Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Love Letter


__ADS_3

Pintu rumah di gebrak dengan paksa. Lily Aysun masuk dengan tergesa-gesa. Ia melihat ke seluruh ruangan dilantai bawah namun tidak dapat menemukan kakaknya di sana. Ia berlari menuju tangga. Terdengar suara hentak kaki dari kamar kakaknya.


"Alv! " seru Lily. Sudah satu minggu ini ia tinggal bersama kakaknya yang hendak menikah. Ia membuka pintu kamar kakaknya dan menemukan Alv sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Alv melirik sekilas pada adiknya dan tersenyum. "Kenapa wajahmu seperti itu?"


Lily duduk disampingnya. "Alv, kau bisa bangun? Aku ingin berbicara denganmu. Ini penting.. "


"Kau bisa mengatakannya disini. Aku ingin istirahat. Lusa aku akan menikah. Kau lupa?" jawab Alv.


"Ini tentang pernikahanmu. Ini tentang wanita yang akan menjadi istrimu. Aku melihat mantan suaminya membuat sebuah surat cinta di film terakhir yang ia produksi. " ucap Lily gugup.


"Tidak masalah. Mereka sudah berpisah. Aku tidak peduli dengan itu." jawab Alv tenang.


"Alv.. " panggil Lily.


Alv melirik kembali. "Ada apa? "


"Kau tidak akan membatalkan pernikahanmu dengan Brittany bukan? " tanya Lily berhati-hati.


Alv mencubit pipi adiknya. "Sayangnya tidak bisa. Lebih baik jangan kau pikirkan. Semua akan kembali seperti semula. Brittany akan menjadi istriku. Semuanya akan berjalan normal. Tidak akan ada yang menggangguku. Lagipula aku sudah menerima tawaran dari rumah sakit di sana. Menyenangkan bukan?"


Lily menunduk. "Jangan menyerah Alv, bahkan disaat-saat terakhir. Aku mohon jangan menyerah. "


Alv memegang bahu Lily. "Tidak akan pernah. "


Lily keluar dari kamar Alv dan menutup pintu. Alv bangun dari atas tempat tidur kemudian pintu dikunci dengan rapat. Ia menyandarkan punggungnya di pintu kamarnya. Ia terdiam dan berfikir sesuatu.


Siang ini seluruh rumah sakit gempar dengan sebuah film. Mereka membicarakan pria itu. Karena film itu berlatar belakang negara ini, wajar saja jika film itu langsung mendapat sambutan meriah oleh warga disini. Dan surat cinta itu.. Ia sudah membacanya sampai selesai. Bohong jika ia mengatakan tidak memikirkannya. Sejak ia menghubungi Brittany tadi sore, ia terus memikirkannya.


...***...


"Crepes coklat kesukaanmu. Aku sudah memesannya sejak tadi. "


Brittany melihat beberapa jenis crepes coklat yang tersaji di atas meja sebuah restoran itu tampak menggiurkan. Lana telah memesankan untuknya sebanyak itu.


"Lana.. kau masih ingat makanan kesukaanku? " tanya Brittany bingung.


"Tentu saja. Aku masih ingat semua tentangmu. Bagaimanapun kita sahabat. Aku ingin berterima kasih padamu karena kau mau ikut berjalan-jalan denganku hari ini. Padahal esok kau akan menikah."

__ADS_1


Brittany menatap Lana sambil tersenyum. Ia memegang tangan Lana dengan erat. "Kau yang membantuku. Aku tidak bisa untuk menolak ajakanmu."


Lana senang. Ia menarik kursi yang berada disampingnya. "Ayo makanlah.. Kita harus menonton film pada pukul 4 sore. Masih ada waktu. Kau sangat boleh menghabiskan makananmu. Aku tidak akan pernah melarangnya. "


Brittany tertawa. "Tentu saja aku akan menghabiskan nya. " ucapnya bersemangat.


Setelah selesai menghabiskan beberapa crepes dan smoothies kesukaannya, kini mereka berdua berada didepan sebuah bioskop. Ini adalah kali pertama bagi Brittany menginjakkan kakinya di sebuah bioskop.Ia melihat poster-poster yang menampilkan beberapa film yang sedang ditayangkan. Ada sebuah poster yang menarik perhatian nya. Ia mendekat untuk melihat lebih dekat selagi Lana pergi mengambil tiket masuk.


Ia setengah berlari ketika melihat siapa pemeran yang ada di poster itu. Ia tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Pasangan yang paling ia sukai selama hidupnya. Ia tidak menyangka pasangan itu akan dipasangkan kembali pada sebuah film baru. Tapi, siapa sutradara yang membuat film ini?


Brittany melihat tulisan kecil di poster paling bawah. Tanpa sengaja ia melepaskan tas jinjingnya kebawah ketika melihat siapa sutradara yang membuatnya. Apakah ini alasan Lana membawanya untuk menonton film?


"Kau sudah melihatnya bukan? " tanya Lana.


Brittany berbalik. "Kau merencanakan ini?" tanya Brittany marah. Ia melihat ke sekelilingnya. Ia takut ini jebakan, Dean akan keluar dari sebuah pintu rahasia.


"Dean tidak ada disini. Aku sudah mengatakannya. Dean pergi. Aku tidak tahu kapan ia akan kembali. Aku membawamu kesini hanya untuk melihat karya yang ia buat karena dirimu." jelas Lana serius.


Brittany tertawa sinis. "Untuk apa ia membuatnya untukku? "


"Karena ia merindukanmu, Jessy! " ucap Lana kesal. "Aku tidak peduli kau adalah Brittany atau Jessy! Bagiku kau tetap sama walaupun kau merubah wajahmu. Kau wanita bodoh, aku hanya ingin kau menontonnya, okay? Aku ingin kau tahu bagaimana Dean melakukan semua ini untukmu. Ia tidak diam asal kau tahu saja. " ucap Lana. Nafasnya berburu karena tidak sabar untuk memperlihatkan semuanya pada wanita didepannya. "Bukankah kau berjanji akan menonton film yang Dean buat? Ia bahkan telah merubah genre filmnya menjadi film komedi romantis yang bukan keahliannya. "


Brittany mengangkat tangannya. "Cukup Lana. Aku akan menontonnya. Tapi aku tidak akan merubah keputusanku untuk menikah dengan Alv setelah menonton ini. " Jawabnya dingin.


Brittany menatap ke layar besar itu. Adegan demi adegan tersaji dengan nyata. Negara keduanya disorot dengan sangat baik. Ia tidak tahu Dean bisa membuat karya sebagus ini. Bukan hanya itu, aktris dan aktor kesukaannya berakting dengan sangat baik. Bukanlah ia berjanji akan menonton film jika yang menjadi aktor dan aktrisnya adalah kedua orang itu?


Cerita yang sangat menarik. Ia melihat akhir dari film ini. Beberapa nama baru tersaji dengan sangat baik. Ketika Brittany berdiri, ia melihat sebuah tulisan. Lampu kembali meredup. Ia kembali duduk dan hanya menatap layar besar itu.


...Jessy... ...


...Ketika kau melihat film ini, aku hanya ingin mengatakan jika aku membuat film ini awalnya untuk menemukanmu...


...Kau pernah berjanji padaku, jika aku membuat film dengan aktor dan aktris kesukaanmu, kau akan melihatnya bukan? ...


...Kali ini ijinkan aku mengatakan beberapa hal padamu...


...Aku tidak pernah berpikir akan jatuh cinta sebelumnya...


...Sejak aku mengenalmu, kehidupanku mulai berwarna...

__ADS_1


...Kau mengenalkanku keindahan dunia...


...Kau membuat hidupku menjadi lebih baik...


...Aku mencintaimu karena kau telah mengunci hatiku...


...Kau segalanya untukku...


...Aku pernah berfikir tentang hidupku tanpa ada dirimu...


...Dapatkah lebih indah? ...


...Ketika aku merasakannya, aku hampa...


...Kegelapan terus menghanpiriku...


...Aku hampir menyerah akan cinta ketika kau tidak ada disampingku...


...Kehilanganmu menjadi hal terburuk untukku, untuk kehidupanku...


...Namun kenyataannya aku harus tetap bersemangat bukan? ...


...Detik demi detik akan berlalu begitu cepat...


...Lonceng pernikahanmu akan segera datang...


...Tidak banyak yang bisa aku katakan betapa aku mencintaimu...


...Maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu...


...Selamat menjalani pernikahan dengan pria yang kau cintai...


...Berbahagialah...


Kalimat itu memang hanya sedikit, tapi mampu membuat pertahanannya roboh. Tulisan tangan Dean diatas sebuah kertas kosong itu nyata. Ada beberapa coretan yang membuat kertas itu berharga. Itu tulisan Dean asli. Airmata mulai menetes dipipi Brittany. Ia tidak pernah menyangka akan menemukan pria yang sangat mencintainya seperti itu. Ketika layar di depannya mulai padam, ia menutup wajahnya dan mulai menangis.


"Dean.. "lirihnya


" Sebenarnya Dean tidak memintaku untuk mengajakmu menonton film ini. Ia sudah berhenti berharap. Tapi aku rasa, kau harus melihatnya sendiri. Ia melakukan ini untukmu. " ucap Lana yang kini sudah ada disampingnya.

__ADS_1


Brittany melepaskan tangannya. Ia memeluk Lana dan mulai menangis. "Apa yang harus aku lakukan, Lana.. Aku tidak ingin menikah. Aku ingin bertemu dengan Dean. Aku menyesal karena telah membuat keputusan begitu cepat. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Alv. Ia baik padaku. Ia yang menjadi penolongku. "


Tangisan Brittany mulai kencang. Penyesalan selalu datang terlambat. Mengapa kau lakukan ini Dean?


__ADS_2