Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Guardian


__ADS_3

"Sepertinya aku demam, mom.. " ucap Jessy.


Seharian ini ia tidak turun dari atas tempat tidur karena kepalanya terasa berputar. Ia kelelahan setelah Dean membawanya berkeliling menemui kliennya. Sebuah sponsor minuman baru saja didapatkan oleh perusahaan Dean. Mereka baru saja menandatangani kontrak sebuah acara hiburan. Awalnya Dean menolak, tapi perusahaan jasanya tidak bisa hanya bergerak di satu bidang. Itulah yang ayahnya katakan. Jika rumah produksinya ingin maju, ia harus bergerak cepat meninggalkan kompetitornya yang hanya terpaku pada satu bidang.


Mungkin karena pekerjaan itulah Jessy kini tidak bisa bergerak dari atas tempat tidur. Ketika terakhir ia pergi ke acara penghargaan itu, tubuhnya masih baik-baik saja. Atau mungkin karena perubahan cuaca? Entahlah.. yang pasti kepalanya sangat berat.


Anastasia masuk ke kamarnya dengan perasaan gelisah. Tidak pernah ada yang sakit di rumah ini karena ia begitu menjaga kebersihan rumah ini dengan segala isinya. Ia melangkah dengan cepat untuk melihat keadaan Jessy. Ketika ia baru tiba dari acara pertemuan dengan teman-teman nya, salah seorang penjaga rumahnya mengatakan keadaan Jessy. Tadi pagi ia tidak bertanya tentang keadaannya. Ia yang salah.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? " tanya Anastasia cemas. Ia memegang tangan Jessy dan terkejut. "Kau demam, sayang.. " ucapnya. Ia berlari menuju kamarnya dan kembali dengan cepat. Ia membawa sebuah alat pengatur suhu badan. Ia menatap Jessy serius. "Kau bisa menyimpannya dibawah ketiak. "


Jessy mengangguk dan mengambil alat itu. Ia mengikuti arahan Anastasia karena ketika di rumah ini, ialah ibunya. Tatapan hangat Anastasia mengingatkannya pada ibunya ketika ia sakit saat itu. Walaupun semuanya telah berlalu, tapi ia akan selalu mengingat semuanya.


Anastasia melihat alat itu dan terkejut. "39 derajat. Kau mau aku antar ke dokter? "


"Tidak mom. Tapi sepertinya besok aku tidak bisa menghadiri acara launching produk. "


Anastasia menggelengkan kepalanya. "Kesehatanmu paling penting. Kau harus banyak istirahat jika tidak mau aku antar ke dokter. "


"Bagaimana dengan gaun yang sudah aku pesan pada Joan? " tanya Jessy cemas.


"Kau masih cemas pada hal itu? Aku yang akan bicara pada Joan. " ucapnya sambil berjalan keluar. "Aku akan menghubungi nya. "


Mengenai Joan, sudah beberapa hari ini ia tidak menghubunginya. Apakah semua baik-baik saja? Lalu bagaimana perkembangan pernikahannya dengan Alv? Ia mengakui kecemasan Lee mengenai pernikahan Joan. Bagaimanapun Alv tidak mencintai Joan. Sedangkan Joan terlihat menyukai Alv. Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Ia mengkhawatirkan perasaan Joan, mengingat Joan belum pernah terlihat menyukai seorang pria manapun. Sebenarnya ia tidak pantas untuk tidak bahagia. Joan sangat baik seumur hidupnya. Ia menjaga ayah dan adiknya dengan sangat baik. Ia menjadi seorang kakak dan seorang ibu bagi Dean. Bahkan dirinya pun masih kalah. Jika bukan karena Joan, ia tidak yakin Dean akan menerimanya dengan cepat.


"Ya mom.. " seru Joan.


Joan terdengar sedang bersenang-senang. Apakah fashion show nya berjalan sukses?


"Aku merindukanmu. Kau baik-baik saja? " tanya Joan.


"Lebih baik dari apapun. Aku juga merindukanmu. Bagaimana keadaan dad? "


"Ia baik. Ia sedang berada di perusahaan dengan Dean. Jika aku bertanya kau ada dimana, bisakah kau beritahu aku kau berada dimana sekarang? "


Joan tertawa ringan. "Tentu saja mom. Aku sedang berada di Miami. "


"Miami? Dengan siapa? " tanya Anastasia terkejut.


"Kau tidak akan percaya jika aku pergi ke Miami dengan suamiku. Ya mom, aku pergi dengan Alv! " seru Joan sambil tertawa.


"Apa? Bagaimana bisa? Apakah suamimu itu sudah membuka matanya?"


"Tentu saja mom.. Wanita secantik Joan Lee tidak mungkin ditolak. Mungkin awalnya ia meremehkan ku. Tapi ia bisa membuka hatinya untukku mulai sekarang. " jawab Joan tanpa sadar membuka perasaannya pada Anastasia.


"Berhati-hatilah dengan perasaanmu, sayang." ucap Anastasia serius.


"Aku tahu itu. Bagaimana dengan Jessy? Ia baik-baik saja bukan? Gaun pesanannya sudah aku siapkan di butik. "

__ADS_1


"Sepertinya Jessy tidak bisa pergi, sayang. Mom akan mengganti semua kerugian mu jika kau sudah menyelesaikan gaun itu. "


"Apa yang terjadi dengan Jessy? "


"Ia terkena demam. Aku pikir ia kelelahan setelah mengantar Dean bertemu dengan klien-kliennya. "


"Bukankah acara nanti penting untuknya?" tanya Joan bingung.


"Lebih baik kehilangan pekerjaan daripada ia harus memaksakan diri. Aku tidak akan mengijinkannya."


Joan mengangguk. "Baiklah. Kau tidak perlu mengganti kerugian ku. Aku akan menyimpannya di butik hingga Jessy siap memakainya. "


"Sayang.. apapun yang terjadi padamu, ceritakan padaku. Aku ingin kita bisa bersahabat seperti dulu. Aku memang ibumu, tapi aku juga bisa menjadi sahabatmu. " ucap Anastasia sambil menutup sambungan teleponnya.


Joan melipat kakinya dan bermain pasir putih di depannya. Ketika menerima panggilan dari ibunya, Alv tidak ada di sana. Ia sedang membeli minuman untuknya.


"Berapa usiamu? "


Joan mengangkat wajahnya. Alv terlihat membawa dua kaleng cola. Joan tersenyum dengan memperlihatkan gigi putihnya. Kedua matanya tidak terlihat ketika ia sedang tersenyum. Menggemaskan.


Alv duduk di sampingnya. Ia melihat ke pantai. Banyak sekali orang yang sedang bermain air. Ia melirik pada Joan.


"Kau tidak mau berenang? " tanya Alv.


"Apakah aku boleh bermain air? " tanya Joan dengan mata berbinar.


"Kenapa aku tidak boleh pergi sendiri? " protes Joan.


"Tidak ada protes. Jika aku mengatakan tidak, kau harus mematuhinya. Kau sudah menjadi istriku. Bukankah seorang istri harus mengikuti ucapan suaminya? " jawab Alv


Joan hanya bisa berbunga-bunga mendengar Alv mengatakan tentang istri. Alv memang menganggapnya sebagai istrinya.


"Mereka semua tahu kau istriku. Jadi aku harap kau mendengarkan ku."


Joan duduk dengan tegak. "Jika tidak ada urusan dengan teman-temanmu, apakah kau akan tetap menganggap ku sebagai istrimu?"


"Aku tidak tahu. " jawab Alv sambil meminum cola nya. Ia terus memandang lautan.


Ya, Joan sudah tahu sejak awal. Ia melakukan ini karena teman-temannya. Ia hanya ingin menunjukkan jika dirinya ada. Mengecewakan bukan? Ia pikir, pria yang sudah menjadi suaminya ini akan mulai mencintainya. Ternyata sama saja. Joan menghela nafas.


"Tadi ibuku menghubungiku. " ucapnya sambil bermain pasir kembali.


"Apa yang ia katakan? Apakah ia tahu kau sedang pergi denganku? Bagaimana pendapatnya? "


Joan tidak mau menatapnya. "Ia memintaku untuk berhati-hati."


Alv tertawa ringan. "Aku tidak yakin kau akan tenggelam di lautan sana. Ibumu terlalu mengkhawatirkan mu. Pikirannya tidak rasional."

__ADS_1


"Bukan itu yang membuatnya berfikir aku harus berhati-hati. Ada hal lain yang membuatku harus berhati-hati. "


Alv menyimpan kaleng cola nya yang telah kosong. "Apa? "


"Rahasia wanita. " jawab Joan pelan. "Oh ya, kau tahu apa yang ibuku katakan kembali? "


"Apa? " tanya Alv.


"Brittany sedang sakit. Ia khawatir tidak bisa mengikuti acara launching produk terbarunya. " jawab Jessy sambil menatap Alv serius. Perubahan wajah Alv membuatnya harus memalingkan wajahnya. Ia tahu hal ini pasti akan terjadi. Baru saja ibunya mengatakan untuk berhati-hati, namun semua sudah terjadi.


Joan berdiri dan melepaskan pakaiannya. Memang ketika ia berada di kamar hotel nya dan menuju ruangan presentasi Alv, ia sudah menyiapkan diri dengan memakai two piece. Sebagai istri seorang dokter, ia tidak mungkin memakai pakaian renang one piece bukan? Untuk itulah ia sudah menyiapkan diri.


Ketika Joan berjalan meninggalkan Alv, pria itu bahkan tidak melarangnya. Ia terlihat kebingungan dan... cemas. Joan berlari untuk mencapai bibir pantai dengan cepat dan melupakan mimik wajah Alv. Ketika sampai didepan air, ia langsung menceburkan diri dan membuat dirinya basah.


Alv menatap nanar ke depan. Tatapannya kosong. Ia begitu cemas mendengar Brittany sakit. Walaupun enggan, tapi ia mengeluarkan ponselnya untuk menanyakan kabar wanita itu.


"Alv! Aku senang kau mau menghubungi ku." seru Jessy.


"Aku dengar kau sakit. Bagaimana kabarmu sekarang? " tanya Alv langsung ke pokok pembicaraan.


"Ya, hanya demam. Tapi aku lebih baik banyak beristirahat. " jawab Jessy tenang.


"Brittany.. " panggil Alv. Ia berdeham sejenak. "Apakah kau bahagia? "


"Bahagia lebih dari apapun, Alv. Kau juga harus bahagia dengan Joan. Ia wanita baik. Kau tidak boleh mengecewakan nya. Kau harus berjanji padaku" jawab Jessy.


Alv menunduk. "Sulit melupakanmu.. "


"Untuk itulah kau harus mulai mencintai Joan. Kau pasti bisa melupakanku. Maksudku, melupakan perasaanmu padaku. Kita masih tetap berteman. Kau harus berbahagia, Alv. Kau pria baik, Joan pun wanita baik. Ia mandiri. Sama sepertimu. Ia mencintai keluarganya. Sama sepertimu. Kalian cocok dan akan saling membutuhkan satu sama lain. Mulailah membuka mata dan hatimu untuk Joan. Jangan pernah sekalipun merencanakan sesuatu hanya karena ia kakak dari suamiku" jelas Jessy tegas. "Aku tidak akan memaafkan mu untuk itu, Alv."


"Kau harus menjaga dirimu. Jangan sakit. Semua orang akan khawatir padamu. " ucap Alv.


"Tentu saja. Suamiku pun tidak akan membiarkanku turun dari tempat tidur jika tahu aku sedang sakit. " ucap Jessy sambil tertawa.


"Beruntung yang menjadi suamimu. "


"Kau pun beruntung memiliki Joan. Aku hanya meminta satu hal padamu. "


"Apa? "


"Aku ingin kau menjaga Joan untukku. " jawab jessy.


"Joan bukan wanita usia 20an. Ia telah mencapai usia 30an. Ia bisa menjaga dirinya sendiri. "


"Ada hal yang tidak kau ketahui tentang menjaga seseorang seperti yang aku minta padamu. Kau bisa memulainya dari sekarang. "


Alv menutup ponselnya dan menyimpannya kembali disaku. Ia melihat pakaian-pakaian Joan yang tercecer disekitarnya. Karena memikirkan keadaan Brittany, ia melupakan Joan yang sudah berenang seorang diri. Ia menyipitkan matanya untuk melihatnya. Ternyata Jen dan yang lainnya sudah ada di sana.

__ADS_1


Menjaga Joan? Bagaimana maksudnya?


__ADS_2