Pacarku Vampire

Pacarku Vampire
Episode 141: Bawang Putih Usir Vampire


__ADS_3

Selesai mandi pagi,Maya membantu art memotong apel menjadi potongan kecil-kecil yang dijadikan hidangan penutup untuk sarapan pagi itu. Mereka makan bubur ayam buatan sang art yang terbuat dari ayam kampung asli ditambah cakwe.


“Sebaiknya kau belajar memasak juga dari mereka,May.”


Gadis itu sangat terkejut dengan permintaan Ryan. Sungguh tak disangka ia memintanya berkutat di dapur padahal ia sanggup membayar art tiga hingga sepuluh orang sekaligus. Seakan dapat membaca pikiran gadis itu, Ryan tertawa lebar.


“Semua perempuan harus bisa memasak, jangan mengandalkan art. Melayani suami itu kewajiban,”ucap cowok ganteng itu sambil menyendokkan bubur ke dalam mulutnya.


“Tapi …Kita kan masih lama menikahnya,”elak Maya sambil meraih gelas berisi jus jeruk.


“Iya…Memasak itu belajar jadi sama saja berproses,”ujar Ryan sambil menusuk potongan apel dengan sebuah garpu kecil.


“Baiklah. Abis sarapan aku langsung belajar masak di dapur,”sahut gadis itu menganggukkan kepalanya.


Kembali ke dapur dengan membawa sebuah buku memo kecil dan sebuah pulpen warna hitam, Maya mencatat resep yang diajarkan salah seorang art Ryan. Ada sekitar lima resep yang ia tulis mulai dari bubur ayam, sup ayam, ayam goreng, ayam woku, dan gudeg nangka.


“Terima kasih ya,Mbak. Sekarang tolong bawa kemari bawang putih sebanyak mungkin,”pinta Maya sambil mengangkat sebuah kursi tinggi tanpa sandaran mendekat ke meja yang terbuat dari marmer warna hitam. Gadis itu meletakkan talenan dan pisau serta sebuah tiga buah tupper ware terbuat dari plastik.

__ADS_1


“Ini untuk masak apa,Non?”tanya sang art sambil menunjukkan bawang putih satu kantung besar yang belum dikupas.


“Mbak tolong kupas aja kulitnya. Nanti siang biar aku bantu iris tipis-tipis,”ucap Maya sambil keluar dari dapur.


Melihat jumlah bawah putih yang harus dikupas sangatlah banyak, art memanggil dua rekannya. Mereka bertiga mengupas kulit bawang putih dan mengirisnya tipis-tipis sesuai perintah gadis itu.


“Ini buat apa diiris semua,Mbak?”tanya art yang paling muda.


“Entahlah. Non Maya yang minta. Mungkin buat masak di tempat kos,”sahut art yang paling tua.


Gadis itu kembali ke kamarnya untuk memasukkan pakaian yang akan dibawanya kembali ke kos, sementara ketiga itu art sibuk berkutat di dapur basah sambil mengiris semua bawang putih dan memasukkannya ke dalam tupperware. Ryan yang sedang bersiap-siap untuk mengantarkan gadis it uke tempat kos, terlihat mondar-mandir mencari sepatu ketsnya warna hitam yang dua hari lalu kena hujan. Ia mencari ke halaman, ke rak sepatu hingga di depan kamarnya, semuanya tanpa hasil.


Tak ada sahutan dari kamar mereka, Ryan berjalan menyusuri koridor samping rumah, berkelana ke garasi yang menembus dapur basah. Dari kejauhan dilihatnya tiga art-nya duduk bersimpuh di lantai dengan tangan memegang pisau, seperti gerakan memotong di atas talenan.


“Kalian sedang apa?”tanya Ryan yang menjulurkan lehernya sehingga kepalanya muncul dari balik pintu garasi.


“Ini lagi disuruh Non Maya motong bawang putih,”sahut mereka hampir berbarengan.

__ADS_1


“Hah? Untuk apa bawang putih sebanyak itu? Bukannya cepat busuk kalau diiris banyak-banyak?”tanya Ryan lagi.


Cowok itu bukannya pelit tapi irisan bawang putih segunung itu akan cepat rusak kalau tidak segera digunakan untuk memasak. Jumlahnya mungkin sekitar 3 kilogram.


Maya kembali ke dapur setelah menurunkan koper kecilnya ke lantai bawah.


“Udah beres semua,Mbak?”tanyanya.


Ryan turut masuk ke dapur, kedua alisnya mengkerut karena keheranan, buru-buru ditariknya tangan gadis itu menyingkir dari dapur.


“Gila…Bawang putih sebanyak itu buat apa?”tanya Ryan dengan suara lirih.


“Sstt…Itu buat mengusir vampire macam kaum volturi. Jadi satu kotak taruh di kamar kamu, satu kotak untuk di balkon atas dan satu kotak tupper ware buat di kamar kos,”sahut Maya dengan wajah polos.


Ryan membelalakkan matanya lalu menepuk jidatnya sendiri.


“Oh my God! Kamu salah persepsi, maksudnya bawang putih gelondongan yang dipakai buat usir vampire,May.”

__ADS_1


“Hah? Maaf kalau begitu,Ryan. Aku kurang paham,”sahutnya dengan wajah sedih.


“Yaudah gak apa-apa. Makanya aku suruh kamu belajar masak biar bisa membedakan bermacam-macam bumbu dapur,”ujar Ryan.


__ADS_2