Pacarku Vampire

Pacarku Vampire
Episode 146: Datangnya Para Leluhur


__ADS_3

Tiba-tiba angin bertiup kencang, membuat rambut gadis itu terburai dan sebagian menutupi mata. Jari jemarinya yang lembut dan lentik menyibakkan rambut yang menutupi matanya.


“Ryan…Aku takut,”bisik Maya dengan suara bergetar.


Tangan gadis itu mencengkeram erat lengan kokoh milik Ryan.


“Mereka ganteng-ganteng kok, sungguh. Coba buka matamu,”ledek Ryan sambil tertawa.


Maya yang memejamkan mata, merasakan kalau di sekelilingnya ada banyak manusia. Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya,lututnya gemetar dan telapak tangannya mulai berkeringat. Ia membayangkan kehadiran makhluk-makhluk bergigi taring yang panjang dan penuh darah, laki-laki dan perempuan. Angin kencang mereda, namun hawa dingin makin menusuk tulang. Taburan bintang di langit dan bulan purnama menjadi saksi kehadiran lima leluhur Ryan dari generasi vampire yang tinggal di berbagai penjuru dunia. Mereka adalah makhluk yang sudah berasimilasi dengan manusia atau disebut manusia setengah vampire. Maya menenggelamkan tubuhnya di belakang punggung Ryan yang tinggi menjulang. Diam-diam gadis itu mengintip pelan-pelan dengan menjulurkan lehernya sehingga ujung kepalanya dapat tersembul dan nampaklah bagian matanya saja.


“Busyet! Kelimanya sangat mirip. Tampan dan gagah serta berkulit putih. Semua mirip Om Robert hanya rambutnya yang berbeda,”seru Maya dalam hati.


Gadis itu berusaha mengatur napasnya, dan tetap bersembunyi di balik punggung Ryan hingga cowok itu menyuruhnya berdiri di sampingnya.

__ADS_1


“Ayo keluar! Mereka sudah ada di sini semua. Beri hormat dengan menganggukkan kepala,”bisik Ryan.


“Gimana caranya?”tanya gadis itu tergagap karena ketakutan.


“Ikuti aku!”serunya sambil menarik tangan Maya berjalan mengikutinya.


Maya menebarkan pandangan ke sekelilingnya, lima manusia setengah vampire yang hampir serupa dengan aneka bentuk rambut berbeda, ada yang memutih, botak, masih lebat , maupun rambut yang telah dipenuhi dua warna di kepala.


Gadis itu mengikuti perkataan yang sama dan membungkukkan badan untuk memberi hormat.


Maya memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap mereka satu-persatu. Dari ujung kanan yang tampak paling tua dengan rambut paling jarang dan paling banyak ubannya, wajah tampan itu tersenyum ke arahnya. Maya menggerakkan bola matanya dari kanan hingga ke ujung kiri. Ada seorang buyut di tengah yang tertawa sehingga nampaklah deretan giginya yang putih mengkilat dengan jelas.


“Deg…”

__ADS_1


Jantung Maya kembali berdegup kencang ketika dilihatnya gigi taring yang lebih panjang dari gigi seri, tapi gigi itu bersih, tidak ada noda darah di sana. Yang terakhir, Ryan mengajak gadis itu memberikan salam untuk sang papa. Maya pun mengikutinya , lalu kembali berdiri di samping Ryan. Di malam yang dingin itu, seketika sepuluh art menunjukkan jalan pada mereka ke halaman belakang yang telah ditata menjadi sebuah pesta kebun malam hari yang sangat indah. Ada lampu-lampu kecil yang berkelap-kelip menerangi halaman sehingga nampak seperti sebuah panggung hiburan. Ada sebuah meja makan berbentuk persegi panjang yang memanjang hingga delapan meter. Ada banyak makanan enak di atas meja yang dilapis dengan taplak meja warna putih dengan renda keemasan. Ada berbagai macam daging terhidang di atas meja, ada pula beraneka macam buah-buahan di sana. Maya mengambil makanan itu setelah para leluhur mengambilnya dan makan sambil tertawa gembira. Mereka mengambil minuman anggur warna merah dan meminumnya dengan sangat nikmat.


“Anggur merah atau darah?”gumam Maya sambil berpura-pura tidak panik.


Gadis itu duduk dengan manis dan berusaha beradaptasi dengan wajar dengan kaum setengah vampire.


Malam pun makin gelap dan udara di sekelilingnya makin dingin. Dari kejauhan terdengar suara burung hantu yang baru kali ini ia dengar.


“Kok ada suara burung hantu?”tanya gadis itu sambil berbisik.


“Iya. Cuma setahun sekali terdengar,”sahut Ryan sambil tertawa.


Maya memperhatikan cowok ganteng di sebelahnya, dengan deretan gigi putih berkilau namun tidak lagi memiliki gigi taring yang memanjang.

__ADS_1


__ADS_2