Pacarku Vampire

Pacarku Vampire
Episode 135: Bukber


__ADS_3

Pulang kuliah, Maya bergegas kembali ke kos bersama sahabatnya,Wulan. Sambil meraih tasnya Maya melambaikan tangan kepada teman-teman lain di kelasnya.


“Yuk…Buruan May!”seru Wulan yang nampaknya sudah tak sabar ingin rebahan di kamar.


“Bentar ya, aku mau mampir perpustakaan dulu. Balikin buku-buku,”sahut Maya sambil berjalan di samping Wulan.


Dengan enggan terpaksa Wulan mengiyakan permintaan sahabatnya. Mereka berjalan menyusuri koridor menuju ke gedung perpustakaan yang terletak di belakang kampus Fakultas Kedokteran Umum. Dari kejauhan nampak siluet petugas sedang duduk sambil menatap layar laptop.


“Buruan May…Jam 5 bakal tutup tuh perpustakaan,”seru gadis itu sambil mempercepat jalannya.


“Sabarlah cantik…Luka di lututku juga baru mengering,”ujar Maya sambil melangkah lebih lebar.


Sesampainya di depan pintu perpustakaan, Maya menyapa petugas dan mengeluarkan kartu pinjaman, kemudian menyodorkannya pada petugas. Lalu mereka kembali melangkah keluar.


“Kamu aneh aja ,May. Sekarang kan ada perpustakaan online. Bisa akses dari laptop,”ucap Wulan sambil membetulkan letak tali tasnya yang melorot.


“Iya sih. Tapi lama kelamaan aku kangen sama bentuk fisiknya,”sahut Maya sambil tertawa.


“Dasar!”seru Wulan sambil menepuk pelan bahu sahabatnya.


Sesampainya di kos, nampak Ibu Laksmi sedang di teras sambil menatap sang art yang sedang menyiram tanaman.


“Sore,Bu. Sehat-sehat selalu ya!”sapa Maya sambil membungkukkan badan dan masuk ke dalam.

__ADS_1


Wulan hanya mengangguk dan tersenyum pada sang ibu kos yang dibalasnya dengan anggukan dan senyuman ramah.


Sesampainya di kamar kos, Maya melempar tasnya ke atas tempat tidur dan menghambur ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Setelah wangi dan berpakaian lengkap, ia menghempaskan tubuhnya di kasur yang empuk untuk beberapa menit sambil memasang alarm pada ponselnya.


Suara musik mengalun dengan keras membangunkan Maya dari peraduannya, gadis itu membuka matanya yang serasa masih sangat berat untuk dibuka. Tubuhnya menggeliat di bawah selimutnya yang hangat. Rasa lelah setelah seharian beraktivitas di kampus membuat Maya enggan beranjak dari tempat tidurnya, tubuhnya dimiringkan ke kanan dan ke kiri sambil memeluk guling empuknya.


“Whoaam…”


Gadis itu kembali menutup matanya, hingga sebuah dering telpon membangunkannya.


Jari jemarinya yang lentik meraba-raba bagian bawah tempat tidurnya, sesaat ia tersadar ponsel masih tergeletak di lantai. Maya meraihnya dan kaget setelah melihat jam dinding yang terletak di atas pintu menunjukkan waktu mendekati saatnya berbuka puasa.


“Driing…Driing…”


“Halo May… Apa kabar? Baru bangun tidur?”tanyanya sambil tertawa.


“Halo..Iya untung kamu telpon aku. Alarm udah bunyi tapi gak kedengeran,”sahut Maya dengan malu-malu.


Wajah ganteng milik Ryan terpampang nyata dalam layer ponselnya, membuat rasa rindunya semakin menggebu.


“Oh ya… Jangan lupa buka puasa dengan susu merah,May. Aku juga buka puasa dulu. Sampai jumpa,”pamit Ryan sambil menutup telponnya.


Maya baru teringat ia telah memesan makanan buka puasa pada sang art, Wulan pasti memanggilnya sebentar lagi.

__ADS_1


Maya menuju kulkas kecilnya untuk mengambil susu warna merah.


Suara bedug tanda berbuka puasa pun terdengar,Maya menuangkan air mineral dari dispenser ke dalam gelas dan meminumnya, selanjutnya ia meminum susu rekomendasi dari sang kekasih.


“Sruppp…”


Dalam tiga sedot habislah sudah susu dalam kemasan sachet itu.


“Ceklek…”


Pintu kamar terbuka, Wulan langsung membukanya dengan menjulurkan lehernya.


Maya berkesiap langsung membalikkan tubuhnya menghadap dinding. Ia tidak ingin sahabatnya menaruh kecurigaan atas susu yang langka , tidak ada di pasaran.


“Yuk kita ke bawah,May. Udah ada takjil kolak pisang sama es buah.”


“Nanti aku nyusul,Lan. Bentar ya!”seru Maya tanpa membalikkan tubuhnya.


Wulan kembali menutup pintu kamar, Maya pun menghela napas panjang.


“Pufft…Leganya. Untung tidak ketauan,”ucapnya sambil menyandarkan punggungnya ke dinding kamar yang berwarna putih bersih.


Buru-buru dikuncinya pintu kulkas dan turun ke meja makan untuk bergabung dengan teman-teman kos yang lain.

__ADS_1


“Wow…Nikmatnya masakan rumahan,”gumam Maya sambil duduk di samping Wulan.


__ADS_2