
Terlanjur. Itulah kata-kata yang bisa disematkan pada seorang Albertico Alv. Awalnya ia diterima bekerja di salah
satu rumah sakit besar di kota New York, namun ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan menerima tawaran dari salah satu temannya untuk menjadi salah satu dokter bedah kecantikan klinik yang berada di New York center. Ratusan dokter dapat ditemukan di kota New York. Tapi yang memiliki jam terbang tinggi rasanya sulit. Ia bahkan ditawari gaji beberapa kali lipat dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan para pasiennya merupakan aktris-aktris hollywood. Mereka tidak segan mengeluarkan uang berjuta-juta dollar hanya untuk menunjang kecantikannya
ketika berada didepan kamera.
Beberapa mobil mewah tidak asing di kota ini. Ketika taxi nya memasuki halaman klinik, ia tidak heran melihat mobil-mobil mewah itu terparkir didepan klinik.
Hari pertama yang begitu menegangkan. Ia masuk kedalam klinik dimana kebanyakan para hawa terlihat. Sepanjang penglihatannya, hanya wanita cantik yang terlihat. Ada salah satu artis yang pernah ia lihat di
televisi tengah berbincang dengan seorang pria yang ia pikir adalah managernya. Ada pula seorang wanita cantik yang ia tahu merupakan istri dari seorang sutradara senior yang terkenal. Apakah kali ini kehidupannya menjadi seperti ini?
Ia berjalan ke sebuah ruangan yang menjadi kantornya. Ada beberapa ucapan selamat datang di depan pintu masuk ruangannya. Seorang wanita berusia 50 tahunan menjadi asistennya. Ia sempat mengenalkan diri sebagai asisten terbaik di klinik ini. Nama wanita itu Jen. Ia bisa membantunya bekerja mulai saat ini.
"Selamat datang dokter Alv. Ada beberapa pesanan pasien yang langsung tiba pagi ini. Apakah kau siap? " tanya Jen
"Aku siap, Jen.. " jawab Alv tenang. Ia mengambil jubah dokter dan memakainya. "Sepertinya hari ini banyak
pasien yang datang. Aku lihat ada beberapa artis. "
"Hari senin memang seperti itu. Kami sedikit cepat menangani mereka." jawab Jen sambil menarik gorden. Ia
kemudian mengambil map dan menyerahkannya pada Alv. "Ini data pasien. Kau bisa melihat riwayat mereka sebelum mengambil tindakan."
"Baiklah, terimakasih. " jawab Alv.
"Dokter.. apakah kau sudah menikah?
Pertanyaan itu sontak membuat Alv mengangkat wajahnya. "Apa? "
Jen tersenyum. "Kau seperti mendapat pertanyaan apakah kau ingin mati sekarang? Tidak seperti itu, dokter... Apakah kau terganggu dengan pertanyaan ku? "
__ADS_1
Alv menggelengkan kepalanya. Baru saja semalam ia memikirkan tentang pernikahan itu. Siang ini ia mendapatkan pertanyaan itu.
"Tidak. Aku tidak terganggu. Aku hanya terkejut dengan pertanyaan mu yang tiba-tiba."
"Aku hanya ingin melindungi mu. Wanita-wanita disini adalah para penggoda pria. Aku tidak ingin dokter mendapatkan hal yang sama. Mereka tidak akan berani jika tahu dokter sudah menikah." jelas Jen.
"Apakah memang seperti itu? "
"Ya. Aku akan melindungi mu. Kau tenang saja. Kau harus bertanggungjawab pada pernikahan mu. Jangan sampai kau tergoda dengan wanita yang ada disini. Oh ya, istrimu bekerja? Apa pekerjaannya? "
Alv sempat bingung. Ia tidak tahu sama sekali dengan profesi wanita itu. Pertemuan mereka hanya satu kali ketika pernikahan itu. Maksudnya, bertatap muka secara langsung. Melakukan prosesi pernikahan hingga penandatanganan surat pernikahan itu dilakukan dengan sangat cepat. Hingga saat ini mereka tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi.
"Apakah aku bisa melihat wajahnya? " tanya wanita itu lagi.
Wajahnya? Iapun sudah sedikit lupa bagaimana wajahnya. Hanya saja yang ia ingat, ia memiliki wajah asia yang kental. Tubuhnya tinggi dan langsing. Ia sempat terpesona dengan tubuhnya yang proporsional seperti model. Jangan-jangan ia malah seorang model?
"Istriku seorang model. " jawabnya asal.
"Hebat sekali. Ia pasti mendapatkan banyak perhatian darimu. Aku ingin melihat wajahnya. Apa ia pernah menjadi
"Kenapa kau memaksaku? "
"Karena jika aku sudah melihat bagaimana istrimu, aku bisa mengatakannya pada orang-orang yang nanti tidak percaya karena kau sudah memiliki seorang istri. Selama klinik ini berdiri, banyak dokter muda yang menjadi simpanan para aktris. Mereka melakukan skandal selama bertahun-tahun tanpa tercium media."
Alv mengeluarkan ponselnya. Mengapa ia kalah pada asistennya sendiri? Ia menatap tajam wanita didepannya. Ia tidak mengatakan apapun. Hanya saja tembok besar menutupi dirinya. Ia tidak mau masalah pribadinya diketahui banyak orang termasuk wanita didepannya.
“Jangan kau pikir aku menyukaimu, Dokter Alv. Aku memiliki putri yang sudah menikah. Aku hanya tidak mau membiarkan seorang dokter yang telah menikah tergoda pada pasiennya sendiri.”
Alv mengeluarkan ponselnya. Rasanya ia menyimpan foto pernikahannya dari pesan orangtua istrinya. Ia membuka ponselnya. Ia menatap sejenak. Pernikahan antara dirinya dengan wanita itu terjadi. Entah berapa
lama ia membiarkan wanita itu bebas melakukan apa yang ia inginkan. Sendirian. Iapun
__ADS_1
menyerahkan ponselnya pada asistennya.
Jen melihat foto itu dengan seksama. “Apakah menurutmu ini sebuah pernikahan? Yang benar saja! tidak
ada gaun pengantin dan semuanya sangat sederhana. Apakah pernikahan kalian sah?”
“Ya, kami sudah mendaftarkannya.” Jawab Alv santai.
“Kau gentleman, dokter. Banyak pasangan yang menikah tanpa mendaftarkan pernikahan mereka. Tapi, istrimu cantik sekali. Ia terlihat cantik dan pintar. Aku harap kau memperlakukannya dengan baik. Berapa lama kalian menikah?” goda Jen.
Alv berdeham. Ia mengambil ponsel miliknya dan mendorong punggung asistennya itu keluar. “Cukup
kau mencari tahu tentang privasiku. Aku hanya ingin bekerja dan kau yang membantuku. Aku ingin tahu jadwal pasien pertamaku hari ini. Sekarang kau keluar dari ruanganku, atau kau akan terus mendapatiku memakanmu diam-diam.”
Jen tertawa geli. “terimakasih dokter karena peduli padaku.”
“Aku peduli karena kau yang bekerja denganku.” Ujar Alv.
Ketika tubuh wanita itu sudah berada diluar pintu, ia menutup pintu dengan pelan. Beres. Sepertinya hidupnya akan lebih berwarna dengan memiliki asisten yang rasa keingintahuannya tinggi itu.
Jen berlari menuju para perawat dan dokter wanita yang sedang berkumpul.
“Dokter Alv sudah menikah. Dan istrinya adalah wanita paling cantik didunia. Kalian akan kalah dengan kecantikannya.”
Hanya terdengar nada kecewa dari para perawat dan dokter wanita. Bagaimana tidak, ketika kemarin pagi diberitahukan oleh pihak klinik akan kedatangan seorang dokter bedah yang masih muda, para perawat berbondong-bondong mengajukan diri sebagai asisten. Sayang, asisten dokter Alv memilih perawat Jennifer karena pengalamannya yang tinggi.
“Aku akan menyelidikinya. Lagipula ucapanmu belum tentu benar. Dan satu lagi, dokter Alv baru saja pindah. Masih banyak waktu untuk mencari tahu.” Ujar salah seorang dokter.
“Tidak ada berita ia pernah menikah. Aku melihat profilnya di internet. Pengalamannya memberikan konseling diseluruh negara di asia mendapat respon positif. Ia kebanggaan asia. Jika ia menikah, mengapa ia melepaskan pengalamannya yang begitu tinggi dengan pindah ke New York?”
“Pendapat yang bodoh, sayang. Kemanapun dokter Alv bekerja, kesempatan itu akan selalu ada. Pindah ke
__ADS_1
New York tidak bisa menjadi alasan ia kehilangan pekerjaannya yang lain.” Jelas Jen. “Dan satu lagi. Istri dokter Alv adalah seorang model. Kalian kalah, sayang. Dari segi manapun kalian kalah. Kalian tidak bisa bersaing. Kecuali
dokter Alv bodoh karena meninggalkan istrinya. Bye!” tambahnya sambil melambaikan tangan meninggalkan kerumunan para wanita itu.