Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Lily threat


__ADS_3

Suara dering telepon terdengar cukup lama. Joan menggeliat. Ia membuka kedua matanya perlahan. Pagi ini tubuhnya terasa tidak enak. Ia terdiam sejenak tanpa berniat mengangkat telepon rumahnya. Endusan Grey disepanjang kakinya membuat ia geli. Ia tersenyum. Suara dering telepon berhenti. Berganti ke ponsel. Semalaman ia berbicara dengan Alv hingga ia lupa jika ponselnya ada dibawah bantal. Ia mencoba melupakan kejadian hari itu dengan Lily. Alv cukup menguatkannya. Ia akan bertahan demi cintanya pada Alv.


“Grey, berhenti! “ ucap Joan sambil tertawa. Ia mengangkat kakinya dan bangun. Ia mengangkat bantal-bantal dan menemukan ponselnya dibawah tempatnya tidur. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat siapa yang menghubunginya.


“Dean? Ada apa? “ tanya Joan bingung. Tidak biasanya Dean menghubunginya pagi hari seperti ini. Ia pikir semua urusannya telah selesai.


“Jo, apakah kau baik-baik saja? “ tanya Dean cemas.


“Ya, aku baru bangun. Ada masalah dengan produksi? “ tanya Joan ikut cemas.


“Bisakah kau pulang ke rumah sekarang? Atau kau mau ku jemput? “


“Tidak. Aku bisa pergi sendiri. Aku bersiap-siap dahulu. “


Ketika ponsel ditutup, ada sedikit rasa yang mengganjal dihatinya. Ia sesuatu yang buruk terjadi. Apakah Jessy baik-baik saja?


Tanpa berpikir lama, ia bergegas ke kamar mandi. Ia tidak mau lama-lama bersiap seperti yang biasanya ia lakukan. Ia tidak perlu berdandan. Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya, ia bergegas menuju mobilnya.


Perjalanannya tidak lama, tapi ia harus melewati kantor dan butiknya. Diluar kantornya, terlihat banyak sekali orang. Apakah mereka pengunjung? Tidak biasanya butiknya sangat ramai. Brand miliknya belum dikenalkan secara publik karena drama Dean baru malam ini tayang di televisi. Jika ia berhenti dan melihat apa yang terjadi, Dean akan marah karena sedang menunggunya. Lebih baik ia melanjutkan perjalanan ke rumah, ketika urusan di rumah selesai, ia akan ke butik untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Anehnya, ketika ia sampai didepan gerbang rumah orangtuanya, ada beberapa media menunggu seseorang diluar. Ia sempat kebingungan karena mereka menghalangi jalannya. Tanpa pikir panjang, ia memijit klakson mobil dengan kencang. Orang-orang itu mulai memberikan jalannya. Ada apa ini? Kenapa banyak media?


Pintu rumahnya terbuka. Dean keluar dengan wajah cemasnya. Ia melihat Dean menghampiri nya dengan membuka pintu mobil. Ia mengeluarkan tubuhnya dan memeluknya dengan erat sambil berjalan kedalam rumah.


“Dean, ada apa ini? “ tanya Joan kebingungan.


“Kita bicara didalam. “ jawab Dean.


Ketika mereka berada didalam, Dean melepaskan pelukannya. Mereka berjalan menuju ruang keluarga dimana semuanya sudah menunggunya. Ia melihat Jessy tengah menunduk. Apa yang terjadi dengannya? Apakah ini menyangkut kehamilannya?


“Kau baik-baik saja? “ tanya Jessy cemas ketika ia duduk di samping Jessy.


“Jessy baik-baik saja. Kau yang tidak baik-baik saja, Jo.. “ ucap Dean.


Joan menatap Dean bingung. Ia pun menatap ayahnya yang terlihat ingin mengucapkan kalimat yang sama. “Aku baik-baik saja. Ada apa ini? “ tanyanya gugup.


“Luka didahi dan sudut bibirmu mengatakan tidak, sayang. “ Ucap Lee.

__ADS_1


Joan tersenyum sambil menyentuh bibirnya. “Aku terjatuh. Itu memang kesalahanku. “


“Jujur pada kami apa yang terjadi padamu? Apakah benar yang wanita itu katakan tentang pernikahan kalian? “ tanya Lee tajam.


Jantung Joan mulai berdebar dengan kencang. “Aku tidak mengerti dad.”


“Beredar video kau ditendang oleh seseorang dari butik mu. Karena kau memiliki hubungan dengan Dean, dan pemberitaan mulai sepi, kali ini kau yang menjadi berita utama media.” Ucap Jessy.


Joan menutup kedua matanya. Pantas saja di depan butiknya ramai sekali orang-orang.


“Kenapa kau biarkan wanita itu menendang dan memukulmu? Kau tidak bisa melawan? “ tanya Dean kesal.


“Karena saat itu aku tidak memiliki kekuatan, Dean!" elak Joan.


“Lalu kau membiarkan ia memukulmu? “ tanya Dean kembali. Wajahnya merah karena marah.


“Ya.. “ jawab Joan.


“Kau tahu karena skandal mu kali ini akan berimbas pada produksi drama ku?”


“Drama ini menjadi karya pertama ku setelah hiatus panjang. Dan drama ini adalah impian Jessy. Kenapa kau merusaknya? “


Joan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak sadar air matanya sudah menetes. “Kau sangat egois, Dean. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Awalnya aku pun melakukan ini karena Jessy. “ ucapnya sambil berjalan keluar.


Lee ikut berdiri dan menyusul Joan.


“Sayang, tunggu! “ panggil Lee.


Joan berhenti. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah ayahnya. “Maafkan aku dad, aku tidak tahu beritanya seperti apa karena aku belum melihatnya. Tapi kau harus percaya padaku. Aku tidak seperti yang mereka bicarakan.” Ucap Joan sambil menangis.


“Dad tahu itu. Tapi dimana suamimu? Dad harus mendengarkan penjelasannya. “


“Ia sedang melakukan seminar dan konferensi di Hawaii. Ia tidak akan tahu berita tentang ini.” Jawab Joan. “Aku pergi, dad. Aku akan mengurus semuanya. “


Joan kembali masuk kedalam mobilnya dan menembus kumpulan media yang berada didepan rumahnya. Ia tidak menyangka Lily akan bermain kotor. Kini ia kebingungan, kemana ia harus pergi? Tanpa sadar ia sudah melewati jembatan Brooklyn.


Dering telepon mengejutkannya. Gerard menghubunginya.

__ADS_1


“Kau ada dimana? “ tanya Gerard cemas ketika ia menerima panggilan itu.


“Apakah semua baik-baik saja? “ Tanya Joan gugup.


“Tidak. Kau tidak perlu datang ke kantor. Keadaan disini tidak terduga. Banyak wartawan yang menunggumu. Banyak juga pembeli yang mengembalikan pakaianmu. Berita yang muncul semuanya negatif. Kau harus segera memperbaikinya. “ jawab Gerard dengan nada kesal.


“Maafkan aku, aku akan menyelesaikannya. “ jawab Joan sambil menutup panggilan.


Mobil Joan berhenti didekat sungai hudson. Ia terdiam didalam mobil untuk waktu yang cukup lama. Ia menatap video yang menampilkan kekerasan Lily padanya. Saat itu ia yang menjadi korban, tapi di berita ini mengapa justru ia yang menjadi tersangka? Satu demi satu ia membaca judul berita yang keluar.


JOAN LEE, SEORANG DESIGNER MUDA YANG BARU SAJA BERKARIR DI AMERIKA TELAH TERLIBAT SKANDAL PERTAMA


PERNIKAHAN KONTRAK ANTARA KAKAK KANDUNG SUTRADARA TERNAMA DEAN JUSTIN LEE TERLIBAT CINTA SEGITIGA


JOAN LEE ADALAH SEORANG PENGKHIANAT. IA MELAKUKAN SEMUANYA DEMI UANG DAN POPULARITAS PADA ADIKNYA. KELUARGA LEE BENAR-BENAR HEBAT DALAM MELAKUKAN SKANDAL


BERHATI-HATILAH UNTUK PARA PRIA, JOAN LEE ADALAH REPRESENTASI WANITA DIMASA DEPAN. UNTUK PARA WANITA, JAGA PASANGAN KALIAN!


APAKAH SKANDAL INI AKAN BERIMBAS PADA DRAMA YANG SEDANG DIPRODUKSI DEAN JUSTIN LEE?


SIAPAKAH LILY AYSUN?


KESEMPATAN UNTUK MENJADI LEBIH TERKENAL YAITU DENGAN MEMBUAT SEBUAH SKANDAL BESAR YANG MELIBATKAN SAUDARA DARI SUTRADARA TERKENAL.


SIAPAKAH JOAN LEE?


PANTASKAH SEORANG ANAK DARI SUTRADARA LEE DISEBUT SEBAGAI PEMBUAT MASALAH?


Joan memegang stir mobil dengan tangan bergetar. Berita ini sudah keterlaluan. Mereka membuat berita yang mengada-ngada. Air matanya mulai menetes. Apa yang harus ia lakukan saat ini? Apakah dengan memberikan konferensi pers masalahnya akan selesai? Atau apakah ia harus menemui Lily dan bertanya apa yang ia mau?


Isakannya yang pelan lama-lama mulai menjadi tangisan sakit hati. Ia tidak menyangka mencintai seseorang akan begitu menyiksa. Bukan hanya padanya, tapi pada orang-orang terdekatnya. Jika saat itu ia tidak memberikan penawaran pernikahan pada Alv, tidak akan terjadi seperti ini. Lily tidak akan menyakiti seluruh keluarganya. Ia pun tidak akan mencintai Alv dengan begitu besar.


Apakah ia harus meninggalkan Alv agar semua ini selesai?


Apakah Alv dapat hidup tanpa dirinya? Ataukah sebaliknya?


Dan satu hal, apakah Alv sudah mengetahui berita ini?

__ADS_1


__ADS_2