
Zuccardi valle de uco telah disulap menjadi sebuah tempat pesta mewah yang dihadiri oleh berbagai kalangan elite. Pengiring musik telah siap dan penyanyi telah berdiri di tempatnya. Berbagai mobil mewah telah berjajar rapi di parkiran tempat yang merupakan sebuah gudang penyimpanan terbesar wine di Argentina. Beberapa jenis wine khas disediakan. Beberapa saat yang lalu pemiliknya telah menyampaikan jika semua wine yang dihidangkan merupakan wine terbaik karena telah tersimpan selama beberapa tahun.
Jessy menatap terpana ketika melihat bagaimana pesta itu berlangsung. Ia berdiri disamping mobil sementara Dean tengah menghampiri seorang parking untuk menyerahkan kunci mobilnya. Bukan mobil miliknya. Tapi mobil yang sengaja ia sewa selama ada disini.
"Jaga mobilnya. Ini mobil sewa." ucap Dean pada pria itu.
"Baik. Boleh aku meminta tanda tanganmu, sir? Film yang kau buat sangat bagus. Aku menontonnya bersama ayahku." ucap pria muda itu.
Dean tersenyum. "Tentu saja." ucapnya. Pria itu langsung memberikan spidol dan sebuah kertas padanya. Dean dengan senang hati melakukannya. Terlebih ia sedang senang malam ini.
Dean melihat Jessy sedang menatap acara yang baru dimulai itu. Ia terlihat kebingungan namun rasa antusias tidak dapat ditutupi dari wajahnya.
"Apa yang kau lihat?" bisik Dean pada telinga Jessy.
Jessy masih menatap acara yang sudah ramai itu. "Kau lihat itu, Dean. Aku baru kali ini menghadiri acara ini. Apakah gaunku pantas? Dean, aku malu. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika ada wartawan? Lihat pakaian yang mereka pakai." ucapnya panik.
Dean memegang kedua bahu Jessy. "Mereka hanya akan tertarik pada wajahmu. Bukan pakaian yang kau pakai. Dan yang terpenting, tidak ada wartawan disini"
"Benarkah?" tanya Jessy sambil menatapnya.
Dean mengangguk. "Ayo, kita masuk kedalam." ucapnya sambil memegang tangan Jessy dengan erat.
Berada disebuah pesta mewah memang baru pertama kali bagi Jessy. Tapi minuman yang disajikan hampir semuanya adalah wine, membuatnya sedikit cemas. Ia belum pernah meminum wine seumur hidupnya. Ia tahu jika harga wine sangat mahal. Dan biasanya disediakan disebuah restoran-restoran mewah yang ada di New York. Lalu bagaimana rasanya? Apakah wine yang ada disini gratis? Sepertinya tidak ada sebuah kassa yang mengurus pembelian wine disini.
"Kau kenapa?" bisik Dean.
"Apakah wine disini gratis?"
Dean tertawa ringan. "Tentu saja gratis. Kau bebas meminum wine yang ada disini." ucapnya.
Jessy tersenyum. "Benarkah? Kalau begitu, aku mau mencicipi semua jenis." ucapnya bersemangat.
"Akan aku bawakan. Kau diam disini dan tunggu aku." bisik Dean.
Jessy mengangguk. Ia diam di tempat yang membuatnya dekat ke panggung penyanyi. Penyanyi mulai bersenandung. Lagu yang ia tidak mengerti tapi cukup membuatnya bisa mengangkat kaki untuk mengikuti musiknya.
"Dean! Aku pikir kau tidak akan datang." seru seseorang.
Dean membalikkan badannya dan melihat sahabat lamanya ada disana. Jack dan Miranda adalah sahabatnya. Ia yang mengadakan pesta ini. Uang mereka berlimpah. Menyewa sebuah perkebunan anggur terluas tidak akan membuat mereka jatuh miskin. Ia mengenal keduanya ketika berlibur dengan Joan ke Argentina. Mereka berdua sangat baik. Anak-anak mereka telah menjadi seorang dokter. Ketika ia akan menikah dengan Jessy, ia teringat ucapan Miranda saat ia menghubunginya bulan lalu jika mereka akan mengadakan sebuah pesta.
"Aku senang sekali bertemu dengan kalian." ucap Dean sambil memeluk mereka satu persatu.
"Aku melihatnya. Kau dan istrimu itu sangat cocok sekali. Tapi aku masih tidak menyangka kau akan menikah secepat ini. Padahal tadinya aku akan mengenalkan mu pada salah satu putriku." ucap Miranda.
Dean tersenyum malu. Sudah beberapa orang yang mengatakan jika ia dan Jessy pasangan yang cocok. "Ya, aku mencintainya. Pandangan pertama." jelas Dean malu.
Miranda memukul bahu Dean. "Aku melihatnya. Foto pernikahan kalian terlihat di semua majalah dan koran gosip pagi ini."
"Aku senang kau dan istrimu datang. Kalian sedang berbulan madu bukan?" tanya Jack.
"Begitulah. Sebelum aku kembali syuting, aku akan membawanya terus berjalan-jalan. Dan, terimakasih Jack karena mengundang kami kesini. Jika berkenan, aku ingin kau memilihkan sebuah wine yang tidak terlalu tajam. Istriku belum pernah meminum wine. Aku takut jika ia meminum wine yang tajam, ia akan kehilangan.. kalian tau sendiri.."
__ADS_1
"Kalau begitu, kenalkan istrimu pada kami." ucap Jack.
"Sebentar. Aku akan membawanya pada kalian." ucap Dean. Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat Jessy sedang berada disamping para penyanyi. Ia hanya bisa tersenyum melihat keberanian Jessy. Jessy mulai menutup kedua matanya. Ia mulai bernyanyi..
If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why do I dream of you as my husband?
I don't know why you're so far away
But I know that this much is true
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I'm prayin' you're the one I build my home with
I hope I love you all my life
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
__ADS_1
'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and
Pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
You know my heart is by your side
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I could stay in your arms?
^^^-daniel bedingfield-^^^
Dean tidak pernah mendengar suara Jessy ketika bernyanyi semerdu itu. Ia bahkan bisa mengimbangi suara pria dengan suara khasnya. Jantungnya semakin berdebar. Ia melangkah mendekatinya.
Jessy mulai menjauh dari para penyanyi itu dan tersenyum ketika melihatnya. Ia terlihat gugup dan malu.
"Bagaimana bisa?" tanya Dean sambil tertawa. Ia tidak dapat menutupi rasa bangga dan bahagianya saat ini.
"Kau terganggu dengan suaraku?" tanya Jessy kesal.
"Bukan. Sama sekali aku tidak terganggu dengan suara nyanyianmu. Tapi, bagaimana bisa kau bernyanyi disana?"
"Mereka bernyanyi lagu lama. Aku merasa tertantang karena teringat masa lalu. Akupun langsung meminta lagu itu. Itu lagu tema film Maid in Manhattan !"
"Suaramu indah sekali. Oh ya, ada yang mau berkenalan denganmu." ucap Dean.
"Mana wine yang akan kau ambilkan untukku?" tanya Jessy saat mereka mulai berjalan.
"Aku lupa. Aku bertemu dengan Jack dan Miranda jadi aku melupakannya."
"Tidak masalah, aku bisa mengambilnya sendiri." ucap Jessy sambil mengambil salah satu gelas yang sedang ada diatas nampan seorang pria. Ia meminumnya dengan cepat.
"Bukan. Jessy, tidak seperti itu minumnya!" seru Dean panik.
"Aku tidak apa-apa " jawab Jessy tenang.
Dan benar saja, istrinya itu tidak terlihat seperti yang orang katakan. Ia pernah mendengar jika seseorang yang baru pertama kali meminum wine, mereka akan langsung mabuk dan tertidur. Tapi kenapa Jessy tidak terasa apapun?
Ketika mereka menghampiri Jack dan Miranda, mereka kehilangan sosok itu. Keduanya tidak terlihat.
"Mana temanmu?" tanya Jessy bingung.
Dean mencari sekeliling tapi mereka tidak terlihat. Ia menatap Jessy. "Apakah kau mau menjadi anak nakal selama disini?"
__ADS_1
"Bagaimana caranya?"
Dean menarik pinggang wanita itu. "Ayo, kita pergi dari sini."