
Siang ini Jessy memutuskan untuk mengunjungi rumah kedua orangtua Dean disela kekosongan kegiatannya selama beberapa jam kedepan. Nanti sore ia akan bertemu dengan Lana untuk mencoba gaun baru.
Sejak Dean menghubunginya dua hari yang lalu, ia merasa dirinya melakukan hal yang sia-sia dengan terus berada di apartemennya. Ia ingin melakukan banyak hal selama Dean pergi. Awalnya ia memang terpikir untuk menyusul Dean. Namun ia tahu jika Dean baru saja melakukan take untuk filmnya. Kedatangannya ke Yunani sama saja akan mengganggunya.
Emosinya dihari pertama ia diserang oleh wartawan membuat berbagai pertanyaan muncul didalam kepalanya. Walaupun pertanyaan itu masih mengganjal hingga hari ini, tapi ia bisa sabar menunggu. Ia yakin ada jawaban ketika ia bertemu dengan Dean nanti. Setiap pemberitaan yang muncul setiap hari terus berubah-ubah seperti sebuah pesanan untuk menjatuhkan kredibilitas seorang Dean Justin Lee. Ia harus mengakui ketampanan Dean sehingga muncul nama-nama wanita yang patah hati oleh pesona suaminya itu.
Ia teringat ucapan kedua bodyguardnya untuk tidak mempercayai apapun yang diberitakan oleh media. Ia tidak menyangka Dean telah memberikan dua orang bodyguard terbaik yang membantu membuatnya aman. Kali ini ia memutuskan untuk menunggu dua minggu kedepan untuk bertemu dengan Dean. Lagipula hasrat terdalamnya kali ini bukan ke Yunani. Tapi ketempat yang telah membesarkannya. Ia akan mencoba meminta ijin dari Dean.
Dering telepon mengejutkannya. Ia melihat Lana menghubunginya.
“Jessy.. kau baik-baik saja?” tanya Lana dengan nada cemas.
“Kenapa kau mencemaskanku?” jawab Jessy sambil tertawa. “Aku menhubungimu sejak kemarin tapi tidak ada nada kau mencemaskanku?”godanya.
“Aku sibuk membuat gaun untuk acara hari ini. Maafkan aku. Padahal Dean menitipkanmu padaku sebelum ia pergi.”
Jessy terdiam namun dalam hatinya ia berbunga-bunga. Ia tidak menyangka Dean akan melakukan hal tak terduga seperti itu”
“Jessy!” panggil Lana.
“Ya. Aku hanya terkejut mendengar Dean melakukan hal itu. Aku merasa tersanjung”
“Itu adalah kewajiban Dean karena ia membawamu masuk kedalam lingkaran yang tidak semua orang mampu melakukannya. Baiklah,kau ada dimana sekarang?”
Jessy memakai perhiasannya. “Aku sedang bersiap-siap untuk kerumah orangtua Dean.”
“Tidak! Aku menunggumu di butikku sekarang. Tapi sebelum kau pergi, kau harus menghubungiku. Aku takut kau mendapat ancaman dari wartawan yang ada didepan apartemenmu”
Jessy tertawa. “Perlu aku beritahu jika aku telah memiliki dua orang bodyguard terbaik.”
“Aku sudah mendengarnya. Cepatlah, aku menunggumu.” seru Lana.
__ADS_1
Gaun yang sedang dipersiapkan Lana untuk memenuhi undangan dari Isabela dan suaminya ke pesta dadakan yang mereka gelar sore ini. Ketika ia diberitahu oleh Anastasia, tidak ada waktu untuk menolaknya. Ia langsung menyetujuinya dengan cepat. Tidak ada yang akan ia lewatkan untuk menemui kedua orang yang langsung menyita perhatiannya itu. Ketika ia menghubungi Lana pun, ia antusias karena ini adalah pesta pertamanya sebagai istri Dean. Dan ia datang seorang diri.
Setelah siap, ia berjalan ke pintu. Kedua pria yang memiliki porsi tubuh tiga kali lebih besar darinya itu telah bersiap. Bagaimanapun ini pertama kalinya ia keluar dari apartemen setelah berita tentang kontrak itu tersebar. Saat menaiki lift kaca itu, ia bisa melihat dilobi beberapa orang yang masih saja setia menunggunya.
“Kau tidak perlu mempedulikan mereka. Kau harus menunduk hingga menaiki mobil” ucap salah satu bodyguard.
“Bukankah mobilku ada di basement?” tanya Jessy bingung
“Untuk saat ini, kau menaiki mobil khusus. Demi keselamatanmu.”
Jessy tersenyum. “Baiklah. Aku percaya pada kalian.”
“Kalau bisa kau menutup kedua telingamu agar kau tidak dapat mendengar apa yang mereka ucapkan” goda salah satu dari mereka.
Jessy hanya tersenyum.
Dan ternyata benar. Dengan menundukkan kepalanya, ia bisa melewati para wartawan itu dengan tenang. Akhirnya setelah dua hari terkurung didalam apartemennya, ia bisa merasakan udara kota siang ini.
Lana berlari menghampirinya sambil membawa beberapa buah gaun untuk dicobanya.
"Aku yang akan mengaturnya. Jika aku mengatakan bagus, maka kau akan sangat cantik." teriak Lana dari dalam. Terdengar beberapa suara kasar. Entah apa yang sedang dilakukan Lana didalam.
Jessy berdiri untuk melihat foto-foto yang dipajang didalam butiknya. Ia melihatnya satu persatu. Ia tertegun dengan kecantikan Lana. Bahkan seorang wanita normal pun tidak akan menyamai kecantikan seorang Lana. Jika orang yang baru melihatnya, tidak akan pernah terfikir jika Lana adalah seorang transgender.
"Tidak perlu terpesona ketika melihatku." seru Lana.
"Kau cantik Lana.." seru Jessy.
"Aku memang cantik. Tidak ada yang menyangka jika aku adalah seorang pria awalnya. Kau tahu siapa yang mendukungku dengan keras?" tanya Lana.
Jessy menggelengkan kepalanya. Ia menghampiri Lana yang sudah berdiri dibelakangnya. Iapun duduk di sofa.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Lana.."
"Suamimu. Dean yang memberikan dukungan penuh padaku. Ia dapat merasakan bagaimana tersiksanya aku berada ditubuh seorang pria. Aku bahkan tidak memiliki jakun." ungkap Lana.
Jessy hanya mengangguk. Baru kali ini ia mendapatkan sahabat seperti Lana. Ia seseorang yang sangat baik. Ia langsung meminta gaun yang sedang dipegangnya itu.
Lana tertegun melihat kalung Jessy. "Tunggu.." ucapnya.
Jessy terdiam. "Ada apa?"
"Aku tahu jika kalung ini akan sangat cocok untukmu. Dean telah memberikanku uang yang sangat besar untuk hadiah itu."
Jessy sudah dapat menduganya. Dean bukan pria romantis. Bagaimana bisa ia membeli sebuah kalung yang sangat indah itu?
"Aku mencobanya dahulu." ucap Jessy sambil berjalan kedalam ruang ganti.
"Jessy! Apakah kau tidak terpikir untuk menjadi seorang aktris?" teriak Lana
Jessy keluar dengan cepat. Ia sudah memakai satu jenis pakaian. Gaun sepanjang lutut dengan bahu terbuka telah dipakainya dengan sangat pas.
"Aktris? Aku tidak memerlukannya. Kecuali peristiwa besar terjadi."
Lana mengerutkan keningnya. "Kenapa? Wajahmu cantik. Kau adalah seorang istri dari Dean Justin Lee. Apalagi yang kurang?"
"Aku tidak tertarik. Lebih baik aku menjadi diriku yang sekarang. Aku lebih menikmatinya." jawab Jessy.
Lana memangku tangannya. "Baiklah jika itu pilihanmu. Sekarang aku memintamu untuk berputar pelan. Angkat kedua tanganmu."
Jessy mengikuti arahan Lana. Ketika ia menatapnya didepan cermin, ia menyadari bahwa dengan uang sebanyak itu, ia bisa merubah dirinya sendiri. Ia dengan mudah membeli pakaian, tas dan aksesoris branded. Ia melakukannya dengan mudah. Setelah ia menikah dengan Dean, ia memiliki cukup uang untuk membelinya. Tanpa perjanjian kontrak itu, Dean tetap memberinya uang yang cukup besar.
"Cantik!" seru Lana bersemangat. " Kali ini kau akan menjadi primadona nya.
__ADS_1
Setelah menatap cermin sekilas, Jessy mulai percaya diri. "Aku memilih gaun ini."
Lana mengangguk. Ia akan membuat Jessy menjadi seseorang yang berbeda. Ia mendorong punggung Jessy dan segera menyiapkannya.