Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
That's Her?


__ADS_3

"Dean, bisakah kau katakan sesuatu tentang Harris?" tanya seorang wartawan yang mencegatnya ketika ia baru saja keluar dari mobil.


Sejak kemarin ia mengurung diri didalam kamar. Ia kesal dan marah mendapatkan perlakuan Brittany. Ia tidak pernah ditolak. Satu pertanyaan yang terus melintas di kepalanya. Mengapa Harris yang dipilih? Berulang kali ia bertanya pada dirinya. Apakah kekurangannya?


Sekarang ia terkejut mendapati wartawan berada didepan kantornya. Tidak banyak namun dapat meyakinkan jika terjadi sesuatu. Ia kebingungan ketika namanya diseret tentang Harris. Apa yang terjadi semalam?


Dean mengangkat kedua tangannya. "Aku tidak mengerti. Maaf, aku harus kedalam." ucapnya.


"Dean, kabarnya Harris telah kehilangan kontrak besar. Ia dituntut langsung untuk memberikan ganti rugi."


Dean menghentikan langkahnya. "Kontrak?" tanyanya. Ia pun langsung masuk kedalam kantor tanpa menjawab pertanyaan beberapa wartawan. Ketika didalam, ia melihat ibunya tengah menonton televisi yang disiarkan didalam ruang kerja editor. Iapun masuk kedalam.


"Ada berita apa, mom? Aku dicegat oleh beberapa wartawan diluar. Kontrak apa yang mereka maksud?"


"Harris dengan percaya diri membuat kerjasama dengan salah satu sponsor besar karena seorang pendatang baru. Kabarnya artis baru itu membatalkan tanda tangan kontraknya kemarin padahal Harris dan sponsor telah menandatangani sebuah kontrak kerja bernilai fantastis. Ketika sponsor itu mendengar, mereka langsung merilis pernyataan untuk meminta ganti rugi."


Walaupun dalam hatinya Dean senang, tapi ia penasaran dengan berita Harris. "Bukankah terlalu cepat sponsor itu merilis pernyataan dengan meminta ganti rugi?"


"Karena mereka telah memberikan deposit jutaan dollar pada perusahaan Harris. Mereka tidak mau menunggu lama karena ketakutan Harris akan kabur. Beruntung kau tidak ada disana. Ketika kau mengundurkan diri dari perusahaan itu, beberapa gosip sudah menyebar. Mereka melakukan slave kontrak pada aktrisnya. Baru satu aktris yang melayangkan gugatan. Itupun dua bulan yang lalu."


Dean duduk di kursi yang berada tak jauh dari ibunya berada. "Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Harris memang terobsesi dengan uang. Dan aku dengan Jessy menjadi salah satu korban. Tapi mengapa aku dibawa-bawa pada kasus ini?"


Anastasia memberikan ponselnya pada Dean. "Aktris baru ini menemui mu sebelum ia masuk kedalam gedung. Banyak yang berpendapat jika wanita ini telah terpikat padamu dan membatalkan kontrak itu. Itulah alasannya."


Dean tersenyum. "Salah. Bukan ia yang terpikat. Melainkan aku. Tapi aku senang. Aku memulai skandalku dengan Brittany Jonas " jawabnya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Anastasia.

__ADS_1


"Bekerja." jawab Dean sambil tersenyum. Masalah Brittany sudah ia serahkan pada Lana. Ia akan menunggu kabar terbaru dari Lana.


"Siapa Brittany Jonas?" tanya Anastasia. "Apakah ia sebaik Jessy?"


Dean melirik pada ibunya. "Aku tidak tahu. Tapi ia benar-benar membuatku penasaran. Jika kau melihat foto kami berdua kemarin, kami sedang bertengkar saat itu."


"Aku senang melihatmu kembali ceria." ungkap Anastasia.


"Ya mom. Aku tidak ingin kebahagiaanku ini cepat berlalu." ucap Dean. Ia melangkah keluar dari ruang editor untuk bertemu dengan tim produksi. Ia harap filmnya akan cepat turun agar bisa ditonton oleh orang-orang. Dan tentu saja target utamanya yaitu Jessy.


"Dean, untuk bagian penting dalam film ini, apa yang akan kau masukkan?" tanya Jefry ketika ia merilis cuplikan film yang mereka kerjakan.


"Sebuah catatan di akhir cerita. Itulah klimaks dari film ini. Tujuanku dari awal memang seperti itu. Jadi, mari kita berusaha membuatnya."


"Bisa kau kerjakan sekarang?" tanya Jefry.


"Aku tidak mengerti tentang skandal. Mereka memuakkan!" seru Brittany ketika ia telah menyelesaikan syutingnya. Beruntung ia profesional dengan tidak membawa urusan skandal ini ke pekerjaannya. Skandal pertamanya dengan Dean. Bagaimana bisa?


"Bukankah dulu kau pernah berurusan dengan skandal?" goda Lana.


"Hentikan Lana. Aku sudah mulai melupakan semua hal tentang Dean. Aku ingin melupakannya. Tolong.. ia hanya mantan suamiku. Ia adalah orang yang membuatku harus melakukan hal seperti sekarang." jelas Brittany.


"Tapi kali ini kau menikmatinya bukan? Bukan karena istri dari Dean Justin Lee, melainkan artis pendatang baru Brittany Jonas."


Lana menatap Brittany. Begitu pula dengan Joey. Beberapa kali ia menutup matanya ketika berada didalam mobil.


"Sebenarnya.." ucap Brittany. Ia menghela nafas perlahan. "Aku sedikit ketakutan jika Harris melakukan sesuatu padaku. Aku tidak takut jika kematian menghampiriku. Aku pernah merasakannya. Aku hanya takut jika aku mati dalam keadaan menahan rasa sakit. Semalam aku bermimpi awan kegelapan mulai menghampiriku. Apakah itu sebuah tanda?"ucapnya pelan.

__ADS_1


"Jangan katakan itu. Aku dan Joey ada disampingmu." protes Lana.


"Ketika aku berencana membuat Harris hancur, aku mulai memikirkan hal ini. Aku memikirkan kedua orangtuaku. Aku memikirkan semua orang yang menyayangiku. Joey, jika ada yang terjadi padaku nanti.. aku ingin kau tetap tinggal dengan orangtuaku." ucap Brittany pelan.


"Bije.. aku tidak mau mendengar kau mengatakan hal itu."protes Joey.


"Melihat Harris hancur, dan tidak kembali pada Dean sudah membuatku nyaman. Aku tidak mau kembali ke masa itu."


"Aku akan bertanya pada Deniz jika kau harus memiliki beberapa penjaga."


Brittany tersenyum dan mengabaikannya. Deniz masih berada diperjalanan menuju Turki untuk urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tunda. Ia membuka matanya. Mereka melewati toko roti Mrs. Patty. "Aku ingin membeli roti sebentar. Bisa kau minta supir berhenti?"


Lana meminta supir untuk menghentikan mobilnya. Lalu Brittany dan Joey turun dari mobil. Sedangkan Lana masih diam didalam mobil. Ia melihat Brittany sudah masuk kedalam toko. Lana menghela nafas. Tidak pernah ia mendengar sekalipun seorang Jessy berbicara secara pesimis. Bagaimana ia bisa melindunginya?


Lana menghentakkan kaki kanannya. Ia gugup dan sedikit ketakutan ketika membayangkan ucapan Jessy tadi. Apakah ia harus bercerita pada Dean? Tapi bagaimana memulainya? Setelah berfikir sebentar, ia mulai menghubungi Dean.


"Aku sedang sibuk, Lana.." ucap Dean.


"Jika aku mengatakan sesuatu tentang Brittany, apakah kau mau mendengarku?" tanya Lana hati-hati.


"Ia begitu keras kepala. Aku ingin bertanya mengapa ia membatalkan kontrak dengan Harris?"


"Karena ia telah membalas dendamnya pada pria itu. Ia mengatakannya dengan jelas."


"Kenapa?" tanya Dean bingung.


"Tentu saja karena ia adalah Jessy Julian! Kau dengar? Brittany Jonas adalah Jessy Julian. Wanita yang selama ini kau cari!"

__ADS_1


__ADS_2