia dapatkan dari bawahannya jika Ivander memilih untuk menikah lagi?

__ADS_1


"Aku minta padamu untuk tak melepaskan Sherina dengan begitu saja! Jika perlu, kau buat Sherina mengandung anakmu atau apapun itu! Intinya, jangan pernah biarkan dia bertemu dengan suamiku!"


Marvin benar-benar tak habis pikir dengan wanita itu. Bagaimana dia bisa memiliki rencana licik seperti itu pada Sherina.


"Kau siapa, berani memerintah ku?! Aku akui, jika aku memang brengs*ek. Tapi aku memiliki prinsip sendiri. Kau tak perlu mengatur ku!" Dia benar-benar tak terima jika Nessie telah merencanakan hal gila itu pada gadisnya.


"Lakukan saja! Atau kau akan menyesal nantinya. Kau tak ingin bukan, jika Sherina kembali pada suamiku, setelah sekian lama kau menginginkan wanita itu?"


Marvin terdiam. Benar apa yang dikatakan oleh Nessie. Dia tak bisa kehilangan Sherina lagi. Dia sudah berusaha mati-matian agar berada di posisi ini, semata-mata ingin memantaskan dirinya di mata Sherina. Lalu sekarang dirinya akan kalah dengan orang yang sama?


"Hei, bukankah suami mu sudah memiliki mu? Lalu kenapa kau takut jika suami mu kembali dengan Sherina? Apakah kau tidak terlalu menarik di mata suami mu?" tanya Marvin dengan nada remehnya, yang membuat Nessie mengeratkan rahangnya.


"Itu bukan urusanmu! Intinya lakukan hal yang ku sarankan tadi dengan cepat. Jika tidak, kau akan menyesal!" Nessie benar-benar dibuat habis kesabarannya oleh Marvin.


"Memangnya apa urusannya dengan mu?! Sejak tadi kau membahas hal itu lagi dan lagi!" Marvin yang sudah muak dengan permintaan Nessie untuk menjalankan rencana liciknya tadi, segera membentak wanita itu.


"Karena mereka belum bercerai! Mereka masih suami istri!"

__ADS_1


__ADS_2