Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Comeback home


__ADS_3

"Halo mom. Aku baru saja tiba di bandara. Aku akan langsung menuju rumah sekarang." ucap Jessy ketika ia baru saja sampai setelah menyelesaikan kunjungannya ke Yunani.


"Kami menunggumu, Jessy." ucap Anastasia.


Jessy menutup ponselnya dan menggenggamnya sambil berjalan menuju pintu keluar. Satu minggu berada bersama Dean, sudah cukup untuknya menghabiskan kerinduannya. Ia senang bisa meyakinkan Dean agar melepaskannya untuk pulang. Ia tidak peduli dengan Rossy. Wanita itu tidak pernah ia anggap ada.


Setiap hari ia selalu mendapat perlakuan buruk dari Rossy namun ia bisa tahan. Jika ia tidak memikirkan perasaan Dean, ia pasti tidak akan tinggal diam setiap hari mendapatkan sindiran keras dari wanita itu dan para kru.


Ketika terakhir kali ia berkunjung ke lokasi syuting, Dean mampu menyelesaikan syuting itu hanya beberapa jam saja. Itu bukan kesalahannya jika Dean melakukan pekerjaannya dengan cepat. Tapi Rossy menyindirnya dengan kasar dengan berkata kepada para kru jika ialah yang membuat Dean kehilangan fokusnya dan membuat syuting selesai dengan cepat.


Ia berusaha tenang dan tidak terpengaruh apapun. Sayang sekali Dean bekerja sama dengan orang-orang gila seperti mereka. Namun beruntungnya hanya Rossy yang melakukan itu. Ia tidak melihat Harris selama beberapa hari. Jika mereka berdua menindasnya, yang gila bukan mereka. Tapi dirinya. Ia menggelengkan kepalanya jika mengingat pengalamannya ke Yunani.


Baru saja ia melangkah keluar bandara, ia melihat beberapa gadis datang mengelilinginya. Ia sempat terkejut dan diam ditempat. Orang-orang dibelakangnya terdengar memintanya untuk maju.


"Jessy! Aku ingin berfoto denganmu!" teriak mereka. Jessy yang baru saja melangkahi pintu keluar bandara terdiam tidak percaya. Mereka bahkan tahu namanya. Apakah ia kini menjadi artis? Pembicaraan antara Dean dengannya mengenai keartisan baru saja dibicarakan. Bagaimana bisa?


Jessy kembali melihat wajah-wajah polos didepannya. Usia mereka tidak lebih dari dua puluh lima tahun. Pertanyaan itu kembali masuk ke kepalanya. Apakah ia kini seorang artis? Rasanya ia malu. Jepretan kamera dan gosip yang selalu ia dapatkan bukan karena ia seorang aktris, tapi karena ia istri seorang sutradara yang sedang naik daun. Semua gosip buruk yang melibatkannya pun tidak ia anggap. Ia hanya mengangguk dan membiarkan mereka mengajaknya berfoto.


"Bagaimana liburanmu dengan Dean?" tanya salah satu dari mereka.


Ia cukup terkejut mendengar mereka mengatakan tentang liburan. Ia pergi ke Yunani tanpa diketahui oleh siapapun. "Bagaimana kalian bisa tahu?"


"Satu minggu ini wajahmu menghiasi portal dan channel gosip. Aku fansmu sekarang.."


Jessy sempat bingung. Namun kerumunan itu menyebabkan beberapa penumpang terganggu. Ia melihat beberapa security bandara menghampiri mereka.


"Maafkan aku, nanti kita bisa bicara lagi. Aku masih ada urusan." ucap Jessy bingung.


Mereka terlihat mengerti. Beberapa orang didepannya memberikan jalan untuknya. "Baiklah. Sampai jumpa, Jessy!" seru mereka. Jessy hanya melambaikan tangannya


Kedua security mulai mengamankannya hingga ia bisa menaiki taxi dengan aman. Kembali ke ucapan wanita tadi. Gosip? Ia menatap supir yang sejak tadi menatapnya.


"Apakah ada sesuatu di wajahku?"


Pria itu tersenyum. "Tidak. Maafkan aku. Tapi aku ingat kau adalah istri sutradara itu bukan? Berita tentangmu terus muncul selama seminggu ini."


Jessy tertawa ringan. "Aku baru tahu jika seorang pria senang pada gosip."

__ADS_1


"Itu jelas bukan gosip. Itu berita baik. Kau tidak tahu?"


"Nanti aku lihat. Aku belum tahu." jawab Jessy.


"Kau harus melihatnya. Semua berita adalah baik."


Jessy hanya tersenyum. Ia penasaran. Berita apa yang membuatnya menjadi terkenal? Ia membuka ponselnya dan mulai melakukan pencarian. Ia mulai membacanya.


Momen romantis antara Dean dan istrinya yang belia tertangkap kamera sedang bermesraan di beranda hotel.


"Istri belia?" pekiknya terkejut. Ia menatap supir yang tertawa ringan melihatnya terkejut.


Pernikahan penuh cinta diawali dengan kedatangan Jessy Julian ke Yunani. Semua skandal telah hilang.


"Ya, kami memang saling mencintai. Itu tidak diragukan lagi."


Momen intim Dean dan Jessy yang tertangkap kamera paparazzi.


Beberapa foto yang menampilkan saat-saat mereka makan malam di restoran, kemudian ketika ia dan Dean berjalan kaki malam-malam hanya untuk menghabiskan waktu. Ia mengakuinya itu memang mereka. "Bagaimana mereka bisa mendapatkan foto ini?" tanyanya bingung.


Godaan Jessy melalui pakaian renangnya yang sexy


Fansclub Jessy Julian yang terbaru telah dirilis.


"Fansclub apa? Berita ini bisa membuat aku gila. Aku bukan artis. Aku hanya seorang istri sutradara. Media memang aneh. Aku akan mengatakannya pada Dean!" ucapnya marah.


Sepanjang perjalanan, ia tidak bisa tenang. Ternyata selama kepergiannya ke Yunani telah muncul berita mengenai mereka. Tidak ada yang mengatakannya. Tapi, apakah Dean tahu?


...***...


"Kau benar-benar tidak mau ikut, sayang?" tanya Lee pada Joan.


Joan menghela nafas. "Sudah aku katakan, liburan dengan orangtua sangat membosankan. Lagipula aku ingin bertemu dengan Jessy." jelasnya.


Anastasia tiba dengan membawa nampan berisi tiga buah cangkir. "Jangan memaksa Joan untuk ikut dengan kita, sayang."


"Betul sekali, mom. Aku memberikan waktu untuk kalian bersama menikmati liburan. Aku akan meminta Jessy tinggal disini denganku."

__ADS_1


"Jessy sedang berada di taxi. Ia terkejut melihat berita. Lucu sekali mendengarnya protes. Padahal berita itu berita baik. Ia terlihat seperti seorang gadis kecil." ucap Anastasia.


Lee mengambil salah satu cangkir dan menyesapnya pelan. "Ia harus terbiasa. Ia akan belajar. Dan kau yang akan mengajarinya." ucapnya pada Joan.


Joan tersenyum. "Jessy bisa belajar kepribadian padaku mulai sekarang."


Terdengar suara mobil berhenti diluar. Anastasia menoleh untuk melihat jendela. "Sepertinya Jessy sudah tiba." ucapnya.


"Biar aku yang membuka pintu." ucap Joan sambil berdiri. Ia berlari untuk menuju pintu. Ia bisa mendengar suara roda koper milik Jessy. Ia langsung membukanya. Ia melihat Jessy keluar dari taxi.


"Selamat datang, Jessy..." ucap Joan kencang.


Jessy yang baru saja turun dari taxi kebingungan. Ia melihat wajah lain dari Dean namun versi wanita. Ia terlihat sangat tinggi. Apakah ini Joan?


Joan mendekatinya. "Kau bingung melihat versi wanita dari Dean?" godanya.


"Apakah kau Joan?" tanya Jessy hati-hati.


"Benar sekali. Aku kakak dari suamimu yang menyebalkan itu. Bagaimana perjalananmu?"


Jessy tersenyum. "Sedikit lelah dan sedikit shock."


Joan menarik lengan Jessy. "Kau pasti terkejut dengan berita itu. Jangan takut. Semuanya akan kembali normal nanti."


"Aku harap memang seperti itu." ucap Jessy.


"Baru satu hari kenal tapi kalian seperti sudah lama tidak bertemu." goda Lee.


"Jessy, beristirahatlah dulu. Nanti kita bicara."seru Anastasia.


"Jangan dengarkan dad ketika menggoda kita. Ayo aku antar ke kamar."


Jessy merasa malu. Biasanya ketika ia pulang ke rumah orangtua Dean, ia akan terbiasa berada di suatu ruangan. Tapi Joan beda. Ia seperti seorang tamu.


"Maafkan aku Jessy, aku terlalu antusias ketika melihatmu. Kau melebihi ekspektasi ku. Aku ingin menjadikanmu model dari pakaian-pakaian yang aku bawa dari sana. " ucap Joan sambil membuka pintu kamarnya.


"Tidak masalah. Aku akan membantumu." ucap Jessy.

__ADS_1


Ketika Jessy sudah memasuki kamarnya, Joan menutup pintu. "Istirahatlah. Perjalanan dari Yunanti menghabiskan waktumu. Kami akan menunggumu bangun hingga kau telah siap untuk kami tanya."


__ADS_2